• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kemenag Siak Gelar Kemah 2026 Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Kemah Ekoteologi
Dibaca : 205 Kali
BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM
Dibaca : 299 Kali
KPP Pratama Rengat Gelar Forum Konsultasi Publik
Dibaca : 279 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Standar Layanan Bantuan Hukum
Dibaca : 278 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Landasan Hukum Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
Dibaca : 276 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Indosat Berkolaborasi dengan GSMA Kampanyekan Program Digitalisasi Konservasi Mangrove di Kaltara

Zulmiron
Jumat, 22 September 2023 16:51:32 WIB
Cetak
President Director & CEO Indosat Vikram Sinha, Head of Asia Pasific GSMA Julian Gorman dan Wakil Rektor Universitas Borneo Tarakan Muhammad Djaya Bakri saat melakukan uji coba IoT monitoring kualitas air di Universitas Borneo Tarakan, Senin (22/05/20

DIGITALISASI akan mampu mengurangi dampak kerusakan alam. Bahkan bisa memaksimalkan berbagai potensi yang belum tersentuh untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Hal itu pula yang menjadi inisiatif Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) menggandeng Global System for Mobile Communication Association (GSMA) untuk berkolaborasi meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi Indonesia dengan pengembangan mitigasi berbasis seluler.

Program yang dilakukan Indosat dengan berkolarobarasi dengan GSMA ini yaitu program Digitalisasi Konservasi Mangrove.

Program Digitalisasi Konservasi Mangrove ini diadakan di Kalimantan Utara (Kaltara).

Upaya bersama ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia yang akan meningkatkan ketahanan lingkungan, sekaligus meningkatkan perekonomian yang tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi bangsa.

Menariknya lagi, program berkelanjutan ini juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Universitas Borneo Tarakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Daerah (Pemda) Sebatik Barat.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha dalam sebuah kesempatan menyampaikan, isu perubahan iklim dunia telah menjadi perhatian global dan berdampak signifikan bagi kelestarian ekosistem makhluk hidup.

"Indosat akan terus memposisikan diri sebagai kolaborator utama untuk memberdayakan Indonesia,” sebut Vikram.

Pada project ini, sebut Vikram, masyarakat desa atau remote yang difokuskan agar usaha mereka juga ikut berkembang dan lingkungan sekitar tetap terjaga.

“Kita bawa teknologi kesana tidak hanya mengajak maysaraka ke kota tapi membawa teknologi ke desa sehingga lebih produktif dan tidak terjadi urbanisasi besar-besaran ke kota,” katanya.

Sebelumnya, Indosat juga sudah melakukan hal serupa untuk pengembangan budidaya rumput laut berbasis Internet of Things (IoT) di Sebatik, Nunukan, Kaltara. Upaya ini bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga lingkungan secara partisipatif masyarakat menggunakan teknologi digital.

“Tim kita sudah di sana untuk memastikan secara jaringan sudah cukup mumpuni dan mengimplementasi alat IoT kepada petani di sana dan mengedukasi masyarakat di sana. Ini merupakan implementasi riil dari memberdayakan masyarakat tidak hanya menghubungkan tapi juga memberdayakan,” sebut Vikram.

Sedangkan Head of Asia Pasific Global System Mobile Communications Association (GSMA), Julian Gorman menyatakan, GSMA memperkuat komitmennya dalam mengatasi tantangan iklim global melalui dukungan program digitalisasi untuk mengatasi dampak buruk dan iklim ekstrim.

"Kolaborasi antara Indosat dan GSMA Mobile Innovation Hub, merupakan bukti komitmen kami terhadap lingkungan mengenai bagaimana seluler dapat berkontribusi penting dalam menghubungkan komunitas melalui solusi digital," katanya.

Apalagi, ulas Julian Gorman, konservasi mangrove merupakan kebutuhan global di banyak komunitas pesisir. Dan kemitraan strategis ini tentunya membawa produktivitas dan ketahanan lingkungan di masa yang akan datang.

Untuk diketahui, program Digitalisasi Konservasi Mangrove ini merupakan kelanjutan dari penandatangan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) di Barcelona pada Maret 2023 lalu.

Program ini akan dilakukan dalam dua bentuk kegiatan. Pertama; pemetaan wilayah laut dan pesisir dengan menggunakan Open-source & Geospatial Mapping di wilayah pesisir dan laut Kalimantan Utara khususnya di Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat. Kegiatan ini akan melibatkan warga serta tokoh masyarakat sekitar dengan menggunakan aplikasi Qfiled yang dapat diperbarui secara berkala.

Dengan aplikasi Qfield tersebut, Indosat bersama GSMA, BMZ dan GIZ juga memberikan pelatihan pemetaan untuk memetakan area wilayah pesisir dan pantai, serta memproduksi digital map untuk kegiatan selanjutnya. Keberhasilan dari kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk disosialisasikan kepada pelaku usaha lain serta melindungi mangrove dalam jangka panjang.

Kegiatan kedua; memperkenalkan solusi digital berbasis Internet of Things (IoT) kepada para petambak udang lokal untuk memantau kadar air dalam tambak, khususnya yang berdekatan dengan wilayah tumbuh mangrove. Tujuannya adalah agar produktivitas tambak-tambak kecil meningkat serta menghindari mangrove dari ancaman penebangan oleh para petambak besar.

Wakil Rektor III Universitas Borneo Tarakan (UBT) Djaya Bakri mengakui masyarakat di Kaltara banyak pula mengandalkan kehidupan dari tambak, rumput laut seperti yang ada di Tarakan.

“Dengan penggunaan teknologi ini (IoT) ini akan beri informasi secara realtime kepada pengguna sehingga bisa diketahui ada perubahan kadar air  disitu. Sehingga mendorong masyarakat mempertahan ekosistem itu dan menjaga mangrove tumbuh lebih baik dan tidak ditebang secara serampangan,” tutur Djaya.

Keberadaan Mangrove selain juga jadi tempat biota laut juga pertahan pesisir terhadap ancaman gelombang atau tsunami.

“Tentu kami terimakasih sudah dilibatkan dalam program seperti ini. Akan menchallange para akademisi/peneliti kami disini yang punya potensi, ada pakar kepiting yang saya kira sudah cukup diakui di Indonesia. Kerjasamaini akan lebih menambah kemampuan itu,” katanya.(*)

Baca juga informasi seputar Kaltara lainnya di Faktakaltara.com.


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM

IM3 Platinum Hadirkan Bundling Platinum Plus dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max

Indosat 5G Hadirkan Pengalaman yang Lebih Seamless

Perkuat Koneksi Pekanbaru, Indosat Hadirkan Paket 5G, HiFi Air dan IM3 Platinum

Dukung Ekonomi Digital dan Indonesia Emas, Indosat Perluas Jaringan 5G ke Pekanbaru

KADIN dan Bea Cukai Buka Jalan UMKM Dumai Tembus Pasar Ekspor

BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM

IM3 Platinum Hadirkan Bundling Platinum Plus dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max

Indosat 5G Hadirkan Pengalaman yang Lebih Seamless

Perkuat Koneksi Pekanbaru, Indosat Hadirkan Paket 5G, HiFi Air dan IM3 Platinum

Dukung Ekonomi Digital dan Indonesia Emas, Indosat Perluas Jaringan 5G ke Pekanbaru

KADIN dan Bea Cukai Buka Jalan UMKM Dumai Tembus Pasar Ekspor



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kemenag Siak Gelar Kemah 2026 Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Kemah Ekoteologi
22 Oktober 2026
BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM
21 Oktober 2026
KPP Pratama Rengat Gelar Forum Konsultasi Publik
21 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Standar Layanan Bantuan Hukum
21 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Landasan Hukum Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
21 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penyelesaian Sengketa dan Pemetaan Rawan Pelanggaran dengan Polda Riau
21 Oktober 2026
Lewat Podcast Bertuah, Kanwil Kemenkum Riau Kenalkan Layanan BHP Medan ke Masyarakat
20 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Tiga Rancangan Regulasi Kuansing
20 Oktober 2026
Edison Manik Tekankan Kesinambungan Program dan Sinergi
20 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dukung Rekonstruksi Kurikulum S2 Ilmu Hukum UNRI yang Adaptif dan Berorientasi Praktik
20 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kolaborasi Melalui Inovasi PASIH PERDA
  • 2 Akselerasi Kinerja dan Konsolidasi Program Strategis, Kakanwil Pimpin Rapat Kinerja Kemenkum Riau
  • 3 SPS Riau Pelajari Strategi Pengembangan Media ke Batam News
  • 4 Pemkab Siak Terima Alokasi Anggaran Dukungan Verval untuk Penguatan KDKMP
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Indikasi Geografis di Sumbar
  • 6 Keliling Empat Kampung, Wabup Siak Syamsurizal Serahkan Bantuan ke Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
  • 7 HUT ke-27 Kabupaten Siak, Diskominfo Salurkan Sembako ke Lansia dan Warga Membutuhkan
  • 8 Jaga Identitas dan Warisan Budaya Melayu, Disdik Siak Dorong Pelajar Mainkan Kompang dari Sekolah
  • 9 Investasi Rp1,6 Triliun Masuk KITB, Bupati Siak Afni Meminta Perusahaan Memprioritaskan Masyarakat Lokal
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved