• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Melalui Perseroan Perorangan, Kemenkum Riau Dorong UMKM Dumai Naik Kelas
Dibaca : 170 Kali
Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual
Dibaca : 171 Kali
Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
Dibaca : 173 Kali
Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
Dibaca : 177 Kali
Kemenkum Riau Harmonisasi Lima Ranperbup Kampar
Dibaca : 182 Kali

  • Home
  • Opini

Duren, Kedondong dan Apel

Zulmiron
Jumat, 01 Juli 2022 08:58:30 WIB
Cetak
Bagus Santoso, Wabup Bengkalis

Oleh ; Bagus Santoso, Wabup Bengkalis

Memaknai momen meriah dan keasyikan menikmati musim duren Bengkalis Tahun 2022, membuka memori saya sebuah iklan dengan tagline yang ganjen, terkesan nakal sedikit binal.

Pasti kuping anda terasa gemersik dengar sebuah iklan produk parfum, dengan kata “Kesan pertama menggoda, selanjutnya  terserah anda” Kata-kata itu menggelitik nan menarik.

Iklan apik juga syarat pesan bijak bagaimana pribadi yang baik itu. Maknanya, apa yang ternampak itu menggambarkan kejujuran hati nurani yang selalu ditampilkan dalam penampilan sebenarnya. Saat ku timang duren kesep di Berancah pikiranku menarawang duren ini tampilannya tak elok beduri, kemek, kasar eh  kok jadi idaman ramai orang.

Sebuah kata nasihat mengatakan jadilah duren jangan jadi kedondong. Duren atau Kedondong mari kita tinjau dari sudut pandang yang lain. Ternyata duren dan kedondong dari segi penampilan buahnya terkadang persis seperti penampilan dan perilaku seseorang.

Jangan seperti buah kedondong dipermukaan begitu mulus manis bedelau menarik dan memikat siapa pun tetapi di sebalik tersembul bopeng masam mengecewakan. Penampilan buah kedondong, di luarnya tampak halus mengkilat bersinar tetapi di dalamnya penuh duri dan tekak akan koyak jika ditelan.

Sebaliknya, buah duren kasar berduri menggambarkan sifat yang jelek. Keras dan senantiasa menyakitkan, kata dan sikapnya mengena pada setiap orang yang melihat atau mengenalnya. Meskipun hatinya baik, jika dalam permukaanya itu sangat jelek, tipe ini pun sebenarnya menggambarkan kepribadian yang tak elok pula meski lebih baik dari tipe kedondong.

Idealnya adalah kita bisa seperti buah apel malang. mulus dan mengkilat luarnya juga renyah isinya. Di dalamnya mengandung buah yang enak dimakan dan renyah dikunyah. Maka, apel adalah tipe pribadi yang baik siapapun akan menerima dampak yang baik.

Jadi, kata-kata iklan parfum Kesan pertama menggoda, Selanjutnya terserah Anda, itu memberikan petuah dan filosofi kehidupan kepada pemirsa. Karena sama dengan mengajarkan kita menjadi pribadi yang baik. Pribadi yang baik itu adalah luar dan dalam utuh.

Jika ditarik kedalam relung nafas hidup, sampai kapan pun perilaku di dalam kehidupan nyata, akan terus ada tipe manusia kedondong maupun tipe duren walaupun itu tak bagus. Puncak sebuah keberhasilan itu bisa mengikuti kesan pertama dan dipertahankan sampai pada kesan selanjutnya. Jika tidak, maka tipe manusia inilah yang dinamakan manusia plin-plan sekejap kejap berubah tak tentu arah.

Seseorang dengan tipe  ini, tidak akan menggapai sebuah kepuasan hidup karena di dalam dirinya senantiasa terpoles sifat ketidakpastian. Dalam istilah psikologi, ini merupakan sifat yang labil. Tidak memiliki kepribadian yang kuat dan mudah terombang ambing oleh kesan apa saja yang menghampirinya setiap saat yang berbeda tak konsisten tidak istiqomah. Pepatah jawa menyebut esuk dele sore tempe (baca, pagi kedelai sore tempe).

Mari tumbuh suburkan perilaku istiqomah berjalan lurus apa adanya untuk saling mendukung dan melengkapi. Yang memegang kuasa jalankan peran sebagai figur pemimpin, maka kebaikan dan kepolosan perlu ditampakkan di dalam perilaku semua lini.

Pemimpin harus memberikan contoh keterbukaan, kejujuran apa yang diucapkan dan perilakunya sama. Dalam istilah kepemimpinan, ini dinamakan integritas. Jika pemimpin dalam mengemban tugas amanah memiliki sifat jujur dan integritas tinggi, buahnya rakyat memberikan dukungan yang cerdas dan hebat. Tahan gesekan tidak tipis telinga, waspda siasat adu domba . Fokus ikhlas ikhtiar menebar kebajikan tidak ada lagi perbedaan apa yang kerjakan dengan apa diucapkan goalnya semua kita masyarakat menikmati kenyamanan pengayoman dari pemimpin.

Ekspresikan dengan seimbang antara raga dan batin, dengan visi mandiri yang mantap. Buang sifat buah kedondong dan juga jangan seperti buah durian. Tapi jadilah seperti apel malang. Mari kita amalkan bersama makna pesan sebuah iklan “Kesan pertama menggoda, Selanjutnya rerserah anda.” Ayo berbuat 
setiap langkah dengan kebaikan dan berlanjut isi dan aktivitas serta interaksi serba bagus.

Dan jadilah buah apel yang selalu digemari manusia seluruh dunia dan ditempatkan di banyak plaza dan ditata indah dipandang mata. Sebaliknya, buah durian dijajakan di tepi jalanan dan digantung gantung di pinggiran. Nasib duren tragis, buah ini dilarang masuk hotel di seluruh dunia. Begitupun buah kedondong masam tidak setenar buah apel. Kepribadian dari buah kodondong dan duren selamanya dalam kehidupan tidak akan memberikan berkah dan keberhasilan. Sebaliknya senantiasa dirundung kegagalan dan kesengsaraan batin selama menjalani kehidupan.

Maka biarkan duren, kedondong dan apel tetap jadi buah, sehingga setiap musim duren seperti saat ini kita bisa menikmati sepuasnya. Namun dari ketiga buah tersebut kita bisa jadikan ibrah kaca benggala untuk interopeksi diri supaya menjadi pribadi yang bagus. 
Salam Bengkalis bermasa, bermarwah maju dan sejahtera..(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN

Kakanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan Dukung Penyiapan Fast-Track Layanan Apostille

DWP Kanwil Kemenkum Riau Gelar Arisan Keempat Tahun 2026

Energi untuk Masa Depan, Saatnya Indonesia Berani Bertransisi

Otopsi Psikologis Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Keagamaan

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN

Kakanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan Dukung Penyiapan Fast-Track Layanan Apostille

DWP Kanwil Kemenkum Riau Gelar Arisan Keempat Tahun 2026

Energi untuk Masa Depan, Saatnya Indonesia Berani Bertransisi

Otopsi Psikologis Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Keagamaan



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Melalui Perseroan Perorangan, Kemenkum Riau Dorong UMKM Dumai Naik Kelas
14 Agustus 2026
Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual
14 Agustus 2026
Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
14 Agustus 2026
Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
14 Agustus 2026
Kemenkum Riau Harmonisasi Lima Ranperbup Kampar
14 Agustus 2026
Kemenkum Riau Hadiri Pelantikan Pengurus KAI Riau
14 Agustus 2026
Seru dan Kompak, Tim KI Riau Unjuk Ketangkasan di Lomba Antar Bidang Diskominfotik Riau
13 Agustus 2026
Kemenkum Riau Dorong Sivitas Akademika UIR Lindungi Inovasi melalui Paten
13 Agustus 2026
UPT Perpustakaan dan Arsip Unilak Masuk 10 Besar Lomba Portal Website Perpustakaan 2026
13 Agustus 2026
Kunjungi PLN UID Riau dan Kepri, Komisi VI DPR RI Bahas Penguatan Keandalan Kelistrikan
13 Agustus 2026
TERPOPULER +
  • 1 Karhutla Pematang Pudu Belum Padam, Ferdian: Tim Lakukan Penyekatan Agar Api Tak Merembet
  • 2 PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar
  • 3 PPI Lestarikan Kekayaan Budaya Melalui Karya Sastra
  • 4 Wamenkes Tekankan Inovasi dan Riset Kesehatan
  • 5 Prabowo Ajak Jajaran Kadin Indonesia Perkuat Kolaborasi antara Pemerintah dan Dunia Usaha
  • 6 Ingin Lanjut S2 Komunikasi? UIR Buka Pendaftaran hingga 22 Agustus 2026
  • 7 Amran Tambi: Momentum Memperkuat Peran Masyarakat Perantau
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Komunikasi dan Transformasi Organisasi
  • 9 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum "PASTI Ada Solusi" Episode 9
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved