Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Selasa, 10 Agustus 2019
 
Meriahkan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-235
Masyarakat Disuguhi Tontonan Dragon Boat Festival
Selasa, 25 Juni 2019 - 00:59:07 WIB
Dragon Boat Festival dalam rangka hari jadi Kota Pekanbaru ke-235 berlangsung di Sungai Siak, Pekanbaru, Riau, berakhir Minggu (23/06/2019) sore.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Dragon Boat Festival dalam rangka hari jadi Kota Pekanbaru ke-235 yang merupakan rentetan kegiatan dari Pekanbaru Internasional Dragon Boat Festival (PIDBF) 2019 di Sungai Siak, Pekanbaru, Riau, berakhir Minggu (23/06/2019) sore.



Peserta dragon boat sedang bertarung untuk meraih juara.

Dari 3 kategori yang dipertandingkan, 9 tim keluar sebagai juara. Untuk grup campuran 250 meter dari 4 tim yang masuk final yakni Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Agam, Podsi jambi, Podsi Pasaman dan PPLP Dispora Riau, Podsi Jambi meraih juara satu dengan waktu 00.59.66.

Kemudian juara dua diraih Podsi Agam dengan catatan waktu 01.00.73 dan juara tiga diraih Podsi Pasaman Barat dengan catatan waktu 01.00.95.

Sementara untuk khusus lokal, yang masuk final adalah Perdagangan Komuniti, Rumbai Pesisir, SMA Olahraga dan Unilak Padel. Hasilnya, SMA Olahraga meraih juara satu dengan waktu 01.02.81, Rumbai Pesisir juara dua dengan waktu 01.04.67 dan Unilak Pedel juara tiga dengan waktu 01.12.97.

Sedangkan untuk umum, 4 tim yang berlaga di final adalah Podsi Agam,  Podsi Jambi, Yonif 133 Padang dan PPLP Riau.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pekanbaru, Anis Murzil ST menyampaikan, kgiatan Pekanbaru Achievement Sports Tourisme yang ditaja Pemerintah Kota bersama KONI Pekanbaru berjalan sukses. Kegiatan serupa diharapkan terus dilaksanakan dalam rangka menciptakan destinasi wisata baru di Kota Pekanbaru.

"Kami puas atas pelaksanaan kegiatan yang berjalan sukses ini. Apalagi masyarakat bisa terhibur dan kawasan Sungai Siak. Dan tentunya banyak manfaat yang bisa dirasakan. Selain ingin memperkenalkan potensi wisata melalui olahraga, kita juga ingin menghibur warga kota sempena HUT Pekanbaru ke 235. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa masuk dalam agenda wisata Kota Pekanbaru," ucap Anis Munzil kepada hariantimes.com di lokasi kegiatan Pekanbaru Siak River Competion Festival 2019, Minggu (23/06/2019).

Anis Munzil menyebutkan, ada beberapa poin utama dalam penyelenggaraan Pekanbaru Achievement Sports Tourism. Pertama kegiatan ini terlaksana dari ide yang ingin mengangkat olahraga dayung dragon boat sebagai event tahunan dan masuk ke dalam kalender Pekanbaru International Dragon Boat Festival (PIDBF). Jika sudah masuk pada kalender PIDBF, maka atlet-atlet nasional maupun internasional akan melirik dan berkunjung ke Pekanbaru untuk melihat pertandingan ini.

Kemudian, sebut Anis Munzil, event ini mempertandingkan deep water soloing atau panjat tebing yang diklaim sebagai event pertama di Indonesia. Yang mana pada pelaksanaannya tidak menggunakan alat pengaman sama sekali, namun pemanjat tebing jatuhnya itu langsung jatuh ke air.

"Kegiatan ini merupakan upaya untuk memajukan pariwisata di bidang olahraga. Dan semoga, ini dapat membantu pemerintah dalam memajukan Sungai Siak sebagai salah satu destinasi wisata di Pekanbaru," ujar Anis Munzil sembari mengapresiasi keberhasilan dan kerjasama seluruh panitia dalam hal penyelenggaraan. Sebab persiapan pelaksanaan Pekanbaru Achievement Sports Tourism ini hanya dilakukan kurang lebih dua bulan.

“Alhamdulilah saat ini pelaksanaan Pekanbaru Achievement Sports Tourism terlaksana dengan baik,” ucap Anis Munzil.

Untuk mensukseskan event ini, ungkap Anis Munzil, pihaknya mengundang para mitra dan perusahaan swasta serta organisasi pemuda, pelajar, mahasiswa dan atlet se Kota Pekanbaru sebagai peserta. Bahkan hadiah yang dipersiapkan nilainya puluhan juta rupiah. Juara I memperoleh hadiah Rp10 juta plus medali, hadiah juara II Rp7,5 juta plus medali dan juara III Rp5 juta plus medali.

"Untuk para peserta yakni 1 tim berjumlah 12 orang dengan nomor tanding 250 meter. Kemudian tim mewakili atas nama organisasi/kecamatan/kelurahan instansi pemerintah, s wasta, TNI atau Polri. Sementara usia maksimal peserta 25 tahun atau kelahiran tahun 1994," beber Anis Munzil seraya menyampaikan, peserta tidak perlu menyiapkan perlengkapan tanding. Sebab, panitia sudah menyiapkan segalanya, baik pelatih atau tempat latihan jika dibutuhkan serta juru kemudi jika dibutuhkan. Namun, untuk pakaian ditanggung masing-masing tim.

"Event ini sekaligus untuk memantau bibit atlet dayung potensial di Kota Pekanbaru untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut," katanya.