Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Senin, 14 Agustus 2019
 
99 Persen Karhutla Hasil Ulah Tangan Manusia
Doni: Utamakan Pencegahan, Bukan Penanggulangan
Kamis, 11 Juli 2019 - 07:22:25 WIB
Kepala BNPB Letjen (Purn) Doni Monardo pada acara tatap muka dengan pemerhati lingkungan termasuk mahasiswa se Provinsi Riau di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (10/07/2019).

Pekanbaru, Hariantimes.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi selama ini 99 persen penyebabnya karena hasil ulah tangan manusia.

Bahkan, ada ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengatakan 100 persen kebakaran tersebut disebabkan manusia.

"Saya katakan 99 persen karhutla yang terjadi disebabkan oleh manusia," tegas 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen (Purn) Doni Monardo pada acara tatap muka dengan pemerhati lingkungan termasuk mahasiswa se Provinsi Riau di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (10/07/2019).

Untuk mengatasi permasalahan ini, tandas Doni, satuan tugas (satgas) pencegahan karhutla harus melakukan pendekatan dan memberikan edukasi kepada masyarakat secara langsung, khususnya bagi mereka yang ada di daerah yang masuk kawasan rawan terbakar. Tujuannya, supaya tidak ada lagi aktivitas membakar lahan dan hutan.

"Apabila sosialisasi larangan membakar lahan dan hutan tidak juga berhasil menyadarkan manusia, maka berapapun anggaran yang akan dikucurkan oleh pemerintah untuk mengatasi karhutla akan sia-sia saja. Karena itu, satgas harus bisa mengajak rakyat dan mempengaruhi mereka supaya tidak mau membakar lagi. Baik itu sengaja, maupun tidak sengaja dan termasuk mereka yang sengaja membakar karena dibayar. Tetapi kalau langkah-langkah ini tidak juga berhasil, maka polisi harus berani menegakkan hukum," tuturnya.

Mantan Danjen Kopassus ini mengingatkan, tahun ini diprediksi kemarau relatif panjang, meski tak seperti 2015 lalu. Karena itu provinsi yang selama ini menjadi langganan Karhutla seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Tengah, Selatan perlu ada persiapan dini. 

Terlebih, tanah gambut di Riau memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan daerah lainnya. Gambut di Riau bisa mencapai puluhan meter yang jika terjadi kebakaran akan sulit dipadamkan. Untuk itu, perlu melakukan antispiasi sedini mungkin sebelum terjadinya Karhutla, yakni dengan melakukan pencegahan. Dan pencegahan sangat diutamakan. Mengingat potensi Karhutla terjadi diyakini 99 persen karena ulah manusia. Karena itu, pendekatan bersifat humanis terhadap masyarakat dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama dan unsur lainnya. 

"Utamakan pencegahan, bukan penanggulangan. Kebakaran ada dua faktor yakni karena alam dan manusia. Berdasarkan hasil kajian dari alam kecil hanya 1 persen. Sementara 99 persen manusia," katanya.

Meski Karhutla 99 persen disebabkan ulah manusia, namun Doni menyebutkan, ulah manusia dimaksud tidak hanya karena adanya pembukaan lahan untuk membuka perkebunan warga secara tradisional. Tetapi juga karena adanya warga yang sengaja dibayar untuk tujuan tertentu. 

Doni tak menegaskan siapa yang menyuruh warga membakar lahan termasuk untuk kepentingan apa. Namun dengan dua hal itu diyakini penyebab kenapa persoalan Karhutla di Riau terus berulang setiap tahunnya.

Meski diakui Karhutla di Riau yang dulu pernah beberapa kali sampai ke negara tetangga, kiki sudah mulai bisa diatasi. Tetapi adanya Karhutla yang terus terjadi setiap tahunnya menegaskan cara-cara membakar lahan yang menyebabkan terjadinya Karhutla.

Tercatat sejak awal tahun hingga bulan Juli ini, lahan yang terbakar di Riau sudah mencapai 3.429,89 hektar. Dari ribuan hektar kawasan yang terbakar tersebut, paling luas  terdapat di Kabupaten Bengkalis, yakni dengan luas 1.435.83 hektar.(*/ron)



 
Berita Lainnya :
  • Doni: Utamakan Pencegahan, Bukan Penanggulangan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Masrul Kasmy-Yulian Norwis Siap Maju di Pilkada Meranti
    02 Wabup: Semoga Proses Pengobatan Ditangani Segera
    03 Wisatawan Belanda dan Italia Menyantap Sambal Belacan Pucuk Ubi
    04 Jontikal : Mulai Besok, Demokrat Buka Pendaftaran Cabup dan Cawabup
    05 DANTRI Terpilih Nakhodai DEMA STAI Nurul Hidayah Selatpanjang
    06 Alfedri: Kabupaten Siak Telah Berhasil Mendapatkan 12 Penghargaan
    07 Ketua PKS : Halim - Komperensi Putra Putri Terbaik Kuansing
    08 Riau Rajai Sumatera Permainan Tradisional PKN
    09 Bupati Mursini Sampaikan Paparan Keberhasilan Daerah
    10 Polres Kuansing Gelar BINLAT
    11 Alfedri: Wadah Inilah yang Akan Mengakomodir Anak Siak Kreatif
    12 Bupati Serahkan 103 Penghargaan
    13 Pemkab Siak Gelar Festival Siak Bermadah dan Festival Kabupaten Lestari
    14 Polsek Tenayan Raya Bekuk Pelaku Tindak Pidana Curat
    15 80 Guru SD di Meranti Ikuti Pelatihan Program PKP Berbasis Zonasi
    16 LAMR Segera Kumpulkan Elemen Masyarakat Terkait Blok Rokan
    17 Gubri: Alhamdulillah, Banyak Sekali Temuan Menarik
    18 Besok, UIR Gelar Gerak Jalan Santai dan Family Gathering
    19 Halim - Komperensi Sampaikan Komitmen
    20 Ahad, 4 Alumni Al Azhar Kantor Riau Ikut Bursa Pemilihan Ketum
    21 PPI Terbitkan Buku Antologi Puisi Palung Tradisi
    22 Gagak Hitam Siap Ciptakan Situasi Kondusif di Meranti
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public