Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Rabu, 17 Agustus 2019
 
99 Persen Karhutla Hasil Ulah Tangan Manusia
Doni: Utamakan Pencegahan, Bukan Penanggulangan
Kamis, 11 Juli 2019 - 07:22:25 WIB
Kepala BNPB Letjen (Purn) Doni Monardo pada acara tatap muka dengan pemerhati lingkungan termasuk mahasiswa se Provinsi Riau di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (10/07/2019).

Pekanbaru, Hariantimes.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi selama ini 99 persen penyebabnya karena hasil ulah tangan manusia.

Bahkan, ada ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengatakan 100 persen kebakaran tersebut disebabkan manusia.

"Saya katakan 99 persen karhutla yang terjadi disebabkan oleh manusia," tegas 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen (Purn) Doni Monardo pada acara tatap muka dengan pemerhati lingkungan termasuk mahasiswa se Provinsi Riau di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (10/07/2019).

Untuk mengatasi permasalahan ini, tandas Doni, satuan tugas (satgas) pencegahan karhutla harus melakukan pendekatan dan memberikan edukasi kepada masyarakat secara langsung, khususnya bagi mereka yang ada di daerah yang masuk kawasan rawan terbakar. Tujuannya, supaya tidak ada lagi aktivitas membakar lahan dan hutan.

"Apabila sosialisasi larangan membakar lahan dan hutan tidak juga berhasil menyadarkan manusia, maka berapapun anggaran yang akan dikucurkan oleh pemerintah untuk mengatasi karhutla akan sia-sia saja. Karena itu, satgas harus bisa mengajak rakyat dan mempengaruhi mereka supaya tidak mau membakar lagi. Baik itu sengaja, maupun tidak sengaja dan termasuk mereka yang sengaja membakar karena dibayar. Tetapi kalau langkah-langkah ini tidak juga berhasil, maka polisi harus berani menegakkan hukum," tuturnya.

Mantan Danjen Kopassus ini mengingatkan, tahun ini diprediksi kemarau relatif panjang, meski tak seperti 2015 lalu. Karena itu provinsi yang selama ini menjadi langganan Karhutla seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Tengah, Selatan perlu ada persiapan dini. 

Terlebih, tanah gambut di Riau memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan daerah lainnya. Gambut di Riau bisa mencapai puluhan meter yang jika terjadi kebakaran akan sulit dipadamkan. Untuk itu, perlu melakukan antispiasi sedini mungkin sebelum terjadinya Karhutla, yakni dengan melakukan pencegahan. Dan pencegahan sangat diutamakan. Mengingat potensi Karhutla terjadi diyakini 99 persen karena ulah manusia. Karena itu, pendekatan bersifat humanis terhadap masyarakat dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama dan unsur lainnya. 

"Utamakan pencegahan, bukan penanggulangan. Kebakaran ada dua faktor yakni karena alam dan manusia. Berdasarkan hasil kajian dari alam kecil hanya 1 persen. Sementara 99 persen manusia," katanya.

Meski Karhutla 99 persen disebabkan ulah manusia, namun Doni menyebutkan, ulah manusia dimaksud tidak hanya karena adanya pembukaan lahan untuk membuka perkebunan warga secara tradisional. Tetapi juga karena adanya warga yang sengaja dibayar untuk tujuan tertentu. 

Doni tak menegaskan siapa yang menyuruh warga membakar lahan termasuk untuk kepentingan apa. Namun dengan dua hal itu diyakini penyebab kenapa persoalan Karhutla di Riau terus berulang setiap tahunnya.

Meski diakui Karhutla di Riau yang dulu pernah beberapa kali sampai ke negara tetangga, kiki sudah mulai bisa diatasi. Tetapi adanya Karhutla yang terus terjadi setiap tahunnya menegaskan cara-cara membakar lahan yang menyebabkan terjadinya Karhutla.

Tercatat sejak awal tahun hingga bulan Juli ini, lahan yang terbakar di Riau sudah mencapai 3.429,89 hektar. Dari ribuan hektar kawasan yang terbakar tersebut, paling luas  terdapat di Kabupaten Bengkalis, yakni dengan luas 1.435.83 hektar.(*/ron)



 
Berita Lainnya :
  • Doni: Utamakan Pencegahan, Bukan Penanggulangan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 RAP : Mahasiswa Berkemajuan
    02 Atmonadi: Saya Berharap akan Tumbuh Home-Home Industri Kuat
    03 Bocang: Alhamdulillah 17 Cabor Sudah Memberikan Dukungan
    04 Andrwes: Kami Berkewajiban Ikut Menyelidiki
    05 UiTM Perlis Kirim 34 Mahasiswa ke UIR
    06 Darwis: Harus Meninggalkan Salah Satu Pekerjaannya
    07 AP : Saya Menyambut Positif Upaya Ini dan DPRD Kuansing Sangat Mendukung
    08 Rusli: Saya Siap Maju
    09 200 Pelaku UMKM di Pangkalan Kerinci Terima Sertifikat Gratis dari BPN
    10 Alfedri: Insya Allah Nantinya Menjadi Ponpes Tahfidz dan Hadits Pertama di Riau
    11 Bupati Siak: Semoga Bisa Memberikan Manfaat
    12 Wabup Meranti: Pondasi Awal Menyusun dan Mensinkronkan KUAPPAS
    13 Alfedri: Alhamdulillah Saat Ini Sudah Banyak Anak-anak Siak yang Hafal Al Quran
    14 JCH BTH 1 Kepri dan BTH 2 Pekanbaru Bergerak Menuju Mekkah
    15 8 Wartawan Bengkalis Ikuti Seleksi Calon Anggota PWI
    16 Lem Kambing Punye Pasal
    17 Diduga Ada Oknum Berbisnis Terkait Penyelenggaraan Haji
    18 Oknum Mahasiswi dan Teman Prianya Ditangkap Tim Opsnal Polsek Tampan
    19 UIR dan UNISSA Brunei Darussalam Teken MoU
    20 Syamsuar: Permainan Gasing Ini Harus Dipertahankan
    21 Harris: Pemprov Riau Agar Dukung Pembangunan Kabupaten Pelalawan
    22 Marzuki: Mari Manfaatkan Sebaik-baiknya
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public