• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Jemaah Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah, Pemerintah Pastikan Hak Jemaah Diselesaikan
Dibaca : 163 Kali
Seluruh Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama Tinggalkan Madinah Menuju Makkah
Dibaca : 208 Kali
Immigration Goes to School, Imigrasi Pekanbaru Edukasi Pelajar SMKN 2 tentang Layanan Keimigrasian dan Bahaya TPPO
Dibaca : 224 Kali
Astra Internasional Serahkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
Dibaca : 342 Kali
Gubernur Lemhannas: Media dan Jurnalis Punya Peran Strategis dalam Menjaga Ketahanan Nasional
Dibaca : 407 Kali

  • Home
  • Sosialita

Dialog Nilai-Nilai Pembauran di Tengah Masyarakat

Wagubri: Mendorong Komitmen Kita Merawat Pembauran Kebangsaan di Tengah Kebhinekaan

Zulmiron
Sabtu, 16 Oktober 2021 20:35:00 WIB
Cetak
Dialog Nilai-Nilai Pembauran di Tengah Masyarakat.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau menggelar Dialog Nilai-nilai Pembauran di Tengah Masyarakat, Sabtu (16/10/2021).

Dialog yang mengusung tema "Akar Rumput di Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara" ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Brigjend (Purn) H Edy Natar Nasution.

Pada dialog ini, tiga narasumber saling memberikan pencerahan seputar hakekat pembauran. Tiga narasumber tersebut masing-masing Prof Dr Firdaus LN MSi  memaparkan Nilai-Nilai Pembauran Masyarakat Multikultural, Prof Dr Yusmar yusuf MPSi menyampaikan materi Pembauran Dalam Masyarakat Melayu serta Ketua FKUB Riau KH Abduahman Qaharudin bicara tentang Pembauran Dalam Kehidupan Umat Beragaman. Sedangkan moderatornya Ir Fachrunas MA Jabbar.

"Dialog ini merupakan tradisi bagi masyarakat kita. Yang asal katanya dialek, berbual, berinteraksi antara satu dengan yang lain. Disitulah artinya pembauran tersebut. Dalam bahasa melayunya, pembauran ini adalah perpaduan diantara lintas etnis, kaum, suku, bangsa di dalam wadah kondusifan yang terpayung oleh FPK Riau. Maka pada hari ini kita buat sedemikian rupa, sehingga interaksi kita di dalam dialog ini berbaur, bersatu di dalam membangun komunikasi di kehidupan kita yang lebih hakiki lagi. Memang kegiatan ini kita setting, kita format sebagaimana kata orang-orangtua "Banyak Orang Pergi ke Teluk, Singgah Sebentar ke Tanjung Jati. Banyak Lihat di Acara Dialog, Dialog Hari Ini Seperti Acara TV". Maka kita beri kebebasan pemikiran, tidak ada batas-batas dan sekat bahwa yang ingin kita keluarkan ini demi untuk kebersamaan, kemajuan dan kejayaan kita dalam berbangsa dan bernegara. Mungkin dapat disimpulkan, dengan adanya kegiatan dialog ini yang selama ini komunikasi kita tersumbat, pada hari ini bisa terurai. Itulah tujuan hakiki dialog ini digelar," papar Ketua Panitia Pelaksana Dialog Nilai-Nilai Pembauran di Tengah Masyarakat M Nasir Panyalai mengawali laporan.

M Nasir Panyalai mengungkapkan, kegiatan dialog yang ditaja FPK Riau ini menggunakan anggaran dana hibah yang dititipkan di Kesbangpol Riau, yang dipakai oleh FPK Riau. 

"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, memberi contoh kepada kita bersama bahwa kegiatan ini sudah merupakan kegiatan rutin FPK untuk menjadi rujukkan kita pada masa yang akan datang. Dan begitu juga kita harapkan kepada Pemerintah Provinsi Riau, bahwa anggaran yang digunakan oleh FPK Riau tidak semata-mata untuk seremonial saja. Tapi kegiatannya lebih bersifat konkrit seperti hari ini. Jadi kalau sekiranya tahun depan ada perubahan-perubahan angka dana hibah, molah diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Kalau bisa dana hibah untuk FPK Riau ini ditambah lagi," harap M Nasir Panyalai disambut riuh tepuk tangan peserta dialog yang berjumlah sekitar 150 orang peserta yakni terdiri dari utusan organisasi Paguyuban, Pengurus FPK Riau, FKUB, utusan BEM, utusan PGRI dan Forum RTRW.

Sementara itu, Ketua FPK Riau Ir AZ Fachri Yasin MAgr menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mendesain acara dialog ini dengan sedemikian rupa. Sehingga kegiatan dialog ini bisa terlaksana. 

"Dan apa yang menjadi tujuan FPK Riau bisa tercapai. Salah satunya adalah penyebarluasan pemikiran berkaitan dengan pembauran di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Masih ditempat yang sama, Wagubri) Brigjend (Purn) H Edy Natar Nasution menyampaikan, atas nama Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan dialog yang ditaja FPK Riau ini. Dan berharap, dialog ini menghasilkan harapan positif. Sehingga nanti bisa melahirkan energi-energi baru yang terus mendorong langkah untuk merawat pembauran kebangsaan di tengah kebhinekaan.

"Karena kita masih dalam situasi pandemi covid-19, pada kesempatan ini saya mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Karena kita yang bisa menjaga ini semua. Alhamdulillah sampai saat ini trend covid-19 di Provinsi Riau, bahkan di seluruh wilayah Indonesia terjadi penurunan. Dan ini perlu kita jaga bersama-sama," pesan Wagubri.

Sebagai Dewan Pembina FPK Provinsi Riau, Edy Natar menyampaikan apresiasi kepada FPK Riau yang tanpa lelah terus menggelar berbagai kegiatan pembauran kebangsaan.

"Dialog pembauran yang menghadirkan berbagai paguyuban ini  merupakan bentuk terlaksananya pembauran yang sesungguhnya. Meski berbeda etnis, suku, ras dan agama namun tetap bersatu dalam NKRI. Apalagi Bangsa Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa yang beraneka ragam baik, suku, etnis, bahasa, ras, dan agama," sebut Edy Natar sembari menjelaskan, kemajemukan Bangsa Indonesia dapat dilihat dari gambaran demografi. Bahwa terdapat 726 suku bangsa dan 116 bahasa daerah dan enam agama yang tersebar di berbagai wilayah nusantara. Yang bertekad untuk menjadi satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa Indonesia. Sehingga, kebhinekaan tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. 

"Di masa lalu, masa kini, maupun masa yang akan datang, Bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai konflik yang bersifat vertikal maupun horizontal.
Hal ini disebabkan oleh berbagai latar belakang permasalahan baik ras, suku, budaya dan agama yang dapat mengancam integritas nasional. Oleh karena itu, dalam rangka menjaga, memelihara keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa agar tetap tegaknya kedaulatan NKRI diperlukan adanya komitmen seluruh bangsa. Juga upaya upaya meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satu upaya itu adalah dialog-dialog dan pertemuan-pertemuan yang diadakan seperti yang kita lakukan pada hari ini. Semoga dialog ini mendorong komitmen kita dalam merawat pembauran kebangsaan di tengah kebhinekaan," tutur Edy Natar.(*)


Penulis: Zulmiron


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Jemaah Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah, Pemerintah Pastikan Hak Jemaah Diselesaikan

Immigration Goes to School, Imigrasi Pekanbaru Edukasi Pelajar SMKN 2 tentang Layanan Keimigrasian dan Bahaya TPPO

Astra Internasional Serahkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

Momentum HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI, Raja Isyam: Tantangan Pers Hari Ini Semakin Kompleks

Berbagi Al-Qur’an di SMAN 9, Pimpinan KWQ dan Pewakaf Beri Motivasi ke Siswa

Donor Darah Sempena HPN 2026 di PWI Riau, PMI Pekanbaru Kumpulkan 69 Kantong Darah dari Pendonor

Jemaah Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah, Pemerintah Pastikan Hak Jemaah Diselesaikan

Immigration Goes to School, Imigrasi Pekanbaru Edukasi Pelajar SMKN 2 tentang Layanan Keimigrasian dan Bahaya TPPO

Astra Internasional Serahkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

Momentum HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI, Raja Isyam: Tantangan Pers Hari Ini Semakin Kompleks

Berbagi Al-Qur’an di SMAN 9, Pimpinan KWQ dan Pewakaf Beri Motivasi ke Siswa

Donor Darah Sempena HPN 2026 di PWI Riau, PMI Pekanbaru Kumpulkan 69 Kantong Darah dari Pendonor



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Jemaah Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah, Pemerintah Pastikan Hak Jemaah Diselesaikan
14 Mei 2026
Seluruh Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama Tinggalkan Madinah Menuju Makkah
13 Mei 2026
Immigration Goes to School, Imigrasi Pekanbaru Edukasi Pelajar SMKN 2 tentang Layanan Keimigrasian dan Bahaya TPPO
13 Mei 2026
Astra Internasional Serahkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
12 Mei 2026
Gubernur Lemhannas: Media dan Jurnalis Punya Peran Strategis dalam Menjaga Ketahanan Nasional
11 Mei 2026
Hadapi Transformasi Dunia Kerja, Kemnaker Fokuskan Empat Pilar Strategis Ketenagakerjaan 2026
10 Mei 2026
Jemaah Haji Riau Sudah Laksanakan Umrah Wajib dan Proses Pembayaran DAM
10 Mei 2026
Kloter BTH 18 Akhiri Proses Keberangkatan Jemaah Haji Riau ke Tansh Suci
10 Mei 2026
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Batam, Kanwil Kemenhaj Riau Tangani Langsung Prosesi Pemulasaran Jenazah
10 Mei 2026
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
10 Mei 2026
TERPOPULER +
  • 1 PWI Riau Gelar Trofeo Sepakbola Mini Bersama PLN dan BRK Syariah
  • 2 Dari Riau Untuk Malaysia, Koperasi Pucuk Rebung Jaya Teken MoU Ekspor dengan Koperasi Petaling Berhad
  • 3 Dari Pagar Kantin ke Menara Bor,Dua Pemuda Riau Tembus Kerasnya Industri Migas Lewat Vokasi PHR
  • 4 UIR Hadirkan Tokoh Nasional di Kuliah Umum “Membangun Peradaban Hijau”
  • 5 Perpanjangan Perizinan Operasional Lembaga, IZI dan Kemenag Sumbar Lakukan Verifikasi Lapangan
  • 6 PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
  • 7 Momentum HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI, Raja Isyam: Tantangan Pers Hari Ini Semakin Kompleks
  • 8 Teken MoU dengan Wadhwani dan Indosat, Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan
  • 9 Tangkap Geliat Pasar EV, Kemnaker Siapkan SDM Terampil untuk Sektor Green Jobs
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved