• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
Dibaca : 204 Kali
Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan
Dibaca : 231 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Kawal SKD Calon Taruna Poltekpin Hari Kedua di BKN Pekanbaru
Dibaca : 204 Kali
Tim Dosen Unilak Bantai Kemdikdasmen dengan Skor Fantastis 10-0
Dibaca : 214 Kali
Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
Dibaca : 250 Kali

  • Home
  • Nasional

Vaksin Nusantara, dr Daniel Tjen: Kita Sedang Menunggu Uji Klinis Fase 2

Zulmiron
Rabu, 06 Oktober 2021 19:11:41 WIB
Cetak
Webinar yang digelar Beranda Ruang Diskusi dengan moderator Dosen Hukum Media Unika Atma Jaya Chelsia Chan, Rabu (06/10/2021). 

Jakarta, Hariantimes.com - Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu hasil uji klinis Vaksin Nusantara yang dikembangkan oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dan tim.

Tim Vaksin Nusantara siap melanjutkan uji klinis ke fase selanjutnya, namun masih menunggu hasil uji klinis fase 2 yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Salah seorang yang tergabung dalam Tim Vaksin Nusantara Mayor Jenderal TNI (Purn) dr Daniel Tjen SS mengatakan, pihaknya siap melanjutkan uji klinis fase 3.

"Jadi pada saat ini kemajuannya adalah, kita sedang menunggu publikasi dari uji klinis fase 2. Apabila selesai kita akan lanjut (ke fase 3)," ujar dr Daniel dalam webinar yang digelar Beranda Ruang Diskusi dengan moderator Dosen Hukum Media Unika Atma Jaya Chelsia Chan, Rabu (06/10/2021). 

dr Daniel berharap, Vaksin Nusantara yang secara khusus saat ini ditujukan kepada kelompok-kelompok yang sangat rentan, yang oleh sesuatu dan lain hal tidak bisa mendapatkan vaksin konvensional dapat menggunakan Vaksin Nusantara.

"Apabila mereka terpapar oleh Covid-19, maka mereka akan berat. Sekali lagi keberadaan sel dendritik ini adalah untuk mengisi ruang sebagai peran serta kita karena kita ketahui bahwa ada kelompok masyarakat yang rentan hingga dan belum dapat perlindungan dari vaksin yang ada saat ini," tutur dr Daniel.

Tim Peneliti Vaksin Nusantara, kata dr Daniel, sesuai dengan arahan para pemimpin, termasuk dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tim akan bekerja sesuai dengan kaidah ilmiah. Hal itu juga menjadi patokan tim untuk menentukan siapa saja yang bisa menjadi relawan Vaksin Nusantara.

"Jadi tim peneliti cermat dan kita yakin akan bekerja secara profesional. Dan di situ ada kriteria kelompok masyarakat yang mana saja bisa menjadi relawan," kata dia.

Vaksin Nusantara, kata dr Daniel, bersifat personal. Platform sel dendritik sebagai salah satu platform imunoterapi sangat bersifat individual dan presisi.

"Ada perbedaan pendekatan pendekatan platform vaksin dendritik dengan vaksin yang lain. Yang kita datangkan adalah perangkatnya," ungkapnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melkiades Laka Lena mengatakan, pihaknya sudah meminta agar BPOM segera mengeluarkan hasil uji klinis tahap 2. 

"Intinya, dukungan dari DPR RI dari awal sejak vaksin ini belum menjadi perhatian secara umum. Artinya, kami terus mendukung dan sejauh ini kami melakukan berbagai upaya agar progres Vaksin Nusantara maju ke depan. Komunikasi para pimpinan DPR RI dengan pemerintah, dengan Presiden, Wapres dan menteri terkait termasuk BPOM terus kami lakukan," tuturnya.

Di sisi lain, Melki mengaku dia dan keluarganya merupakan bagian dari relawan Vaksin Nusantara. 

"Saya termasuk yang beruntung, saya relawan Vaksin Nusantara. Istri saya relawan, anak saya relawan, ponakan saya relawan, mama saya relawan," ucapnya.

Namun lantaran Vaksin Nusantara belum ada di aplikasi Pedulilindungi, Melki mengaku juga melakukan vaksinasi dengan vaksin konvensional. 

"Tapi untuk pengobatan murni saya pakai Vaksin Nusantara yang kemudian juga diterima oleh keluarga saya," imbuhnya. 

Anggota DPD RI, Prof Dr Hj Silviana Murni SH, MSi sebagai salah seorang yang mendapatkan penyuntikan langsung Vaksin Nusantara dari Terawan mengaku tidak mendapatkan gejala apapun usai disuntik.

"Saya meyakini bahwa Vaksin Nusantara ini mampu mengakselerasi mengatasi pandemi Covid-19. Saya merasakan bahwa saya sehat. Bahkan, saya keliling Indonesia. Alhamdullilah saya bisa bertestemoni agar orang-orang bisa yakin bahwa Vaksin Nusantara ini memang sangat ditunggu," terang Silviana Murni.

Silviana bahkan mengaku, ada salah satu temannya yang sengaja menunggu Vaksin Nusantara dan belum melakukan vaksinasi konvesional.

"Menunggu Vaksin Nusantara. Kasihan sekali mereka menunggu Vaksin Nusantara," imbuhnya.

Silviana berharap, pilihan terhadap Vaksin Nusantara dapat segera terwujud. 

"Pak Terawan mengatakan 'Saya tidak ingin apa-apa, saya hanya ingin berbuat banyak untuk masyarakat lainnya'. Mudah-mudahan ini menjadi langkah kita mengatasi pandemi Covid-19. Vaksin Nusantara Insyaallah itu lah yang sangat kita butuhkan sebagai bangsa yang mandiri," tandasnya.

Hadir dalam Webinar dengan tema "Merindukan Vaksin Nusantara" para pendiri Beranda Ruang Diskusi, Raldy Doy (tvOne) dan Dar Edi Yoga (askara.co) serta wartawan dari berbagai daerah di Indonesia.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina

Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan

Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point

Kerja ke Jepang, Wamenaker: Skill Bahasa Asing Itu Penting

Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah

Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina

Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan

Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point

Kerja ke Jepang, Wamenaker: Skill Bahasa Asing Itu Penting

Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
27 September 2026
Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan
27 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Kawal SKD Calon Taruna Poltekpin Hari Kedua di BKN Pekanbaru
27 September 2026
Tim Dosen Unilak Bantai Kemdikdasmen dengan Skor Fantastis 10-0
27 September 2026
Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
26 September 2026
Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan
26 September 2026
Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point
26 September 2026
Juara Umum PORSENIJAR Riau 2026, Kontingen PGRI Siak Borong 7 Medali Emas
26 September 2026
Mahadar: Mari Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan Guru
26 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Implementasi Pedoman dan Aplikasi SIKIDA
25 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Lindungi Anak di Ruang Digital, Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan
  • 2 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Pelindungan Rahasia Dagang
  • 3 Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi
  • 4 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Dampak Kebijakan Pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris
  • 5 Kakanwil Kemenkum Riau Berikan Masukan Perubahan Permenkum Nomor 11 Tahun 2026
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Pengawasan IG Sagu Meranti dan Dorong Pembentukan Sentra KI
  • 7 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
  • 8 PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides
  • 9 Kanwil Kemenkum Riau Perkenalkan Inovasi HARMONITAS
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved