• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Meski WFA Pasca Idul Fitri, KUA Tenayan Raya Tetap Layani Nikah di Balai dan Luar Balai
Dibaca : 175 Kali
Rapat Bersama BKD, Bupati Siak Afni Dorong Optimalisasi Peningkatan PAD
Dibaca : 171 Kali
Apel Perdana Pasca Lebaran, Afni: Kita Wajib Survive dalam Kondisi Apapun
Dibaca : 172 Kali
Terima Tokoh Lintas Agama, Muliardi: Kerukunan yang Telah Terjalin Harus Terus Kita Rawat dan Tingkatkan
Dibaca : 163 Kali
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA
Dibaca : 173 Kali

  • Home
  • Nasional

Potensi Uang Wakaf Nasional Diperkirakan Rp180 Triliun

Wapres: Diperlukan Upaya yang Lebih Optimal

Zulmiron
Jumat, 13 Agustus 2021 19:33:20 WIB
Cetak
Wapres KH Ma’ruf Amin pada acara Gerakan Sadar Wakaf “Sumatera Berwakaf” melalui konferensi video, Jumat (13/08/2021).

Pekanbaru, Hariantimes.com - Potensi wakaf uang nasional diperkirakan dapat mencapai Rp180 triliun per tahun. Namun, realisasinya masih jauh dari angka yang diproyeksikan. 

Oleh kerena itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat berwakaf uang diperlukan upaya-upaya yang lebih optimal.

Diperlukan usaha-usaha yang lebih optimal. Dan Gerakan “Riau Berwakaf” diharapkan dapat mendukung capaian potensi tersebut,” sebut Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin pada acara Gerakan Sadar Wakaf “Sumatera Berwakaf” melalui konferensi video dari Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (13/08/2021).

Acara tersebut mengusung tema “Bersinergi Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Memperkuat Momentum Pemulihan Ekonomi Melalui Konektivitas Wilayah”.

Dikesempatan itu, Wapres menguraikan tiga upaya yang dapat meningkatkan potensi wakaf uang tersebut.

Pertama, perlunya peningkatan literasi wakaf kepada masyarakat. Karena selama ini sebagian besar persepsi wakaf masyarakat Indonesia masih bersifat tradisional. Wakaf hanya berorientasi pada aset seperti tanah, gedung dan lain-lain. Sehingga wakaf hanya dilakukan oleh golongan orang tua dan kaum the haves (golongan berada). Padahal wakaf juga dapat diberikan dalam bentuk uang. Upaya ini juga telah dilakukan pemerintah, dengan dicanangkannya Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) oleh Presiden Jokowi pada 25 Januari 2021 lalu.

“Perlu lebih gencar lagi memberikan sosialisasi dan edukasi terkait wakaf kepada seluruh kalangan masyarakat khususnya kepada generasi milenial,” urainya.

Kedua, lanjut Wapres, perlunya teknologi digital untuk pengelolaan wakaf. Dengan dicanangkannya GNWU Sumatera Berwakaf dan Riau Berwakaf. Wakaf yang akan disampaikan oleh masyarakat akan semakin beragam.

“Dibutuhkan sistem digital agar transaksi menjadi lebih mudah, transparan dan terjaga akuntabilitasnya,” jelasnya.

Upaya ketiga, menurut Wapres, diperlukan sumber daya manusia (SDM) berkompeten di bidang wakaf agar pengelolaan wakaf dapat lebih profesional dan kepercayaan publik terus terjaga.

“Pengelolaan wakaf harus ditangani oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di bidang wakaf, dan pengelolaan wakaf merupakan pekerjaan utama dan bukan pekerjaan sampingan. Untuk menghasilkan sumber daya manusia berkompeten di bidang wakaf, kiranya perlu didukung oleh pemerintah setempat ataupun lembaga filantropi yang menaunginya,” tambahnya.

Dengan wakaf uang ini, Wapres mencatat, beberapa negara telah menggunakannya untuk pembangunan.  

Di Kuwait misalnya, dana wakaf terus berkembang dalam berbagai proyek investasi pembangunan properti, pertokoan, pemukiman selain masjid-masjid. 

Sementara di Mesir, dana wakaf juga dikembangkan melalui investasi infrastruktur seperti pengelolaan terusan Suez dan untuk pembiayaan Universitas Al-Azhar.

“Dengan demikian dana wakaf dapat terus berkembang dan memberikan manfaat kepada umat. Oleh karena itulah maka wakaf dinamakan sebagai sedekah jariyah yang pahalanya mengalir terus kepada pemberi wakaf (wakif),” ucap Wapres.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres memberikan apresiasi kepada Gubernur Riau dan juga masyarakat Riau atas inisiatif mereka menjadikan “Gerakan Sadar Wakaf” menjadi gerakan moral bersama di Provinsi Riau dan diperluas hingga mencakup wilayah Sumatera.

“Semoga gerakan ini menambah motivasi, semangat.dan juga menjadi contoh bagi masyarakat di daerah lainnya untuk menggelorakan gerakan wakaf,” harapnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, ekonomi Indonesia pada 2021 khususnya di triwulan II yang lalu tumbuh tinggi, yaitu 7,07%. Secara keseluruhan wilayah-wilayah di Indonesia juga tumbuh termasuk wilayah Sumatera.  

Selain itu, untuk sektor industri halal yang mencakup makanan halal, muslim fashion, dan pariwisata ramah muslim juga tumbuh lebih tinggi yaitu 8,24%. 

Perry pun mengimbau seluruh pemangku kepentingan agar bersama-sama bersinergi untuk memajukan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.

“Sejalan dengan tema FESyar tahun 2021 ini yakni bersinergi membangun ekonomi dan keuangan syariah untuk memperkuat momentum pemulihan ekonomi regional, mari kita terus berjamaah beristikhomah dan bersungguh-sungguh, bermujahadah dalam memajukan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia,” ungkapnya.

Sementara, Gubernur Riau Syamsuar melaporkan, Gerakan Riau Berwakaf yang diluncurkan pada 3 Agustus 2021 ini telah berhasil mengumpulkan dana wakaf lebih dari Rp600 miliar dengan penambahan 4.000 milenial sebagai wakif baru yang melakukan wakaf uang secara digital.  

Gubri pun mengimbau seluruh kepala daerah di wilayah Sumatera untuk terus mengkampanyekan gerakan ini kepada masyarakat.

“Saya mengajak teman-teman kepala daerah se Sumatera untuk bersama-sama mengembangkan Islamic Social Finance khususnya wakaf ini sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan kegiatan Gerakan Sadar Wakaf di Sumatera dapat terus bergulir ke berbagai regional lain sehingga menjadi gerakan nasional yang masif dan berkelanjutan, tentunya kegiatan yang sangat positif ini dapat menjadi motivasi kita selaku umat muslim menggerakkan kepedulian sosial dan ekonomi melalui wakaf,” harapnya.

Patut diketahui, Gerakan Sadar Wakaf “Sumatera Berwakaf” ini merupakan rangkaian acara Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2021 yang diselenggarakan pada 10 s.d.15 Agustus 2021. 

Rangkaian acara FESyar lainnya adalah Tabligh Akbar “Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443H”, Webinar “Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Sumatera Melalui Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah”, Webinar “Penguatan Model Bisnis Usaha Syariah (Pesantren dan Non Pesantren) melalui Business Linkage”, Business Coaching “Fundamental of Business Management for Halal Food & Modest Fashion”, Webinar “Sertifikasi dan Pengembangan Usaha Halal”, Workshop Peluang Bisnis Dalam Halal Lifestyle (Food & Fashion), Webinar “Model Pemberdayaan Ekonomi Produktif Melalui Optimalisasi Dana ZISWAF”, Webinar “Diseminasi Laporan Ekonomi & Indeks Literasi Syariah, Workshop “Hijrah ke Halal Lifestyle (Food, Fashion and Finance)”, dan Talkshow “Wirausaha Muda Syariah”.

Selain Gubernur BI dan Gubernur Riau, hadir pula dalam acara tersebut Ketua BWI Nasional Mohammad Nuh, Kepala Kantor Perwakilan BI Riau Decymus, Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan Dwi Irianti Hadiningdyah, Presiden Direktur Karim Consulting Indonesia Adimarwan Azwar Karim, Ketua MUI Riau Ilyas Husti, para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Ketua BWI, Ketua Baznas, Ketua Masyarakat Ekonomi Islam, Ketua Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia seluruh wilayah Sumatera dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi dan Kabupaten/Kota Seluruh Wilayah Sumatera. Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Staf Khusus Wapres.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA

Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial

Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026

Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM

Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM

Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA

Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial

Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026

Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM

Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Meski WFA Pasca Idul Fitri, KUA Tenayan Raya Tetap Layani Nikah di Balai dan Luar Balai
27 Maret 2026
Rapat Bersama BKD, Bupati Siak Afni Dorong Optimalisasi Peningkatan PAD
27 Maret 2026
Apel Perdana Pasca Lebaran, Afni: Kita Wajib Survive dalam Kondisi Apapun
25 Maret 2026
Terima Tokoh Lintas Agama, Muliardi: Kerukunan yang Telah Terjalin Harus Terus Kita Rawat dan Tingkatkan
26 Maret 2026
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA
25 Maret 2026
Safari Ramadhan di Masjid Al-Adzim Polda Riau, Kapolri Imbau Semua Pihak Swaspada Terhadap Narasi-Narasi Provokatif
17 Maret 2026
Syahrial Abdi: Kebijakan Ini Mewajibkan Setiap Pegawai untukTtetap Produktif Meski Tidak Berada di Kantor
16 Maret 2026
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
24 Maret 2026
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
  • 2 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 3 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 4 Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
  • 5 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 6 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 7 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 8 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 9 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved