• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum
Dibaca : 164 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda
Dibaca : 184 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Evaluasi Kebijakan Pelayanan Pewarganegaraan
Dibaca : 167 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
Dibaca : 166 Kali
Anindya Bakrie: Modal, Teknologi dan Inovasi Harus Mengalir ke Daerah
Dibaca : 185 Kali

  • Home
  • Sosialita

Gambut Memiliki Peran Vital Mengurangi Bencana Hidrometeorologi

Zulmiron
Rabu, 26 Agustus 2020 18:57:46 WIB
Cetak
Peserta pelatihan Webinar Pelatihan Bagi Pelatih Berbasis Lapangan dalam Pengembangan Budidaya Berkelanjutan Paludikultur di Ruang Meeting Harmoni 21 Hotel, Kecamatan Siak, Rabu (26/08/2020) siang.

Siak, Hariantimes.com - Gambut memiliki peran vital dalam mengurangi bencana hidrometeorologi. Peran vital itu terus diupayakan pelestariannya. 

Salah satunya mempraktikkan prinsip paludikultur dalam menjalankan kegiatan budidaya di lahan gambut. Terutama pada daerah yang memiliki lahan gambut yang luas termasuk Kabupaten Siak.

"Banyak pihak beranggapan okosistem gambut memiliki produktifitas rendah, lahan marjinal dan sulit diupayakan. Namun ekosistem gambut nyatanya sangat mendukung pembangunan dan kehidupan masyarakat. Hal ini didasari oleh gambut sebagai penyimpan karbon, serta rumah bagi keanekaragaman hayati," terang Deputi IV Badan Restorasi Gambut (BRG) RI Dr Haris Gunawan saat acara Webinar Pelatihan Bagi Pelatih Berbasis Lapangan dalam Pengembangan Budidaya Berkelanjutan Paludikultur di Ruang Meeting Harmoni 21 Hotel, Kecamatan Siak, Rabu (26/08/2020) siang.

Kegiatan ini juga di hadiri Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Siak, Pimpinan OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak,dan puluhan peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Siak.

Haris menekankan, budidaya pada lahan gambut, termasuk di Kabupaten Siak harus benar-benar memahami karakteristik gambut. Yakni berada dalam kondisi basah dengan tinggi muka air (TMA) harus lebih tinggi dari -0.4 m sepanjang tahun.

Hingga saat ini, beber Harris, BRG telah mengidentifikasi spesies potensial, nilai keekonomian komoditas, serta melakukan berbagai penelitian atau uji coba di lapangan. Minimal terdapat tiga faktor penting paludikultur dapat lebih dikembangkan di Kabupaten Siak yaitu partisipasi masyarakat, keterlibatan sektor swasta/dunia usaha, dan kebijakan penataan ulang lanskap ekosistem gambut yang bersinergi.

"Kami sangat berharap peran serta Pemerintah Daerah dan masyatakat untuk bersama-sama melestarikan ekosistem gambut, salah satunya dengan mendukung restorasi gambut serta mempraktekkan sistem paludikultur dalam pengolahan lahan gambut untuk kemajuan ekonomi masyarakat," harapnya.

Menurut Harris, kondisi hidrologi gambut menjadi 3 bagian. Yakni gambut yang tergenang sepanjang tahun, gambut yang tergenang selama musim hujan dan gambut yang sudah kering. 

"Paludikultur bisa dilakukan secara langsung pada kondisi gambut tergenang. Kondisi genangan ini menjadi faktor pembatas bagi tanaman tertentu, namun juga menjadi peluang untuk kegiatan perikanan. Dalam kondisi demikian, agrosilvofishery merupakan  bentuk adaptasi dan integrasi sumber daya dan budidaya pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menerapkan prinsip-prinsip paludikultur," jelas Harris seraya mengatakan, setidaknya terdapat 6 jenis tanaman hortikultura adaptif genangan yang dibudidayakan. Di mana cabai keriting merupakan tanaman dengan benefit cost ratio yang paling tinggi (3.3). Untuk  tanaman kehutanan terdapat Shorea balangeran yang mencapai penambahan diameter  hingga 3.15 cm/tahun dan dari sisi perikanan terdapat 13 jenis ikan lokal yang dibudidayakan dan terselamatkan dari kepunahan.

"Untuk mendorong kegiatan ekonomi  masyarakat berbasis paludikultur, peran masyarakat sangat penting. Di mana Green Circular Economy Concept harus diterapkan. Membuat masyarakat kita memahami kondisi sekitarnya dan mendorong keberdayaan dan kemandirian secara lokal, menjadi kunci utama konsep ini," ulas Haris sembari mencontohkan berbagai ide kreatif pengembangan paludikultur oleh masyarakat, seperti peternakan bebek/kambing/sapi secara terpadu, pemanfaatan limbah organik untuk menjadi pupuk organik dan compost block, budidaya lebah, burung walet, ikan hias, pembuatan silase,  pemanfaatan serat nanas, pembuatan pelet ikan dan  albumin dari ikan rawa.

Konsep kreatif lainnya yaitu pemanfaatan purun sebagai bahan anyaman, sedotan, dan bahan makanan, pemanfaatan teratai untuk bahan tepung dan bahan piring ramah lingkungan.

Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Siak Budhi Yuwono menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mendukung pengembangan paludikultur, sebagai praktik pengelolaan lahan gambut Aladaptif berkelanjutan. Karena paludikultur bukanlah konsep baru dalam hal pengelolaan gambut di Kabupaten Siak. 

Menurut Budhi Yuwono, pola pertanian Paludikultur sudah sejak 2015 diterapkan oleh petani Kabupaten Siak.

"Paludikultur ini sejak lama kami terapkan, tepatnya sejak tahun 2015 bagaimana kami berupaya mencegah kebakaran hutan dan lahan, dimana faktor utamanya ialah keterbatasan pengetahuan dan kemampuan petani (masyarakat) dalam mengolah lahan gambut serta pemilihan jenis tanaman yang kurang tepat," jelasnya.

Budhi Yuwono juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan mlaksanakan Webinar Pelatihan tersebut, agar penerapan Paludikultur di Kabupaten Siak dapat dikembangkan, sehingga  masyarakat (petani) mampu mengolah lahan gambut dengan baik.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Siak tentunya sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPPM Unri dan Badan Restorasi Gambut yang telah berinisiasi dan melaksanakan pelatihan ini. Semoga dengan adanya pelatihan dan berbagai seminar akan menjadikan pengelolaan lahan gambut di Kabupaten Siak kedepannya lebih baik," ujarnya.

Sekretatis Satgas Covid-19 Kabupaten Siak itu juga mengingatkan, seluruh peserta pelatihan untuk memperhatikan protokol kesehatan sbagai upaya bersama mencegah penyebaran covid-19.

"Kami berharap seluruh peserta pelatihan nantinya dapat menjadi pelopor gerakan Paludikultur di wilayah masing-masing. Sehingga selain gambut dapat bermanfaat secara ekonomis bagi masyarakat sekaligus meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Saya juga berharap kepada kita semua agar pelaksanaan kegiatan ini dengan memperhatikan protokol kesehatan sebagai upaya kita menekan penyebaran covid-19," harapnya.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum

Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Evaluasi Kebijakan Pelayanan Pewarganegaraan

Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing

Kepala SMPN 1 Mempura Winda Harniati Tampil Membawakan Syair Melayu

Abu Rokhmad Sebut Penghulu dan Penyuluh Dua Sayap Pesawat Bimas Islam

Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum

Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Evaluasi Kebijakan Pelayanan Pewarganegaraan

Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing

Kepala SMPN 1 Mempura Winda Harniati Tampil Membawakan Syair Melayu

Abu Rokhmad Sebut Penghulu dan Penyuluh Dua Sayap Pesawat Bimas Islam



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum
24 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda
24 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Evaluasi Kebijakan Pelayanan Pewarganegaraan
24 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
24 September 2026
Anindya Bakrie: Modal, Teknologi dan Inovasi Harus Mengalir ke Daerah
24 September 2026
Kaukus Parlemen Hijau Riau Segera Dideklarasikan, Fraksi PKS Nyatakan Dukungan
24 September 2026
Kepala SMPN 1 Mempura Winda Harniati Tampil Membawakan Syair Melayu
24 September 2026
Abu Rokhmad Sebut Penghulu dan Penyuluh Dua Sayap Pesawat Bimas Islam
23 September 2026
Tuan Rumah ICoSTech 2026, UIR Perkuat Kolaborasi Riset Dan Inovasi Internasional
23 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Rapat Pengharmonisasian Ranperbup Bengkalis tentang Standar Harga Satuan
23 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Dampak Kebijakan Pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris
  • 2 Kakanwil Kemenkum Riau Berikan Masukan Perubahan Permenkum Nomor 11 Tahun 2026
  • 3 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
  • 4 PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkenalkan Inovasi HARMONITAS
  • 6 Silaturahmi dengan SMSI Riau, Fikri Fardhian: Media Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi yang Akurat ke Masyarakat
  • 7 Di Tengah Disrupsi AI, Syahrul Aidi: Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Pers
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Bantuan Hukum Pro Bono bagi Tahanan dan Pelaksanaan Pidana Alternatif
  • 9 Perkenalkan Diri ke PWI, Fikri Fardhian: Hubungan PHR dengan Insan Pers Harus Terjalin Seperti Saudara
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved