• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Demi Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Siak Dukung KPK Benahi PI 10 Persen Migas
Dibaca : 157 Kali
Pemkab Siak Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Produktif Dorong PAD dan Kesejahteraan Warga.
Dibaca : 184 Kali
Pemkab Siak Pastikan Bayar Gaji ke 13 Dari APBD
Dibaca : 182 Kali
KKP Pastikan Investasi di KITB Tetap Jalan, Penyegelan Bersifat Sementara
Dibaca : 192 Kali
Bupati Siak Dorong KITB Kembali Jadi PSN dan Revitalisasi Istana Kesultanan Siak
Dibaca : 182 Kali

  • Home
  • Sosialita

Gambut Memiliki Peran Vital Mengurangi Bencana Hidrometeorologi

Zulmiron
Rabu, 26 Agustus 2020 18:57:46 WIB
Cetak
Peserta pelatihan Webinar Pelatihan Bagi Pelatih Berbasis Lapangan dalam Pengembangan Budidaya Berkelanjutan Paludikultur di Ruang Meeting Harmoni 21 Hotel, Kecamatan Siak, Rabu (26/08/2020) siang.

Siak, Hariantimes.com - Gambut memiliki peran vital dalam mengurangi bencana hidrometeorologi. Peran vital itu terus diupayakan pelestariannya. 

Salah satunya mempraktikkan prinsip paludikultur dalam menjalankan kegiatan budidaya di lahan gambut. Terutama pada daerah yang memiliki lahan gambut yang luas termasuk Kabupaten Siak.

"Banyak pihak beranggapan okosistem gambut memiliki produktifitas rendah, lahan marjinal dan sulit diupayakan. Namun ekosistem gambut nyatanya sangat mendukung pembangunan dan kehidupan masyarakat. Hal ini didasari oleh gambut sebagai penyimpan karbon, serta rumah bagi keanekaragaman hayati," terang Deputi IV Badan Restorasi Gambut (BRG) RI Dr Haris Gunawan saat acara Webinar Pelatihan Bagi Pelatih Berbasis Lapangan dalam Pengembangan Budidaya Berkelanjutan Paludikultur di Ruang Meeting Harmoni 21 Hotel, Kecamatan Siak, Rabu (26/08/2020) siang.

Kegiatan ini juga di hadiri Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Siak, Pimpinan OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak,dan puluhan peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Siak.

Haris menekankan, budidaya pada lahan gambut, termasuk di Kabupaten Siak harus benar-benar memahami karakteristik gambut. Yakni berada dalam kondisi basah dengan tinggi muka air (TMA) harus lebih tinggi dari -0.4 m sepanjang tahun.

Hingga saat ini, beber Harris, BRG telah mengidentifikasi spesies potensial, nilai keekonomian komoditas, serta melakukan berbagai penelitian atau uji coba di lapangan. Minimal terdapat tiga faktor penting paludikultur dapat lebih dikembangkan di Kabupaten Siak yaitu partisipasi masyarakat, keterlibatan sektor swasta/dunia usaha, dan kebijakan penataan ulang lanskap ekosistem gambut yang bersinergi.

"Kami sangat berharap peran serta Pemerintah Daerah dan masyatakat untuk bersama-sama melestarikan ekosistem gambut, salah satunya dengan mendukung restorasi gambut serta mempraktekkan sistem paludikultur dalam pengolahan lahan gambut untuk kemajuan ekonomi masyarakat," harapnya.

Menurut Harris, kondisi hidrologi gambut menjadi 3 bagian. Yakni gambut yang tergenang sepanjang tahun, gambut yang tergenang selama musim hujan dan gambut yang sudah kering. 

"Paludikultur bisa dilakukan secara langsung pada kondisi gambut tergenang. Kondisi genangan ini menjadi faktor pembatas bagi tanaman tertentu, namun juga menjadi peluang untuk kegiatan perikanan. Dalam kondisi demikian, agrosilvofishery merupakan  bentuk adaptasi dan integrasi sumber daya dan budidaya pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menerapkan prinsip-prinsip paludikultur," jelas Harris seraya mengatakan, setidaknya terdapat 6 jenis tanaman hortikultura adaptif genangan yang dibudidayakan. Di mana cabai keriting merupakan tanaman dengan benefit cost ratio yang paling tinggi (3.3). Untuk  tanaman kehutanan terdapat Shorea balangeran yang mencapai penambahan diameter  hingga 3.15 cm/tahun dan dari sisi perikanan terdapat 13 jenis ikan lokal yang dibudidayakan dan terselamatkan dari kepunahan.

"Untuk mendorong kegiatan ekonomi  masyarakat berbasis paludikultur, peran masyarakat sangat penting. Di mana Green Circular Economy Concept harus diterapkan. Membuat masyarakat kita memahami kondisi sekitarnya dan mendorong keberdayaan dan kemandirian secara lokal, menjadi kunci utama konsep ini," ulas Haris sembari mencontohkan berbagai ide kreatif pengembangan paludikultur oleh masyarakat, seperti peternakan bebek/kambing/sapi secara terpadu, pemanfaatan limbah organik untuk menjadi pupuk organik dan compost block, budidaya lebah, burung walet, ikan hias, pembuatan silase,  pemanfaatan serat nanas, pembuatan pelet ikan dan  albumin dari ikan rawa.

Konsep kreatif lainnya yaitu pemanfaatan purun sebagai bahan anyaman, sedotan, dan bahan makanan, pemanfaatan teratai untuk bahan tepung dan bahan piring ramah lingkungan.

Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Siak Budhi Yuwono menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mendukung pengembangan paludikultur, sebagai praktik pengelolaan lahan gambut Aladaptif berkelanjutan. Karena paludikultur bukanlah konsep baru dalam hal pengelolaan gambut di Kabupaten Siak. 

Menurut Budhi Yuwono, pola pertanian Paludikultur sudah sejak 2015 diterapkan oleh petani Kabupaten Siak.

"Paludikultur ini sejak lama kami terapkan, tepatnya sejak tahun 2015 bagaimana kami berupaya mencegah kebakaran hutan dan lahan, dimana faktor utamanya ialah keterbatasan pengetahuan dan kemampuan petani (masyarakat) dalam mengolah lahan gambut serta pemilihan jenis tanaman yang kurang tepat," jelasnya.

Budhi Yuwono juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan mlaksanakan Webinar Pelatihan tersebut, agar penerapan Paludikultur di Kabupaten Siak dapat dikembangkan, sehingga  masyarakat (petani) mampu mengolah lahan gambut dengan baik.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Siak tentunya sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPPM Unri dan Badan Restorasi Gambut yang telah berinisiasi dan melaksanakan pelatihan ini. Semoga dengan adanya pelatihan dan berbagai seminar akan menjadikan pengelolaan lahan gambut di Kabupaten Siak kedepannya lebih baik," ujarnya.

Sekretatis Satgas Covid-19 Kabupaten Siak itu juga mengingatkan, seluruh peserta pelatihan untuk memperhatikan protokol kesehatan sbagai upaya bersama mencegah penyebaran covid-19.

"Kami berharap seluruh peserta pelatihan nantinya dapat menjadi pelopor gerakan Paludikultur di wilayah masing-masing. Sehingga selain gambut dapat bermanfaat secara ekonomis bagi masyarakat sekaligus meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Saya juga berharap kepada kita semua agar pelaksanaan kegiatan ini dengan memperhatikan protokol kesehatan sebagai upaya kita menekan penyebaran covid-19," harapnya.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Wujudkan Kebijakan Berbasis Bukti, Kemenkum Riau Ikuti Forum Policy Talks Series II

Kanwil Kemenkum Gelar Forum Ilmiah Bertajuk Sinkronisasi dan Koordinasi Penguatan Peran Penyuluh Hukum

Penuhi Rencana Aksi Triwulan II, Kemenkum Riau Ikuti Audiensi Merek Kolektif secara Virtual

Kemenkum Riau Fasilitasi Rapat Koordinasi Kukerta Berdampak FH Unri dan Pemkab Kampar

Kemenko Kumham Imipas dan Kanwil Kemenkum Riau Matangkan Penguatan Peran Penyuluh Hukum Nasional

Sinergi Optimalkan Layanan Hukum, Kemenkum Riau Terima Kunjungan Ditjen AHU

Wujudkan Kebijakan Berbasis Bukti, Kemenkum Riau Ikuti Forum Policy Talks Series II

Kanwil Kemenkum Gelar Forum Ilmiah Bertajuk Sinkronisasi dan Koordinasi Penguatan Peran Penyuluh Hukum

Penuhi Rencana Aksi Triwulan II, Kemenkum Riau Ikuti Audiensi Merek Kolektif secara Virtual

Kemenkum Riau Fasilitasi Rapat Koordinasi Kukerta Berdampak FH Unri dan Pemkab Kampar

Kemenko Kumham Imipas dan Kanwil Kemenkum Riau Matangkan Penguatan Peran Penyuluh Hukum Nasional

Sinergi Optimalkan Layanan Hukum, Kemenkum Riau Terima Kunjungan Ditjen AHU



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Demi Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Siak Dukung KPK Benahi PI 10 Persen Migas
25 Juni 2026
Pemkab Siak Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Produktif Dorong PAD dan Kesejahteraan Warga.
24 Juni 2026
Pemkab Siak Pastikan Bayar Gaji ke 13 Dari APBD
24 Juni 2026
KKP Pastikan Investasi di KITB Tetap Jalan, Penyegelan Bersifat Sementara
24 Juni 2026
Bupati Siak Dorong KITB Kembali Jadi PSN dan Revitalisasi Istana Kesultanan Siak
24 Juni 2026
SPMB SD dan SMP Kabupaten Siak Tahun Ajaran 2026/2027 Dilaksanakan Secara Online
24 Juni 2026
Wujudkan Kebijakan Berbasis Bukti, Kemenkum Riau Ikuti Forum Policy Talks Series II
24 Juni 2026
Kanwil Kemenkum Gelar Forum Ilmiah Bertajuk Sinkronisasi dan Koordinasi Penguatan Peran Penyuluh Hukum
24 Juni 2026
Penuhi Rencana Aksi Triwulan II, Kemenkum Riau Ikuti Audiensi Merek Kolektif secara Virtual
24 Juni 2026
1.443 Wisudawan Dikukuhkan, UIR Kini Miliki 84.061 Alumni
24 Juni 2026
TERPOPULER +
  • 1 KLH/BPLH Perkuat Pencegahan Karhutla di Lahan Gambut Riau
  • 2 16 Tokoh Terima Anugerah SMSI 2026, Ketum SMSI Firdaus: Pers Merdeka Kunci Demokrasi Sehat
  • 3 Wadah Aspirasi Masyarakat, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik "PASTI ADA SOLUSI"
  • 4 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Protokol Notaris di Inhu
  • 5 Tinjau Inovasi CEOR Minas, Komisi VI DPR RI Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Ekosistem Kekayaan Intelektual di Rohil
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau dan FH Unri Perkuat Sinergi Kukerta Berdampak
  • 8 APP Group Perkuat Kolaborasi di Pelalawan
  • 9 Perkuat Akuntabilitas Organisasi, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis dan Evaluasi Peningkatan Kinerja
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved