• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 289 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 309 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 258 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 369 Kali
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
Dibaca : 370 Kali

  • Home
  • Meranti

Strategi Penanggulangan Kemiskinan di Daerah Meranti

Wabup: Mari Bersama-sama Kita Bangun Jiwa dan Raga Masyarakat

Redaksi
Senin, 02 Maret 2020 19:33:37 WIB
Cetak
Wabup Kepulauan Meranti H Said Hasyim saat membuka FGD Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2020, Senin (02/03/2020).
Meranti, Hariantimes.com - Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta membuat sebuah trobosan. 

Tidak perlu banyak program, cukup satu atau dua program saja. Namun fokus dan memberikan manfaat besar kepada masyarakat.

"Buat apa banyak program, tapi tidak fokus. Akhirnya habis begitu saja tanpa memberikan efek manfaat yang signifikan terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujar Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Meranti H Said Hasyim saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2020, Senin (02/03/2020).

Turut hadir Asisten III Sekdakab Meranti H Rosdaner SPd MSi, Nara Sumber Dr Azharuddin, Akademisi AMIK Adam Ria Putra MKom, Kepala Bappeda Meranti Dr Makmun Murod, Jajaran Pejabat Eselon II dan III di lingkungan Pemkab Meranti, Para Camat dan Kades se Kabupaten Meranti, perwakilan perbankan dan dunia usaha.

Menyikapi kegiatan yang ditaja oleh Bappeda Meranti ini, Wabup menyambut baik pelaksanaan Forum Group Discussion tersebut dan berharap melalui kegiatan itu dapat dirumuskan berbagai strategi jitu dalam rangka menyelesaian masalah kemiskinan di Meranti.

Sesuai dengan arahan dari Presiden, sebut Wabup, fokus pembangunan saat ini bukan hanya pada masalah fisik. Tapi yang lebih utama adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), yang dilanjutkan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Pada dasarnya, tujuan dari pembangunan adalah dalam rangka membangun jiwa dan raga masyarakat menuju masyarakat yang adil dan sejahtera. Namun kenyataan saat ini semua pihak belum terlalu fokus dalam upaya membangun jiwa dan raga masyarakat," ulas Wabup.

Menurut Wabup, pembangunan jiwa dan raga harus dimulai sejak dini dengan cara memberikan asupan gizi yang cukup kepada anak, dilanjutkan dengan pendidikan yang bermutu agar anak-anak Meranti tumbuh menjadi generasi emas yang mampu membangun Meranti lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Jika pembangunan jiwa dan raga ini sukses otomatis akan dikuti dengan suksesnya pembangunan fisik infrastuktur dan lainya tapi jika pembangunan jiwa dan raga gagal maka segala pembangunan yang dilakukan tidak akan memberikan dampak signifikan.

"Untuk masalah pembangunan jiwa dan raga masyarakat ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Tapi perlu sinergitas dan kerjasama mulai dari Pemerntahan Desa, Kecamatan, hingga Kabupaten melalui OPD terkait. Nantinya dirancang program-program yang harus sinkron dengan program yang ada di Kabupaten, Provinsi dan Nasional agar memudahkan dalam hal penyaluran bantuan dan pelaksanaan program," papar Wabup.

Dari hasil pengamatan Wabup, di tiap desa dengan melihat potensi yang ada sangat tidak mungkin masyarakat Meranti hidup miskin. Meranti memilki tanah yang subur dengan hasil perkebunan yang cukup memuaskan. Namun jika dihitung dari angka pendapatan dan data kesehatan, sebanyak 27 persen lebih penduduk Meranti masuk kategori miskin dengan angka Stunting yang cukup besar.

Intinya, masyarakat butuh bimbingan dari Desa, Kecamatan hingga Dinas terkait melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Agar lebih tepat sasaran Wabup meminta dalam penyusunan program jangan hanya dilakukan dibelakang meja. Tapi harus turun secara terus menerus kelapangan agar mengetahui secara detil kebutuhan masyarakat.

"Mari sama-sama secara bertahap dan bersama-sama kita bangun jiwa dan raga masyarakat," pungkas Wabup.

Sekedar informasi seperti dijelaskan Kepala Bappeda Meranti, Dr Makmun Murod, angka kemiskinan di Meranti 27 persen lebih masih yang tertinggi di Provinsi Riau. Untuk itu diperlukan perhatian serius dari dari semua OPD, dunia usaha serta akademisi untuk bersama-sama mengatasi kemiskinan di Meranti.

"Dengan kondisi kemiskinan kita yang cukup tinggi sudah sangat mendesak dilakukannya penyusunan strategi jitu dengan mengolah data secara cepat dan akurat," ujar Morod.

Saat ini seperti dijelaskan Murod dalam rangka sinergitas penanganan kemiskinan antar semua OPD sesuai dengan fungsinya masing-masing, Bappeda Meranti tengan membangun sebuah Aplikasi bekerjasama dengan AMIK Selatpanjang. 

"Semoga dengan Aplikasi yang mudah digunakan ini dapat mengintegrasikan semua program di OPD dalam upaya menekan angka kemiskinan, jadi tidak ada lagi oenggunaan aplikasi sendiri-sendiri yang hanya akan kenimbulkan perbedaan data," jelasnya lagi.

Selain penerapan sistem Aplikasi juga diperlukan Tim yang solid dan kuat yang dapat mengawal  upaya pengentasan kemiskinan ini baik dari Pemerintah Daerah, Sektor Swasta maupun Institusi Pendidikan. 

"Dengan begitu upaya menekan angka kemiskinan dapat dilakukan secara masif dan optimal," pungkas Murod.(*)

Penulis : Tengku Harzuin


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 2 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 3 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 4 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 5 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 6 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 7 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
  • 8 Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
  • 9 Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved