• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 289 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 309 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 258 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 369 Kali
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
Dibaca : 370 Kali

  • Home
  • Meranti

Hari Ketujuh Karhutla di Meranti

Petugas Gabungan Terus Berjibaku Lakukan Pendinginan dan Pemadaman

Redaksi
Ahad, 01 Maret 2020 01:59:39 WIB
Cetak
Giat pemadaman/pendinginan lokasi karhutla di Kecamatan Rangsang Pesisir terus dilakukan.
Meranti, Hariantimes.com - Giat pemadaman/pendinginan lokasi Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Bungur, Telesung dan Tanjung Kedabu Kecamatan Rangsang Pesisir terus dilakukan.

Buktinya, rombongan BKO Polda Riau yang dipimpin Dirpamobvit Polda Riau Kombes Pol Dolivar Manurung SIK MSi didampingi Kapolres Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH Wakapolres Meranti Kompol Irmadison SH, para Kasat dan Kapolsek serta Danramil 02 Tebingtinggi, Dinas Kehutanan Provinsi Riau, BPBD Kabupaten Meranti, PT SRL dan MPA serta masyarakat setempat  berjibaku 
melakukan giat pemadaman/pendinginan di hari ke-7, Sabtu (29/02/2020) siang. 

Namun upaya mengatasi karhutla) di lokasi mengalami kendala yang luar biasa. Pasalnya api yang mulanya padam, kini hidup kembali. Akan tetapi, hal itu bisa di atasi oleh petugas gabungan dengan penuh rasa sabar.

Awal mulanya, titik Api berasal dari Desa Telesung. Kemudian merambat ke Desa Tanjung Kedabu dan Bungur 
Dengan titik api di antaranya 1°6'6,776"N 102°54'49,208"E Desa Telesung (tahap pendinginan), 1°5'9,19932"N 102°53'19,005"E Desa Bungur (tahap pendinginan), 166,776°N 102°549'208"E Desa Tanjung Kedabu (tahap pendinginan), 1057,102.956 Desa Tanjung Kedabu (sedang ditangani/tahap pemadaman), 1058,102,95 Desa Tanjung Kedabu (sedang ditangani/tahap pemadaman), 1.061,102.949 Desa Tanjung Kedabu ( Sedang ditangani/tahap pemadaman), 1.065999999999999,102.9444 Desa Tanjung Kedabu (sedang ditangani/tahap pemadaman) serta 1.067,102.955 Desa Tanjung Kedabu (sedang ditangani/tahap pemadaman).

Diperkirakan luas lahan yang terbakar untuk Desa Telesung lebih kurang 10 ha, Desa Bungur lebih kurang 10 ha dan Desa Tanjung Kedabu (belum dapat ditafsirkan). Jenis lahan yang terbakar yaitu hutan lahan gambut dan untuk pelaku masih dalam lidik. 

Sementara  petugas di lapangan sudah melakukan upaya semaksimal mungkin dengan peralatan yang ada, serta peralatan manual (memadamkan api mengunkan ember dan kayu, red) juga dilakukan, bahkan masyarakat yang melewati lokasi juga ikut membantu. 

Menyikapi hal ini, kekuatan Personil yang melaksanakan pemadaman/pendinginan di antaranya 13 personil TNI, 84 personil BKO Polda Riau, 40 personil Polres Kepulauan Meranti, 17 personil Polsek Rangsang, 20 personil BPBD, 23 pegawai kecamatan, 10 karyawan PT SRL, 30 orang nasyarakat, 30 orang MPA, 19 orang Satpol PP dan 19 orang KLH Provinsi Riau.             

Di lokasi, Dirpamobvit Kombes Pol Dolifar Manurung SIk bersama Kapolres Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH didampingi Wakapolres Meranti Kompol Irmadison mengatakan, kendala d llapangan yakni akses jalan jauh dan harus merintis dan membuka jalan untuk dapat masuk ke lokasi yang terbakar.

Kapolres mengatakan, cuaca panas disertai angin kencang berhembus dikarenakan berdekatan dengan laut. Tidak tertutup kemungkinan dapat menimbulkan kembali titik api dari sisa-sisa kebakaran. Karena kemungkinan sisa api masih ada di dalam tanah bergambut dan sulitnya mendapat sumber air untuk melakukan pemadaman karlahut.

"Petugas di lapangan kendalanya pada air dan akses jalan. Sementara anggota di lapangan bersama masyarakat harus mengali tanah untuk mendapatkan air. Dan air tersebut tidak bisa tahan lama dan cepat kering serta harus mencari sumber air (nenggali lagi, red) di lokasi baru, " jelas Kapolres saat dijumpai awak media.

Dijelaskan Kapolres, untuk kondisi terakhir pada pukul 18.30 WIB dan titik api di Desa Tanjung Kedabu masih terpantau dan kegiatan pemadaman/pendinginan sudah di berhentikan dan dilanjutkan besok pagi. 

"Kita alat berat sudah ada dari PT SRL seperti yang sebelumnya dilakukan untuk pembuatan embung guna menambahkan sumber air di Desa Bungur. Namun pada saat alat berat bergerak menuju Desa Tanjung Kedabu guna menambah embung di TKP, mengalami kendala. Yakni 2 unit alat berat terperosok dan tidak bisa melanjutkan untuk menuju ke Tanjung Kedabu," ungkapnya. 

Selanjutnya, hanya ada 2 alat yang bergerak ke Tanjung Kedabu mengalami rusak dikarenakan terperosok dan sedang dilakukan upaya pergeseran malam ini guna bisa diarahkan untuk menuju TKP Tanjung Kedabu. 

"Pada saat adanya titik api di Desa Bungur dengan adanya 2 alat tersebut bisa diberdayakan guna membuat embung besar. Sehingga air dapat mudah digunakan untuk memompa ke sumber titik api," jelasnya. 

Ditempat terpisah, Kasi Karhutla dan Kecelakaan, BPBD Kepulauan Meranti Ekaliptus mengatakan, saat ini pihaknya masih berada di lokasi Dusun Ladang Kecik Desa Telesung dan anggota yang lain sudah 7 hari di lokasi Karhutla.(*)


Penulis : Tengku Harzuin


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 2 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 3 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 4 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 5 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 6 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 7 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
  • 8 Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
  • 9 Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved