• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Sasar 17 Desa di Wilayah 3T
Dibaca : 203 Kali
100.000 Jemaah Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Dibaca : 202 Kali
SMSI Dukung PKPA dan Pendidikan Mediator
Dibaca : 209 Kali
Prabowo Ajak Jajaran Kadin Indonesia Perkuat Kolaborasi antara Pemerintah dan Dunia Usaha
Dibaca : 286 Kali
Ingin Lanjut S2 Komunikasi? UIR Buka Pendaftaran hingga 22 Agustus 2026
Dibaca : 318 Kali

  • Home
  • Politik

Hasil Survey Election Corner Dipersoalkan Unri, Sujarwo: Saat Dr Tito Sebut Alfedri Unggul, Kenapa tak Ribut?

Zulmiron
Kamis, 21 November 2024 14:23:04 WIB
Cetak
Anggota DPRD Siak Sujarwo SM.

Siak, Hariantimes.com - Hasil survei dosen FISIP Unri Dr Tito Handoko terkait Pilkada Siak 2024 menghebohkan.

Sebab hasil survei menempatkan tingkat keterpilihan Afni-Syamsurizal 40,76 persen, Alfedri-Husni Merza 23,97 persen, Irving-Sugianto 16,87 persen dan belum menentukan pilihan 18,40 persen. Artinya Bupati Petahana diprediksi terjungkal oleh Srikandi Siak.

Hasil survei ini mendapat reaksi keras dari kalangan petahana Alfedri-Husni. Mereka tidak menerima hasil survey ini sehingga para pendukungnya menunjukkan reaksi berlebihan di media sosial.

Seiring dengan itu, muncul pula pernyataan resmi dari Dekan FISIP Unri bahwa pihaknya tidak pernah melakukan survey terhadap calon kepala daerah manapun.

Baca Juga :
  • KPU dan PWI Pekanbaru Teken MoU Perkuat Sinergi Informasi dan Tangkal Hoaks Pemilu
  • Rakerwil I PAN Riau Hasilkan Sejumlah Rekomendasi, Sahidin: Jika Kita Solid dan Kompak, Kerja Mudah Dapat Dilaksanakan
  • Lantik DPW dan 12 DPD PAN se Riau, Zulkifli Hasan: Kepengurusan Ini Harus Segera Menyentuh Aspirasi Rakyat

Dalam pernyataan resmi tersebut, Unri juga meminta Dr Tito meminta maaf dan melakukan klarifikasi kepada publik.

Anggota DPRD Siak Sujarwo SM sangat menyayangkan sikap reaktif FISIP Unri. Dan mengatakan, kampus seharusnya tidak perlu ikut politik praktis dan menghargai karya ilmiah. Setiap Dosen mempunyai hak untuk melakuan riset independen tanpa perlu mengantongi izin ke struktural Fakultas.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 14 tahun 2015 tentang Guru dan Dosen pada pasal 60 dinyatakan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berkewajiban antara lain melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kita harus pahami dahulu bahwa riset ini dilaksanakan oleh siapa? Dr Tito sebagai Dosen atau FISIP Unri? Kenapa saat Dr Tito pernah mengeluarkan release bahwa Alfedri ungguli Afni, tidak ada pihak Unri ataupun Petahana yang protes? Sekarang Afni yang disebut menang oleh orang yang sama (Dr Tito), kenapa ribut?," ujar Sujarwo, Kamis (21/11/2024).

Nama Dr Tito bukanlah figur baru di dunia penelitian politik Riau. Akademisi ini juga melakukan riset independen untuk mengetahui prediksi ilmiah hasil Pilkada di berbagai Kabupaten/Kota.

Pada Juli 2024 lalu, Dr Tito menyatakan bahwa pendatang baru Dr.Afni sangat sulit mengalahkan petahana Alfedri. Namun ketika disurvey ulang awal bulan November, terjadi anomali politik.

Dukungan masyarakat kepada Srikandi kelahiran Siak Dr Afni yang diusung Partai Golkar, Nasdem, Demokrat dan Partai Umat jauh mengungguli petahana. Hal ini disebabkan karena banyak faktor, termasuk kuatnya figur Calon Bupati perempuan pertama itu diterima oleh masyarakat Siak. Serangan politik soal perempuan tak bisa memimpin yang dilancarkan pihak petahana, justru menguntungkan Dr Afni yang juga seorang akademisi.

Sujarwo mengatakan, jika riset dilakukan oleh Dr Tito sebagai insan akademis, maka tidak ada hak Unri untuk melakukan intimidasi atau intervensi terhadap hasil survey.

“Apalagi ini riset independen yang kebetulan dilakukan oleh Dosen Unri, tentu tidak etis jika ada intervensi di kalangan akademisi. Semua orang nanti jadi berprasangka, apa jangan-jangan karena Rektor Unri adalah kakak iparnya Pak Alfedri? Inikan jadi tidak baik ,” kata Sujarwo sembari juga menyayangkan Unri menggunakan kekuasaan strukturalnya untuk menekan Dr Tito dengan menuntut permintaan maaf kepada publik. Tekanan ini, kata Sujarwo melanggar hak peneliti dan ketentuan etik lembaga terhadap para peneliti.

“Apalagi kita tahu Dr Tito bukan anak kemarin sore dalam dunia riset, ia sudah belasan tahun berkecimpung di dunia riset, tentu menyandang reputasi yang baik yang tidak mungkin mengorbakan itu demi Pilkada sesaat ini,” ujar Sujarwo.

Sujarwo meyakini hasil survei yang beredar lewat media massa sejak kemarin merupakan penelitian yang dilaksanakan Dr Tito secara independen. Tujuannya untuk meneropong dan mengetahui kondisi dan situasi Pilkada Siak yang terkesan adem ayem.

“Bagi peneliti semacam Dr Tito, tentu akan menarik melihat situasi politik di akar rumput terkait petahana yang dilawan dua kandidat penantang. Ternyata hasil risetnya menyebut petahana tumbang karena beragam faktor,” katanya.

Menariknya, kata Sujarwo, sebelum pendaftaran kandidat di KPU, Dr Tito pernah speak up di media massa bahwa Alfedri-Husni sulit ditumbangkan. Seiring berjalannya waktu, momentum dan sentimen positif didapatkan Afni -Syamsurizal sehingga menyalip Alfedri -Husni.

“Dalam hal ini kita melihat independensi seorang Dr Tito yang berbasiskan hasil riset, bukan berbasiskan kepentingan politik praktis,” ujarnya.

Hasil risetnya menunjukkan Afni-Syamsurizal tertinggi, otomatis petahana merasa tidak diuntungkan. Merasa tidak diuntungkan ini menimbulkan reaksi negatif dari kalangan petahana tersebut sehingga petahana memainkan relasi kekuasannya dengan pihak Unri.

Sujarwo juga mengungkap Dr Tito tidak mempunyai singgungan apapun dengan Afni maupun Syamsurizal. Buktinya, kubu Afni-Syamsurizal pernah menolak Dr Tito sebagai panelis debat publik di KPU Siak.

“Tim kami menolak Tito sebagai salah satu panelis karena melihat komentar Tito di media massa menjelang pendaftaran ke KPU yang menguntungkan Alfedri terkait periodesasi. Jadi penolakan itu justru datang dari Afni-Syamsurizal. Dengan demikian apakah mungkin Dr Tito mempunyai kepentingan dengan Afni? tentu tidak,” ujar Sujarwo.

Menurutnya Dr Tito telah melakukan pekerjaannya sebagai peneliti dengan baik, independen dan bebas dari kepentingan siapapun, kecuali untuk kepentingan ilmu pengetahuan. 

“Rektor Unri juga tidak boleh intervensi dosen peneliti karena mempunyai hubungan kekelurgaan dengan petahana di Siak,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, survey yang dilakukan Dr Tito  melibatkan 1.310 responden dengan MoE ±2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%, dilaksanakan melalui sample dari seluruh Kampung/Desa se Kabupaten Siak, dengan periode survey dilakukan 28 Oktober 2024 hingga 10 November 2024.

Hasilnya terjadi anomali politik, diprediksi petahana Alfedri-Husni akan tumbang oleh pasangan Afni-Syamsurizal.

Dr Tito Handoko MSi, yang juga Koordinator Election Corner (EC) FISIP Unri mengatakan di Pilkada Siak 2024, petahana sulit mempertahankan kekuasaannya karena ada potensi munculnya anomali politik. Anomali ini terjadi ketika petahana tidak lagi mendapat dukungan kuat dari masyarakat.  

“Dalam survey independen yang kami lakukan kami menemukan impresi positif justru diperoleh oleh paslon Afni-Syamsurizal, hal ini juga seiring dengan sentimen atau serangan pihak petahana soal isu gender yang justru memperkuat impresi positif pada Afni selaku Calon Bupati perempuan pertama di Siak," kata Dr.Tito.

Selain itu ia menemukan pergeseran suara yang signifikan pasca debat dan sepanjang tahapan kampanye Pilkada Siak 2024. Tingkat keterpilihan Afni-Syamsurizal berada pada posisi 40,76%; diikuti Alfedri-Husni Merza 23,97%; Irving-Sugianto 16,87% dan belum menentukan pilihan 18,40%. (*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Rakerwil I PAN Riau Hasilkan Sejumlah Rekomendasi, Sahidin: Jika Kita Solid dan Kompak, Kerja Mudah Dapat Dilaksanakan

Lantik DPW dan 12 DPD PAN se Riau, Zulkifli Hasan: Kepengurusan Ini Harus Segera Menyentuh Aspirasi Rakyat

Rabu Malam, Zulhas Lantik DPW PAN Riau dan 12 DPD PAN di Gelanggang Remaja

Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak

Rakerwil I PAN Riau Hasilkan Sejumlah Rekomendasi, Sahidin: Jika Kita Solid dan Kompak, Kerja Mudah Dapat Dilaksanakan

Lantik DPW dan 12 DPD PAN se Riau, Zulkifli Hasan: Kepengurusan Ini Harus Segera Menyentuh Aspirasi Rakyat

Rabu Malam, Zulhas Lantik DPW PAN Riau dan 12 DPD PAN di Gelanggang Remaja

Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Sasar 17 Desa di Wilayah 3T
01 Agustus 2026
100.000 Jemaah Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
01 Agustus 2026
SMSI Dukung PKPA dan Pendidikan Mediator
01 Agustus 2026
Prabowo Ajak Jajaran Kadin Indonesia Perkuat Kolaborasi antara Pemerintah dan Dunia Usaha
01 Agustus 2026
Ingin Lanjut S2 Komunikasi? UIR Buka Pendaftaran hingga 22 Agustus 2026
31 Juli 2026
Amran Tambi: Momentum Memperkuat Peran Masyarakat Perantau
31 Juli 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Komunikasi dan Transformasi Organisasi
31 Juli 2026
Penanganan Perkara Perdata, Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Bersama Tim Advokasi Ditjen AHU
31 Juli 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum "PASTI Ada Solusi" Episode 9
31 Juli 2026
Kemenkum Riau Aktif Petakan Persoalan Hukum Masyarakat
31 Juli 2026
TERPOPULER +
  • 1 Perambah Mangrove Ditangkap, Bupati Rohil: Harus Jadi Efek Jera
  • 2 Geram Lihat Mangrove Dirusak, Kapolda Riau: Tidak Ada Toleransi
  • 3 Irjen Pol Herry: Tak Ada Ampun bagi Perusak Alam
  • 4 Ingatkan Calon Komisioner KI Riau Bekerja Penuh Waktu, Zufra Irwan: Jangan Ada Kerja Sambilan
  • 5 Zufra Irwan: Harus Bersih, Tanpa Diwarnai Jatah Fraksi atau Partai Politik
  • 6 Kemenkum Riau Dorong Penyesuaian Regulasi Desa
  • 7 Kemenkum Riau Sinergikan Layanan Hukum Desa
  • 8 PHR Hadirkan Senyum dan Ruang Tumbuh Bagi Generasi Muda Riau
  • 9 Kemenkum Riau Ikuti Kick Off Kolaborasi Lintas Kementerian
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved