• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Indosat 5G Hadirkan Pengalaman yang Lebih Seamless
Dibaca : 109 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Sentra KI Perguruan Tinggi dan Pemda
Dibaca : 130 Kali
Perkuat Koneksi Pekanbaru, Indosat Hadirkan Paket 5G, HiFi Air dan IM3 Platinum
Dibaca : 359 Kali
Dukung Ekonomi Digital dan Indonesia Emas, Indosat Perluas Jaringan 5G ke Pekanbaru
Dibaca : 350 Kali
Bersama Rumah Sehat Segar Jakarta, IKWI Riau Gelar Baksos Layanan Terapi Akupunktur dan Fashdu
Dibaca : 283 Kali

  • Home
  • Sosialita

Novel Lanun Alang Tiga Karya Rida K Liamsi Ungkap Kisah Suku Iranun dalam Dua Dimensi

Zulmiron
Sabtu, 24 Februari 2024 20:40:00 WIB
Cetak
Bedah novel Lanun Alang Tiga karya Rida K Liamsi di Riau Abdurrab Malay Heritage Rumah Adat Raja Ahmad Engku Haji Tua bin Raja Haji Fiilsabilillah lingkungan Kampus-2 Unirab, Jalan Bakti, Pekanbaru, Sabtu (24/02/2024).

Pekanbaru, Hariantimes.com - Luruskan istilan "lanun", bukan perompak, tetapi pahlawan bagi dunia Melayu dalam menghadapi penjajah.

Kalimat itu terungkap hampir dari semua pembedah Novel Lanun Alang Tiga karya Rida K Liamsi di Riau Abdurrab Malay Heritage Rumah Adat Raja Ahmad Engku Haji Tua bin Raja Haji Fiilsabilillah lingkungan Kampus-2 Unirab, Jalan Bakti, Pekanbaru, Sabtu (24/02/2024).

Tampil sebagai pembedah antara lain Ketua DPH LAM Riau Datuk Taufik Ikram Jamil, sastrawan Sulong Shuhuff A'azim dan akademisi sastra budaya dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) Alvi Puspita Dewi.

Hadir pula dalam kesempatan itu Dr drh H Chaidir, Toktan Aris Abeba dan Dr Muchid Albintani.

Baca Juga :
  • Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Sentra KI Perguruan Tinggi dan Pemda
  • Kanwil Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta ke Pelaku Kreatif di Kampar
  • ForKI Siap Berkiprah Lagi Kawal Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan di Riau

Dalam acara ini diserahkan juga hadiah bagi para pemenang Lomba Penulisan Essei Lanun Alang Tiga.

Peraih juara pertama Windi Syahrian, pemenang 2 Musa Ismail, pemenang 3 Nafi’ah al-Ma’rab dan pemenang favorit Rian Harahap.

Novel Lanun Alang Tiga ini berkisah tentang Suku Iranun dalam dua dimensi. Dimensi kekinian tentang keberadaan mereka di Riau dan Kepulauan Riau sekarang ini.

Sedangkan dimensi masa lalu tentang asal dan perjuangan mereka datang dari Tempasuk Sabah, Pulau Borneo atau Kalimantan. Ke Kerajaan Riau-Lingga membantu Sultan Riau-Lingga mengenyahkan Belanda dari Tanjungpinang. Perjuangan mereka berhasil. Sebagian balik ke Sabah. Sebagian berkampung di Kepulauan Riau dan pesisir Sumatera, antara muara Sungai Indragiri sampai muara Sungai Batanghari. Orang-orang ini kemudian disebut puak Melayu Timor.

"Ini novel sejarah, seperti merumuskan nasionalis Melayu, selain meluruskan makna lanun yang selama ini dipahami orang sebagai perompak," kata Sulong.

Alvi Puspita juga menyatakan novel bermuatan misi nasionalisme Melayu. Soal disebut novel sejarah, dia lebih setuju disebut novel antropologi. Lebih-lebih terdapat kebiasaan budaya yang agak unik seperti kehidupan mereka di Indragiri. Misalnya bisa mencegah kerang dengan sebelah tangan.

Taufik Ikram menyebutkan, membaca novel Lanun Alang Tiga ini tergantung persepsi. Persepsi orang pasar membaca novel ini akan berbeda dengan akademisi, atau persepsi orang yang berlatar lainnya.

Penulis novel, Rida K Liamsi mengucapkan terima kasih kepada Dr dr Susiana Tabrani yang telah bersedia mensponsori bedah buku ini.

"Saya sengaja minta di rumah adat ini, walaupun banyak pilihan tempat lainnya di Pekanbaru. Misalnya Pustaka Soeman Hs," ucap Rida.

Menurut Rida, dirinya sengaja memilih tempat di Rumah Adat Raja Ahmad Engku Haji Tua bin Raja Haji Fiilsabilillah ini. Tujuannya untuk mengingatkan Raja Ahmad ini sebetulnya Bapak Literasi Melayu. Tetapi orang lupa dia. Namanya tenggelam di kebesaran nama anak cucunya. Di antaranya Raja Ali Haji.

Dr dr Susianana Tabrani mengatakan, dirinya membangun rumat adat Melayu di tengah-tengah kampus medis ini memang untuk menguatkan nilai-nilai Melayu di tengah-tengah segala aktivitas keilmuan di lingkungan lembaga pendidikan Abdurrab.

"Ini juga untuk mengenang kami yang sangat peduli pada budaya Melayu. Sehingga rumah adat ini dibangun sampai perlu mengunjungi Pulau Penyengat untuk mendapat model bangunan yang sesuai untuk dibangun di sini," katanya.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Sentra KI Perguruan Tinggi dan Pemda

Bersama Rumah Sehat Segar Jakarta, IKWI Riau Gelar Baksos Layanan Terapi Akupunktur dan Fashdu

ForKI Siap Berkiprah Lagi Kawal Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan di Riau

Kanwil Kemenkum Riau Persiapkan Penilaian IRH 2027

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik PASTI ADA SOLUSI Episode 19

Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Sentra KI Perguruan Tinggi dan Pemda

Bersama Rumah Sehat Segar Jakarta, IKWI Riau Gelar Baksos Layanan Terapi Akupunktur dan Fashdu

ForKI Siap Berkiprah Lagi Kawal Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan di Riau

Kanwil Kemenkum Riau Persiapkan Penilaian IRH 2027

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik PASTI ADA SOLUSI Episode 19



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Indosat 5G Hadirkan Pengalaman yang Lebih Seamless
05 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Sentra KI Perguruan Tinggi dan Pemda
05 Oktober 2026
Perkuat Koneksi Pekanbaru, Indosat Hadirkan Paket 5G, HiFi Air dan IM3 Platinum
04 Oktober 2026
Dukung Ekonomi Digital dan Indonesia Emas, Indosat Perluas Jaringan 5G ke Pekanbaru
04 Oktober 2026
Bersama Rumah Sehat Segar Jakarta, IKWI Riau Gelar Baksos Layanan Terapi Akupunktur dan Fashdu
03 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta ke Pelaku Kreatif di Kampar
02 Oktober 2026
ForKI Siap Berkiprah Lagi Kawal Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan di Riau
02 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Persiapkan Penilaian IRH 2027
02 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
02 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik PASTI ADA SOLUSI Episode 19
02 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Jaga Situasi Tetap Kondusif, Polda Riau Perkuat Deteksi Dini dan Patroli
  • 2 26 Siswa MAN 1 Pekanbaru Lolos Semifinal Gen Halal Championship 2026
  • 3 Kanwil Kemenkum Riau Inventarisasi Peta Permasalahan Hukum 2026
  • 4 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
  • 5 Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
  • 6 Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan
  • 7 Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
  • 8 Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan
  • 9 Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved