• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kepatuhan Notaris melalui Sosialisasi PMPJ
Dibaca : 137 Kali
Perkuat Manajemen ASN, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pengelolaan SDM Berbasis Merit dan Kompetensi
Dibaca : 154 Kali
Pimpin Apel Pagi, Kakanwil Kemenkum Beri Penghargaan Pegawai Teladan
Dibaca : 154 Kali
Karhutla Belum Terkendali, Tiga Titik Kebakaran di Riau Masih Jadi Fokus Penanganan
Dibaca : 246 Kali
Perkuat Komunitas Orado, Klub KOMPAK Pekanbaru Gelar Turnamen Antar Klub se Riau
Dibaca : 287 Kali

  • Home
  • Sosialita

Penyair Perempuan Indonesia Pulang ke Kampung Tradisi di Baduy

Zulmiron
Senin, 07 Agustus 2023 17:18:46 WIB
Cetak
Penyair Perempuan Indonesia (PPI) yang dinakhodai penyair perempuan asal Riau Kunni Masrohanti kembali melaksanakan kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi, 28 hingga 30 Juli 2023.

Banten, Hariantimes.com - Penyair Perempuan Indonesia (PPI) yang dinakhodai penyair perempuan asal Riau Kunni Masrohanti kembali melaksanakan kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi, 28 hingga 30 Juli 2023. 

Kali ini ke Baduy, Lebak, Provinsi Banten. Puluhan anggota PPI dan simpatisan mengikuti kegiatan tersebut.

Kunni menyebutkan, pulang ke Kampung Baduy kali ini merupakan pulang ketiga setelah tahun lalu pulang ke Yogyakarta dan sebelumnya di Koya Garut, Jawa Barat.

"Pulang ini bukan sekedar pulang, tapi pulang untuk turut menjaga, merawat, melestarikan, mengembangkan dan mendokumentasikan kekayaan budaya Indonesia melalui karya puisi. Jadi nanti teman-teman PPI yang ikut, sepulang dari Baduy harus menulis puisi  lalu kita bukukan seperti pulang ke Garut dan Jogja," jelas Kunni.

Puluhan peserta yang hadir antara lain dari Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung, Jambi, Aceh dan Riau. Seluruh peserta berdialog dengan masyarakat baduy, melihat dan merasakan langsung kehidupan mereka. Peserta juga membaca puisi secara bergantian selama berada di lokasi.

Sebelum melakukan perjalanan ke Kampung Baduy, seluruh anggota PPI mengikuti diskusi santai tentang kegiatan PPI ke depan yang dipimpin langsung oleh Kunni. Diskusi penginapan Saung Lentera Ciboleger atau di kawasan Baduy luar itu memutuskan bahwa Pulang ke Kampung Tradisi tahun depan dilaksanakan di Provinsi Lampung dan melihat kemungkinan setelah dilakukan survey. Di Lampung tahun depan, kegiatan tersebut akan dikoordinatori oleh penyair perempuan asal Lampung, Jauza Imani.

Diskusi santai malam itu merupakan refleksi bagi PPI sendiri dan memang selalu dilakukan setahun sekali atau setiap Pulang ke Kampung Tradisi dilaksanakan.

"PPI itu keluarga besar. Anggotanya ada 80 orang lebih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Karena kami berjauhan, maka banyak yang belum pernah bertemu langsung sama sekali. Selama ini hanya di grup Whatsapp.  Maka Pulang ke Kampung Tradisi ini menjadi momen silaturahmi dan membicarakan banyak hal, termasuk kondisi penyair perempuan di daerah masing-masing serta kegiatan PPI sendiri," jelas Kunni.

Keesokan harinya atau 29 Juli, rombongan melakukan perjalanan ke Kampung Baduy luar sampai ke Kampung Gazebo atau perbatasan Baduy luar dan Baduy dalam. Perjalanan yang harusnya hanya memakan waktu dua jam, di kaki PPI menjadi lebih lama. Perjalanan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu baru berakhir 14.30 WIB.

Kunni menyebutkan ini bukan perjalanan biasa. Semua peserta melakukan riset kecil-kecilan dengan melakukan observasi, wawancara bahkan ikut melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat Baduy ketika itu, seperti memasak, menjemur pakaian dan sebagainya.

"Dengan observasi, wawancara dan ikut merasakan langsung apa yang dilakukan masyarakat Baduy ini, khususnya oleh kaum perempuannya, semoga akan menambah matang karya-karya puisi yang akan dilahirkan para penyair perempuan ini nantinya," sambung Kunni.

Waktu 24 jam di Baduy, sangatlah singkat untuk mengetahui dan meresapi keunikan dan kekayaan kearifan lokal masyarakat Baduy. Maka, kata Kunni, Pulang ke Kampung Tradisi ini hanya pembuka. Setelahnya, seluruh peserta diharapkan bisa melakukan penelitian lebih mendalam lagi secara perseorangan sehingga betul-betul memahami kekayaan budaya masyarakat Baduy dan akan muncul dalam karya-karya puisi.

"Puisi yang ditulis dan akan dibukukan secara bersama oleh seluruh peserta Pulang ke Kampung Tradisi ke Baduy ini diharapkan bisa menjadi salah satu bentuk pendokumentasian yang merekam kekayaan masyarakat Baduy saat ini. Inilah cara kami menjaga dan mewariskan kekayaan budaya Indonesia, dengan  jalan puisi. Semoga tenaga, fikiran, materi dan waktu yang diluangkan dan dicurahkan oleh seluruh anggota PPI dengan datang langsung ke Baduy ini bermanfaat bagi bangsa dan menjadi amal jariah," kata Kunni lagi.

Puluhan anggota PPI yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Antara lain Aceh, Riau, Lampung, Jambi, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

"Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar  aman dan bahagia, meski ada beberapa yang mengundurkan diri menjelang hari H karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Peserta tahun ini beragam usia. Ada yang milenial dan ada yang di atas 60 tahun. Luar biasa. Mereka semua bisa menyelesaikan perjalanan dengan baik meski kondisi lapangan di perkampungan Baduy berupa bebukitan yang cukup terjal. Semoga tahun depan akan lebih banyak lagi," ujar koordinator kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi, Rini Intama.

Ulandari, peserta Pulang ke Kampung Aduy asal Aceh mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya mengikuti kegiatan tersebut.

"Ini kali pertama Saya mengikuti kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi PPI. Luar biasa dan sangat mengesankan. Meski Saya yang paling muda, tapi Saya tidak merasa kecil di tengah peserta yang lain. Saya dianggap sama seperti mereka, Saya dianggap kawan, sahabat, dan disayang, sangat asyik dan menyenangkan," aku Ulan yang datang langsung dari Aceh.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kepatuhan Notaris melalui Sosialisasi PMPJ

Perkuat Manajemen ASN, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pengelolaan SDM Berbasis Merit dan Kompetensi

Pimpin Apel Pagi, Kakanwil Kemenkum Beri Penghargaan Pegawai Teladan

IKWI Riau Dorong Perempuan Berani Tampil dan Ubah Mindset

Kanwil Kemenkum Riau Percepat Pemenuhan Data Indikasi Geografis Nanas Sungai Apit

Kemenkum Riau Perkuat Kompetensi Perancang Peraturan

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kepatuhan Notaris melalui Sosialisasi PMPJ

Perkuat Manajemen ASN, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pengelolaan SDM Berbasis Merit dan Kompetensi

Pimpin Apel Pagi, Kakanwil Kemenkum Beri Penghargaan Pegawai Teladan

IKWI Riau Dorong Perempuan Berani Tampil dan Ubah Mindset

Kanwil Kemenkum Riau Percepat Pemenuhan Data Indikasi Geografis Nanas Sungai Apit

Kemenkum Riau Perkuat Kompetensi Perancang Peraturan



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kepatuhan Notaris melalui Sosialisasi PMPJ
07 September 2026
Perkuat Manajemen ASN, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pengelolaan SDM Berbasis Merit dan Kompetensi
07 September 2026
Pimpin Apel Pagi, Kakanwil Kemenkum Beri Penghargaan Pegawai Teladan
07 September 2026
Karhutla Belum Terkendali, Tiga Titik Kebakaran di Riau Masih Jadi Fokus Penanganan
06 September 2026
Perkuat Komunitas Orado, Klub KOMPAK Pekanbaru Gelar Turnamen Antar Klub se Riau
06 September 2026
Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden
05 September 2026
IKWI Riau Dorong Perempuan Berani Tampil dan Ubah Mindset
05 September 2026
Jaga Hubungan dengan Pelanggan agar Tetap Loyal, Kunci Keberhasilan Wirausaha
04 September 2026
Wamenaker Ajak Mahasiswa Kawal Kedaulatan Ekonomi dan Program Ketenagakerjaan
04 September 2026
Menaker Targetkan Peserta TIH Jadi Pencipta Lapangan Kerja
04 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 PT Arara Abadi Perkuat Mitigasi Cegah Karhutla dengan Program DMPA Perikanan Air Tawar
  • 2 Lindungi Karya, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pencatatan Lagu dan Musik
  • 3 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Pengembangan Inovasi dan Kekayaan Intelektual
  • 4 Kemenkum Riau Ikuti DSK Analisis Evaluasi Dampak Permenkumham Majelis Pengawas Notaris
  • 5 Kemenkum Riau Ikuti Desk Evaluasi WBBM oleh Tim Penilai Nasional KemenPAN-RB
  • 6 PWI dan Bidhumas Polda Riau Sepakat Sampaikan Informasi Akurat ke Masyarakat
  • 7 Eka Saputra Terpilih Pimpin Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru
  • 8 Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
  • 9 Workshop Jurnalistik di Yogyakarta, PWI Komitmen Bersama GAPKI Kawal Industri Sawit Nasional
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved