• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari
Dibaca : 158 Kali
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
Dibaca : 225 Kali
Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang
Dibaca : 229 Kali
Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu
Dibaca : 259 Kali
Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
Dibaca : 280 Kali

  • Home
  • Sosialita

Penyair Perempuan Indonesia Pulang ke Kampung Tradisi di Baduy

Zulmiron
Senin, 07 Agustus 2023 17:18:46 WIB
Cetak
Penyair Perempuan Indonesia (PPI) yang dinakhodai penyair perempuan asal Riau Kunni Masrohanti kembali melaksanakan kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi, 28 hingga 30 Juli 2023.

Banten, Hariantimes.com - Penyair Perempuan Indonesia (PPI) yang dinakhodai penyair perempuan asal Riau Kunni Masrohanti kembali melaksanakan kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi, 28 hingga 30 Juli 2023. 

Kali ini ke Baduy, Lebak, Provinsi Banten. Puluhan anggota PPI dan simpatisan mengikuti kegiatan tersebut.

Kunni menyebutkan, pulang ke Kampung Baduy kali ini merupakan pulang ketiga setelah tahun lalu pulang ke Yogyakarta dan sebelumnya di Koya Garut, Jawa Barat.

"Pulang ini bukan sekedar pulang, tapi pulang untuk turut menjaga, merawat, melestarikan, mengembangkan dan mendokumentasikan kekayaan budaya Indonesia melalui karya puisi. Jadi nanti teman-teman PPI yang ikut, sepulang dari Baduy harus menulis puisi  lalu kita bukukan seperti pulang ke Garut dan Jogja," jelas Kunni.

Puluhan peserta yang hadir antara lain dari Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung, Jambi, Aceh dan Riau. Seluruh peserta berdialog dengan masyarakat baduy, melihat dan merasakan langsung kehidupan mereka. Peserta juga membaca puisi secara bergantian selama berada di lokasi.

Sebelum melakukan perjalanan ke Kampung Baduy, seluruh anggota PPI mengikuti diskusi santai tentang kegiatan PPI ke depan yang dipimpin langsung oleh Kunni. Diskusi penginapan Saung Lentera Ciboleger atau di kawasan Baduy luar itu memutuskan bahwa Pulang ke Kampung Tradisi tahun depan dilaksanakan di Provinsi Lampung dan melihat kemungkinan setelah dilakukan survey. Di Lampung tahun depan, kegiatan tersebut akan dikoordinatori oleh penyair perempuan asal Lampung, Jauza Imani.

Diskusi santai malam itu merupakan refleksi bagi PPI sendiri dan memang selalu dilakukan setahun sekali atau setiap Pulang ke Kampung Tradisi dilaksanakan.

"PPI itu keluarga besar. Anggotanya ada 80 orang lebih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Karena kami berjauhan, maka banyak yang belum pernah bertemu langsung sama sekali. Selama ini hanya di grup Whatsapp.  Maka Pulang ke Kampung Tradisi ini menjadi momen silaturahmi dan membicarakan banyak hal, termasuk kondisi penyair perempuan di daerah masing-masing serta kegiatan PPI sendiri," jelas Kunni.

Keesokan harinya atau 29 Juli, rombongan melakukan perjalanan ke Kampung Baduy luar sampai ke Kampung Gazebo atau perbatasan Baduy luar dan Baduy dalam. Perjalanan yang harusnya hanya memakan waktu dua jam, di kaki PPI menjadi lebih lama. Perjalanan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu baru berakhir 14.30 WIB.

Kunni menyebutkan ini bukan perjalanan biasa. Semua peserta melakukan riset kecil-kecilan dengan melakukan observasi, wawancara bahkan ikut melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat Baduy ketika itu, seperti memasak, menjemur pakaian dan sebagainya.

"Dengan observasi, wawancara dan ikut merasakan langsung apa yang dilakukan masyarakat Baduy ini, khususnya oleh kaum perempuannya, semoga akan menambah matang karya-karya puisi yang akan dilahirkan para penyair perempuan ini nantinya," sambung Kunni.

Waktu 24 jam di Baduy, sangatlah singkat untuk mengetahui dan meresapi keunikan dan kekayaan kearifan lokal masyarakat Baduy. Maka, kata Kunni, Pulang ke Kampung Tradisi ini hanya pembuka. Setelahnya, seluruh peserta diharapkan bisa melakukan penelitian lebih mendalam lagi secara perseorangan sehingga betul-betul memahami kekayaan budaya masyarakat Baduy dan akan muncul dalam karya-karya puisi.

"Puisi yang ditulis dan akan dibukukan secara bersama oleh seluruh peserta Pulang ke Kampung Tradisi ke Baduy ini diharapkan bisa menjadi salah satu bentuk pendokumentasian yang merekam kekayaan masyarakat Baduy saat ini. Inilah cara kami menjaga dan mewariskan kekayaan budaya Indonesia, dengan  jalan puisi. Semoga tenaga, fikiran, materi dan waktu yang diluangkan dan dicurahkan oleh seluruh anggota PPI dengan datang langsung ke Baduy ini bermanfaat bagi bangsa dan menjadi amal jariah," kata Kunni lagi.

Puluhan anggota PPI yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Antara lain Aceh, Riau, Lampung, Jambi, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

"Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar  aman dan bahagia, meski ada beberapa yang mengundurkan diri menjelang hari H karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Peserta tahun ini beragam usia. Ada yang milenial dan ada yang di atas 60 tahun. Luar biasa. Mereka semua bisa menyelesaikan perjalanan dengan baik meski kondisi lapangan di perkampungan Baduy berupa bebukitan yang cukup terjal. Semoga tahun depan akan lebih banyak lagi," ujar koordinator kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi, Rini Intama.

Ulandari, peserta Pulang ke Kampung Aduy asal Aceh mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya mengikuti kegiatan tersebut.

"Ini kali pertama Saya mengikuti kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi PPI. Luar biasa dan sangat mengesankan. Meski Saya yang paling muda, tapi Saya tidak merasa kecil di tengah peserta yang lain. Saya dianggap sama seperti mereka, Saya dianggap kawan, sahabat, dan disayang, sangat asyik dan menyenangkan," aku Ulan yang datang langsung dari Aceh.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat

Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan

Kemenkum Riau Dorong Ranperda Penanaman Modal yang Inklusif dan Berbasis HAM

SK Izin Operasional Diperpanjang, IZI Sumbar Komitmen Kelola Zakat Secara Amanah

Kanwil Kemenkum Riau Dukung Digitalisasi Produk Indikasi Geografis

Perkuat Strategi Komunikasi Publik, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pembinaan Kehumasan Bersama Meta Indonesia

Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat

Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan

Kemenkum Riau Dorong Ranperda Penanaman Modal yang Inklusif dan Berbasis HAM

SK Izin Operasional Diperpanjang, IZI Sumbar Komitmen Kelola Zakat Secara Amanah

Kanwil Kemenkum Riau Dukung Digitalisasi Produk Indikasi Geografis

Perkuat Strategi Komunikasi Publik, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pembinaan Kehumasan Bersama Meta Indonesia



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari
28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
27 Juni 2026
Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang
27 Juni 2026
Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu
27 Juni 2026
Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
27 Juni 2026
Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan
26 Juni 2026
Rarak dan Calempong Kuansing Warnai Penerimaan Kafilah MTQ XLIV Riau 2026
26 Juni 2026
Perkuat Integritas dan Profesionalitas, LPTQ Riau Gelar Orientasi dan Pembekalan Dewan Hakim MTQ ke-44 Tingkat Provinsi
26 Juni 2026
Kemenkum Riau Dorong Ranperda Penanaman Modal yang Inklusif dan Berbasis HAM
26 Juni 2026
Melalui FGD Strategis, Kemenkum Riau Dorong Harmonisasi Perizinan Daerah
26 Juni 2026
TERPOPULER +
  • 1 Waspada Penipuan!, UIR Tegaskan Tidak Pernah Menagih UKT Melalui WhatsApp, SMS Maupun Medsos
  • 2 KLH/BPLH Perkuat Pencegahan Karhutla di Lahan Gambut Riau
  • 3 16 Tokoh Terima Anugerah SMSI 2026, Ketum SMSI Firdaus: Pers Merdeka Kunci Demokrasi Sehat
  • 4 Wadah Aspirasi Masyarakat, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik "PASTI ADA SOLUSI"
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Protokol Notaris di Inhu
  • 6 Tinjau Inovasi CEOR Minas, Komisi VI DPR RI Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Ekosistem Kekayaan Intelektual di Rohil
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau dan FH Unri Perkuat Sinergi Kukerta Berdampak
  • 9 APP Group Perkuat Kolaborasi di Pelalawan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved