• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 420 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 426 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 357 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 482 Kali
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
Dibaca : 479 Kali

  • Home
  • Sosialita

Penyair Perempuan Indonesia Pulang ke Kampung Tradisi di Baduy

Zulmiron
Senin, 07 Agustus 2023 17:18:46 WIB
Cetak
Penyair Perempuan Indonesia (PPI) yang dinakhodai penyair perempuan asal Riau Kunni Masrohanti kembali melaksanakan kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi, 28 hingga 30 Juli 2023.

Banten, Hariantimes.com - Penyair Perempuan Indonesia (PPI) yang dinakhodai penyair perempuan asal Riau Kunni Masrohanti kembali melaksanakan kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi, 28 hingga 30 Juli 2023. 

Kali ini ke Baduy, Lebak, Provinsi Banten. Puluhan anggota PPI dan simpatisan mengikuti kegiatan tersebut.

Kunni menyebutkan, pulang ke Kampung Baduy kali ini merupakan pulang ketiga setelah tahun lalu pulang ke Yogyakarta dan sebelumnya di Koya Garut, Jawa Barat.

"Pulang ini bukan sekedar pulang, tapi pulang untuk turut menjaga, merawat, melestarikan, mengembangkan dan mendokumentasikan kekayaan budaya Indonesia melalui karya puisi. Jadi nanti teman-teman PPI yang ikut, sepulang dari Baduy harus menulis puisi  lalu kita bukukan seperti pulang ke Garut dan Jogja," jelas Kunni.

Puluhan peserta yang hadir antara lain dari Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung, Jambi, Aceh dan Riau. Seluruh peserta berdialog dengan masyarakat baduy, melihat dan merasakan langsung kehidupan mereka. Peserta juga membaca puisi secara bergantian selama berada di lokasi.

Sebelum melakukan perjalanan ke Kampung Baduy, seluruh anggota PPI mengikuti diskusi santai tentang kegiatan PPI ke depan yang dipimpin langsung oleh Kunni. Diskusi penginapan Saung Lentera Ciboleger atau di kawasan Baduy luar itu memutuskan bahwa Pulang ke Kampung Tradisi tahun depan dilaksanakan di Provinsi Lampung dan melihat kemungkinan setelah dilakukan survey. Di Lampung tahun depan, kegiatan tersebut akan dikoordinatori oleh penyair perempuan asal Lampung, Jauza Imani.

Diskusi santai malam itu merupakan refleksi bagi PPI sendiri dan memang selalu dilakukan setahun sekali atau setiap Pulang ke Kampung Tradisi dilaksanakan.

"PPI itu keluarga besar. Anggotanya ada 80 orang lebih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Karena kami berjauhan, maka banyak yang belum pernah bertemu langsung sama sekali. Selama ini hanya di grup Whatsapp.  Maka Pulang ke Kampung Tradisi ini menjadi momen silaturahmi dan membicarakan banyak hal, termasuk kondisi penyair perempuan di daerah masing-masing serta kegiatan PPI sendiri," jelas Kunni.

Keesokan harinya atau 29 Juli, rombongan melakukan perjalanan ke Kampung Baduy luar sampai ke Kampung Gazebo atau perbatasan Baduy luar dan Baduy dalam. Perjalanan yang harusnya hanya memakan waktu dua jam, di kaki PPI menjadi lebih lama. Perjalanan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu baru berakhir 14.30 WIB.

Kunni menyebutkan ini bukan perjalanan biasa. Semua peserta melakukan riset kecil-kecilan dengan melakukan observasi, wawancara bahkan ikut melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat Baduy ketika itu, seperti memasak, menjemur pakaian dan sebagainya.

"Dengan observasi, wawancara dan ikut merasakan langsung apa yang dilakukan masyarakat Baduy ini, khususnya oleh kaum perempuannya, semoga akan menambah matang karya-karya puisi yang akan dilahirkan para penyair perempuan ini nantinya," sambung Kunni.

Waktu 24 jam di Baduy, sangatlah singkat untuk mengetahui dan meresapi keunikan dan kekayaan kearifan lokal masyarakat Baduy. Maka, kata Kunni, Pulang ke Kampung Tradisi ini hanya pembuka. Setelahnya, seluruh peserta diharapkan bisa melakukan penelitian lebih mendalam lagi secara perseorangan sehingga betul-betul memahami kekayaan budaya masyarakat Baduy dan akan muncul dalam karya-karya puisi.

"Puisi yang ditulis dan akan dibukukan secara bersama oleh seluruh peserta Pulang ke Kampung Tradisi ke Baduy ini diharapkan bisa menjadi salah satu bentuk pendokumentasian yang merekam kekayaan masyarakat Baduy saat ini. Inilah cara kami menjaga dan mewariskan kekayaan budaya Indonesia, dengan  jalan puisi. Semoga tenaga, fikiran, materi dan waktu yang diluangkan dan dicurahkan oleh seluruh anggota PPI dengan datang langsung ke Baduy ini bermanfaat bagi bangsa dan menjadi amal jariah," kata Kunni lagi.

Puluhan anggota PPI yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Antara lain Aceh, Riau, Lampung, Jambi, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

"Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar  aman dan bahagia, meski ada beberapa yang mengundurkan diri menjelang hari H karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Peserta tahun ini beragam usia. Ada yang milenial dan ada yang di atas 60 tahun. Luar biasa. Mereka semua bisa menyelesaikan perjalanan dengan baik meski kondisi lapangan di perkampungan Baduy berupa bebukitan yang cukup terjal. Semoga tahun depan akan lebih banyak lagi," ujar koordinator kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi, Rini Intama.

Ulandari, peserta Pulang ke Kampung Aduy asal Aceh mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya mengikuti kegiatan tersebut.

"Ini kali pertama Saya mengikuti kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi PPI. Luar biasa dan sangat mengesankan. Meski Saya yang paling muda, tapi Saya tidak merasa kecil di tengah peserta yang lain. Saya dianggap sama seperti mereka, Saya dianggap kawan, sahabat, dan disayang, sangat asyik dan menyenangkan," aku Ulan yang datang langsung dari Aceh.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Perdana Digelar, Kakanwil Kemenag Riau Harap Lomba Kaligrafi Mampu Hidupkan Seni Al-Qur’an di Masyarakat

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Perdana Digelar, Kakanwil Kemenag Riau Harap Lomba Kaligrafi Mampu Hidupkan Seni Al-Qur’an di Masyarakat



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 2 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 3 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 4 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 5 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 6 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 7 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
  • 8 Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
  • 9 Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved