• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
Dibaca : 126 Kali
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 459 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 467 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 398 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 521 Kali

  • Home
  • Sosialita

Raja Rantau Kampar Kiri Elukan Perjuangan Kunni dan Rumah Sunting Dalam Pelestarian Budaya

Zulmiron
Senin, 30 Januari 2023 14:49:33 WIB
Cetak
Raja Rantau Kampar Kiri bersama Tengku Muhammad Nizar, Permaisuri dan Ninik Mamak Tanjung Beringin foto bersama Founder Rumah Sunting Kunni Masrohanti dan anggota serta peserta Residensi Seniman Riau usai makan bersama di Pulau Latang, Minggu (29/01/

Kampar, Hariantimes.com - Raja Kerajaan Rantau Kampar Kiri Tengku Muhammad Nizar mengelu-elukan budayawan dan Seniman Riau Kunni Masrohanti bersama Komunitas Seni Rumah Sunting yang didirikannya dalam perjuangan meleatarikan alam dan budaya di Rantau Kampar Kiri.

Hal ini disampaikan Raja di hadapan Ninik Mamak, tokoh masyarakat dan segenap.masyarakat Malako Kociak Tanjung Beringin dan warga deaa sekitarnya saat menyampaikan sambutan pada malam Pertunjukan Seni Residensi Seniman Riau, Sabtu (29/01/2023).

"Kami mengucapkan selamat dan terimakasih kepada Adinda Kunni dan Rumah Sunting yang membawa seniman Riau dari berbagai kabupaten/kota dan rombongan untuk memeriahkan kegiatan Semah Antau ini dengan pertunjukan Seni. Kunni dan Rumah Sunting pernah membawa ratusan penyair Indonesia, dan mancanegara seperti Thailand, Vietnam, Malaysia dan beberapa negara lain ke Kerajan Gunung Sahilan. Hari ini mereka hadir di Malako Kociak, menggali kearifan lokal untuk sumber inspirasi dalam.karya seni dan menghibur kita semua. Inilah kerja pelestarian budaya sekaligus alam yang tidak bisa kita pungkiri lagi dan ini sudah sejak lama," kata Raja.

Seniman pserta residensi menampilkan berbagai pertunjukan seni. Karya seni yang dipentaskan merupakan hasil residensi sejak Jumat hingga Sabtu siang di desa tersebut. Meski diakui tidak cukup waktu atau residensi itu sangat singkat, tapi pertunjukan yang ditampilkan berhasil membuat penonton memenuhi ruang kosong di depan panggung yang terletak di depan SD dan mampu membuat penonton berdecak kagum.

"Bagi Saya, residensi yang dilaksanakan Komunitas Seni Rumah Sunting ini sangat luar biasa, meski dengan waktu sangat singkat belum bisa bisa berbuat apa-apa, tapi ini awal yang baik apalagi sepulang dari sini nanti ada diskusi-diskusi dan pergelaran karya hasil residensi yang lebih matang lagi. Yang jelas luar biasa. Masyarakat terhibur, kami banyak belajar dari mereka, sebaliknya mereka juga semoga terinspirasi dengan pertunjukan-pertunjukan seni dari kami. Intinya lagi, kami merasakan keramahan, kesederhanaan dan kebahagiaan masyarakat di sana bersama kami dan kami sangat lebih bahagia lagi. Pastinya kegiatan ini sangat bermanfaat," ungkap Taufik Yendra Pratama, pemusik yang turut mengikuti kegiatan terseebut.

Taufik bukan hanya mempersiapkan garapan musik baru yang lebih matang sepulang dari Tanjung Beringin, tapi malam pertunjukan itu ia juga tampil memukau dengan Bagadumbo yang sudah digarap sebelumnya. Garapan musik yang luar biasa itu juga melibatkan seluruh penonton. Mereka bukan hanya warga Desa Tanjung Beringin, tapi juga warga desa lain di sekitar Sungai Subayang.

Selain Taufik, Leman Le Q yang juga pemusik, menampilkan musik khas yakni gesekan biola yang menderu-deru. Sementara Farid Jhonatan yang juga pemusik, tampil dengan lagu barunya berjudul Malako Kociak. Anak-anak di desa tersebut malah sudah hafal dengan lagi itu sebelum dipentaskan.

Depal alias Denny Palu berkolaborasi dengan Als Rahim Sekha dalam pertunjukan teater malam itu, juga tentang Malako Kociak. Mereka melibatkan anak-anak dalam pertunjukan tersebut yang sudah dilatih sejak Jumat dan Sabtu siang. Pertunjukan bebas dengan menggunakan lampu obor dan kerikil Sungai Subayang di pentas kedua atau di belakang tenda tamu utama,, membuat masyarakat terpana dan bertepuk tangan meriah.

Al Khudri seniman Riau asal Rohil yang asyik di bidang rupa, menghasilkan karya berupa kerajinan tanga atau kriya dari pasir, kerikil, kayu dan lain-lain sebagai media dasarnya. Hebatnya lagi, karya itu dibuat langsung bersama anak-anak di sana dan Khudri mengumpulkan mereka lalu melatih secara singkat. Bukan hanya kriya, lahir juga karya gambar dengan degradasi warna yang luar biasa. Begitunjuga dengan Gedoy yang tampil dengan agu-lagu Subayangnya malam itu. Memukau.

Ferry yang mengikuti residensi dari cabang film atau sineas, menggarap perjalana Residensi ini dalam film dokumenter. Sementara Nuratika, Bambang Kariyawan, Asqalani Eneste dan Zikri sang deklamator kecil, termasuk Founder Rumah Sunting Kunni Masrohanti, memecahkan panggung itu dengan pembacaan puisi tentang Malako Kociak.

Kunni, menyebutkan, Residensi  Seniman ini dilaksanakan untuk mengangkat kekayaan budaya dan alam sekaligus melestarikannya dalam karya seni melalui tangan dan hati para seniman. Selain itu juga karena janji untuk meramaikan kegiatan Semah Antau.

"Kerja kebudayaan ini harus nyata, kerja ril, tidak perlu banyak cerita. Residensi seniman dan pentas seni oleh seniman-seniman Riau ini merupakan upaya pelestarian dan mengusung kekayaan itu ke permukaan. Selain itu karena janji. Kami berjanji dengan kawan-kawan di Tanjung Beringin kalau ada acara Semah Antau di sini, kami akan meramaikan. Maka setelah tahu jadwal Semah Antau dari panitia di kampung,  kami pum bersiap dan memenuhi janji tersebut malam ini," kata Kunni sebelum mrmbacakan puisi berjudul Malako Kociak malam itu.

Kunni juga menyebutkan, perjalanan Residensi Seniman selama tiga hari ini belum berakhir. Sesampainya di Pekanbaru, para aeniman akan mematangkan karya dan akan dipentaskan.lagi di Pekanbaru.

"Inilah yang baru bisa kami lakukan dalam residensi ini. Kami menyadari bahwa waktu ini sangat singkat, tidak.layak untuk menghasilkan karya yang hebat. Tapi semoga ini menjadi awal dan belum selesai. Kawan-kawan seniman yang ikut residensi akan menggarap karya mereka lebih matang lagi dan akan kami tampilkan di Pekanbaru, insyaallah. Semoga perjalanan ini menjadi pengalaman batin para seniman dalam mengumpulkan remah-remah inspirasi dalam berkarya," Kunni Masrohanti.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 2 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 3 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 4 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 5 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 6 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 7 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 8 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 9 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved