• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
Dibaca : 194 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
Dibaca : 194 Kali
Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
Dibaca : 173 Kali
Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
Dibaca : 256 Kali
RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
Dibaca : 289 Kali

  • Home
  • Bengkalis

Kedelai Mahal, Pengrajin Tahu Tempe Ngadu Wabup Bengkalis Bagus Santoso

Zulmiron
Senin, 25 Juli 2022 17:42:39 WIB
Cetak
Wabup Bagus Santoso di lokasi pembuatan kampung tahu tempe Jalan Tri Brata Ujung Kelurahan Duri Barat, Minggu (24/07/2022).

Bengkalis, Hariantimes.com - Pengurus dan anggota Paguyuban Pengrajin Tahu Tempe Duri (PPTTD) mengeluhkan tingginya harga kedelai yang berimbas pada produksi tahu dan tempe.

Sementara sesama pengrajin tempe tahu belum kompak untuk menentukan ukuran dan harga yang disepakati dipasaran. Maka yang terjadi antara biaya dan keuntungan yang diperoleh ibarat besar pasak dari pada tiang.

Hal ini disampaikan Ketua PPTTD Duri Mas Budi  saat dikunjungi Wabup Bagus Santoso di lokasi pembuatan kampung tahu tempe Jalan Tri Brata Ujung Kelurahan Duri Barat, Minggu (24/07/2022).

Mas Budi bermusyawarah dengan pengrajin lainnya membentuk organisasi PPTTD dengan tujuan sebagai wadah menyatukan pengrajin tahu tempe untuk keberlangsungan usahanya ditengah melonjaknya bahan produksi kedelai dan lainnya.

Mas Budi mengaku bingung dengan harga kedelai yang makin hari semakin mahal. Kata dia sekarung kedelai isi 50 kilogram harga Rp 630 Ribu padahal sebelumnya masih Rp 350 ribu. Peliknya lagi pengrajin tak berani menaikkan harga eceran dan ukuran tahu tempe yang di jual rata rata Rp 2 ribuan perbiji.

"Sekaran tembus harga Rp 630 itu per karung. Sebelumnya harga di bawah Rp 350, naik Rp 280, ini naik terus meroket sehingga kami sebagai pengrajin tempe itu sudah pasrah hanya untuk bertahan hidup," keluh Budi didampingi sejumlah pengrajin saat dikunjungi Wabup Bagus Santoso .

Lebih lanjut Mas Budi menyampaikan, jumlah pengrajin dan kebutuhan tahu tempe lumayan banyak. Pengrajin yang ada di kecamatan Mandau dan terdaftar di PPTTD sebanyak 43 tempat. Sedangkan bahan baku kedelai rata rata 5 ton setiap hari. Karena satu tempat pengrajin memerlukan kedelai 6 karung atau 300 kg.

“1 pengrajin habis 6 karung atau 300 kg kedelai setiap hari, jadi kalau ada 40 pengrajin maka harus ada 240 karung atau 12.000 Kilogram sama dengan 12 ton total duit belanja kedelai Rp151 jutaan perhari,” terang Mas Budi.

Sedangkan Kastolani pengurus PPTTD berterima kasih atas kunjungan serta arahan Wabup Bagus Santoso.

Kastolani mengeluhkan mahalnya harga kedelai dan berharap ada jalan keluar terutama harga, memang bahan baku kedelai diimpor dari luar negeri dan terakhir ini, naiknya ini nggak kira-kira.

Tak hanya itu, Mas Budi maupun Kastalani menyampaikan, bahan baku kedelai mengalami kenaikan harga tak tentu waktu. Dan belum pernah ada cerita penurunan dan saat ini naiknya tidak wajat di harga Rp630 perkarung isi 59 kilogram

“Yang jelas untuk harga produksi kita itu biayanya sudah mahal  sangat tipis bisa keuntunganya, ibaratnya kami hanya bertahan hidup," katanya dengan mimik muka prihatin.

Diketahui, kenaikan harga kedelai jadi keluhan se Indonesia bahkan  perajin tempe di pulau jawa telah menggelar aksi mogok produksi dari tanggal 21 hingga 23 Februari 2022 lalu.

Terkait persoalan tersebut Bagus Santoso menyampaikan informasi ketersediaan kedelai di Indonesia memang impor langsung dari luar negeri, Sehingga kedelai lokalpun tak ada kalaupun ada sangat kecil. Bahkan di Kabupaten Bengkalis tidak ada program dari dinas terkait untuk tanaman kedelai.
“ Data dari OPD pertanian memang tak ada tanaman kedelai di Bengkalis” kata wabup

Menurut kadis Pertanian pada tahun 2019 melalui kementan mengalokasikan kegiatan tanam kedelai 50 hektare untuk Bengkalis tapi tak ada petani yang berminat sehingga batal. Begitupun soal kebutuhan impor kedelai bukan wewenang pemkab. 

"Saya langsung kordinasi dengan Kadisperindag  Provinsi Pak Taufik untuk merespon keluhan pengrajin tahu tempe. Dan kepada Kadisperindag dan Kadis Koperasi Bengkalis untuk menindaklanjuti kelembagaan dan pemenuhan stok sesuai kewenangan,” kata Bagus Santoso.

Kepada pengrajin tahu tempe Bagus Santoso tetap memompa semangat agar tetap menjalankan usahanya dengan kondisi apapun. Harus sabar dan tenang menyikapi situasi pasar.

“Usaha ini pilihan sebagai sawah ladang kita, yakin akan ada jalan keluarnya meski ibaratnya sekarang ini pada tahaban prihatin “bertahan”, pemerintah Insya Allah akan hadir demi rakyatnya,” kata Wabup yang selalu keliling menemui warganya.

Bagus Santoso berpendapat solusinya adalah mendorong produksi kedelai dalam negeri untuk digunakan sebagai bahan pembuatnya. Kepada pemerintah pusat mengusulkan supaya perajin maupun konsumen produk kedelai jangan selalu dimanjakan dengan harga kedelai murah dari impor. Kondisi ini bisa mengakibatkan gairah petani untuk menanam kedelai menurun, hasilnya Indonesia akan selalu kekurangan produksi dalam negeri.

Bagus Santoso juga meminta pemerintah pusat harus menyerahkan sebagian besar kewenangan impor pada perusahaan BUMN. 

Bagus Santoso berpandangan perusahaan BUMN seperti Badan Urusan Logistik (Bulog), PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI), maupun PT Berdikari (Persero) bisa diamanahkan tugas untuk menjaga stok sekaligus menstabilkan harga.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kemenkum Riau Dampingi Potensi IG Durian Tembaga Bengkalis

Kemenkum Riau Koordinasikan Tindak Lanjut Pembentukan Tata Kelola Sentra KI di Bengkalis

Awal Dzulhijjah Memenuhi Kriteria Imkanur Rukyat, Hilal di Bengkalis Tertutup Awan

Tanam Jagung Serentak Kuartal IV di Bengkalis, Irjen Pol Herry Heryawan: Ada 346,56 Hektare yang Ditanami

Jon Erizal dan UAS Resmikan Mushalla dan Rumah Tahfiz Qur’an Yayasan Al Awwal Bengkalis

Lantik Dewan Hakim dan Panitera MTQ ke-43 Riau, M Job Kurniawan: Garda Terdepan dalam Menjaga Marwah dan Kualitas Musabaqah

Kemenkum Riau Dampingi Potensi IG Durian Tembaga Bengkalis

Kemenkum Riau Koordinasikan Tindak Lanjut Pembentukan Tata Kelola Sentra KI di Bengkalis

Awal Dzulhijjah Memenuhi Kriteria Imkanur Rukyat, Hilal di Bengkalis Tertutup Awan

Tanam Jagung Serentak Kuartal IV di Bengkalis, Irjen Pol Herry Heryawan: Ada 346,56 Hektare yang Ditanami

Jon Erizal dan UAS Resmikan Mushalla dan Rumah Tahfiz Qur’an Yayasan Al Awwal Bengkalis

Lantik Dewan Hakim dan Panitera MTQ ke-43 Riau, M Job Kurniawan: Garda Terdepan dalam Menjaga Marwah dan Kualitas Musabaqah



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
30 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
30 Oktober 2026
Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
30 Oktober 2026
Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
29 Oktober 2026
RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
29 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Konsultasi Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kabupaten Bengkalis
29 Oktober 2026
Kemenkum Riau Edukasi Masyarakat Rengat
29 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sentra KI Perguruan Tinggi
29 Oktober 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Lintas Sektor
29 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Sentra KI Terintegrasi
29 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • 2 Edison Manik: Momen Pulang Kampung untuk Mengabdi di Riau
  • 3 Kemenag Siak Gelar Kemah 2026 Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Kemah Ekoteologi
  • 4 BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM
  • 5 KPP Pratama Rengat Gelar Forum Konsultasi Publik
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Standar Layanan Bantuan Hukum
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Landasan Hukum Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penyelesaian Sengketa dan Pemetaan Rawan Pelanggaran dengan Polda Riau
  • 9 Lewat Podcast Bertuah, Kanwil Kemenkum Riau Kenalkan Layanan BHP Medan ke Masyarakat
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved