Pekanbaru, Hariantimes.com - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera di wilayah Mandau, Kabupaten Bengkalis, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Memasuki akhir operasi hari ini, kondisi di lapangan mengalami perubahan signifikan dengan berkurangnya kepulan asap dibandingkan saat operasi dimulai pada pagi hari.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, hasil pemantauan di lapangan memperlihatkan perbedaan yang cukup mencolok antara kondisi sebelum dan sesudah operasi pemadaman.
"Progress signifikan sudah mulai terlihat. Apabila dibandingkan kondisi sebelum dan sesudah operasi pagi hingga sore, terlihat jelas perbedaan kondisi asap yang sudah jauh berkurang," ujar Ferdian, Senin.
Meski demikian, operasi pemadaman belum dihentikan pada Selasa (22/07/2026), Manggala Agni tetap mengerahkan empat regu untuk melaksanakan mopping up atau pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api maupun asap yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Menurut Ferdian, strategi operasi untuk hari berikutnya telah disusun secara matang dengan pembagian tugas yang jelas kepada seluruh personel di lapangan.
"Besok tim masih melanjutkan operasi dengan kekuatan empat regu untuk mopping up dan terus memastikan tidak ada asap lagi. Semua personel dalam kondisi sehat dan pembagian tugas strategi besok sudah dibagi dengan baik," katanya.
Ia berharap langkah-langkah yang telah disiapkan tersebut mampu menjadi strategi penuntasan sehingga lokasi kebakaran benar-benar aman dan tidak terjadi penyalaan kembali (reburn).
"Kami berharap strategi yang telah disusun ini menjadi langkah penuntasan sehingga seluruh area terdampak benar-benar bebas dari asap maupun potensi kebakaran susulan," harap Ferdian.(*)