• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
Dibaca : 421 Kali
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
Dibaca : 370 Kali
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
Dibaca : 374 Kali
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
Dibaca : 347 Kali
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
Dibaca : 418 Kali

  • Home
  • Indragiri Hulu

Sarana Tani Utama Produksi Pupuk Organik Plus

Mufid: Kita Mampu Hasilkan 10 Ton Pupuk per Hari

Redaksi
Sabtu, 10 November 2018 02:11:15 WIB
Cetak
Pabrik pupuk Sarana Tani Utama (STU).
Bukit Meranti, Hariantimes.com - Pabrik pupuk Sarana Tani Utama (STU) mampu memproduksi 10 ton pupuk organik plus per hari.

Pupuk yang diproduksi pabrik yang berlokasi di Desa Bukit Meranti, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu, ini utamanya didistribusikan untuk kelompok tani yang ada di Bukit Meranti dan sekitarnya.

"Setiap hari, pabrik kami bisa memproduksi 10 ton per hari dengan berat 50 kilogram per karung pupuk. Harga pabrik per karung pupuk Rp110.000. Harga ini belum termasuk ongkos kirim," sebut Direktur Utama CV Sarana Tani Utama, Mufid kepada Hariantimes saat meninjau pabrik pupuk CV STU di Desa Bukit Meranti, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Jumat (09/11/2018).

Di awal pabrik yang berdiri pada 2009, sebut pria kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah 24 November 1955 ini, jumlah produksi pupuk baru 4 sampai 5 karung per hari. Namun seiring perjalanan waktu produksi pupuk yang dihasilkan terus mengalami peningkatan. Bahkan pemasarannya sudah sampai Dharmasraya, Kabupaten Pelalawan, Sungai Pagar, Kandis, Dumai dan Pekanbaru. Dan untuk Provinsi Jambi saat ini masih dalam tahap awal.

"Rata-rata pupuk yang kami produksi pemasarannya ke para petani atau kelompok petani. Dan setiap kelompok tani ada yang membeli satu mobil. Kalau truk fuso sebanyak 20 ton, sedangkan colt diesel 8 ton. Namun saat ini pemasaran pupuk sedikit mengalami penurunan akibat turunnya harga sawit," ujar suami Suwanti ini.

Dikesempatan itu, kakek 4 cucu yang pernah meraih prediket Trans Teladan tingkat nasional tahun 1988 ini menceritakan ihwal dirinya mendirikan pabrik pupuk alam/non sintetis hara makro primer/Pupuk kompos/NPK Plus.

"Banyak petani merasakan mahalnya harga pupuk. Kemudian saya mendirikan pabrik pupuk. Pupuk yang saya produksi kualitasnya baik dan harganya murah. Biar petaninya untung. Karena selama ini petani kadang untung kadang nggak. Kalau harga sawit murah, petani menjerit. Karen pupuknya mahal, sawitnya murah," cerita ayah dua putera ini.

Lalu bagaimana proses produksi pupuk yang dihasilkan pabrik STU ini? Mufid menyebutkan secara manual. Dimana campurannya terdiri dari pupuk kandang, limbah pabrik PKS, kapur, dolomit serta mikroba. Komposisi terbanyak adalah kotoran ternak yakni 70 persen. Sedangkan yang lainnya 30 persen campuran. 

"Untuk bahan baku mikroba bikin sendiri. Dimana campurannya ada terasi, bongkol pisang dan bunga-bungaan. Selanjutnya diolah dan kemudian diperbanyak menggunakan air gula dan tetes air tebu. Jadi pupuk ini pakai mikroba. Sedangkan bahan baku limbah PKS berupa abunya. bahan baku abu PKS ini saya dapatkan dari PKS Inecda. Sementara kotoran ternak berupa kotoran ayam dan kotoran sapi diperoleh dari sekitar pabrik dan Payakumbuh," sebut Mufid yang bermula adalah seorang petani transpir sejak 2 Januari 1984 ini.(ron)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Cegah Karhutla, PT TPP Gelar Apel Siaga di Inhu

Polres Inhu Gelar Razia PETI di Sungai Indragiri, Aiptu Misran: Seluruh Rakit Tetap Kami Imbau Segera Dibongkar

Lantik Pengurus PWI Inhu, Raja Isyam : Laksanakan Tugas Organisasi Sesuai PD/PRT

Konferkab VI, Kasmedi Terpilih Sebagai Ketua PWI Inhu Masa Bakti 2023-2026

Ratusan Peserta Berlaga di Jungle Run TNBT, Juara Didominasi Para Milenial

Bupati dan Wabup Rohil Hadiri Pawai Ta'aruf MTQ XLI Provinsi Riau di Inhu

Cegah Karhutla, PT TPP Gelar Apel Siaga di Inhu

Polres Inhu Gelar Razia PETI di Sungai Indragiri, Aiptu Misran: Seluruh Rakit Tetap Kami Imbau Segera Dibongkar

Lantik Pengurus PWI Inhu, Raja Isyam : Laksanakan Tugas Organisasi Sesuai PD/PRT

Konferkab VI, Kasmedi Terpilih Sebagai Ketua PWI Inhu Masa Bakti 2023-2026

Ratusan Peserta Berlaga di Jungle Run TNBT, Juara Didominasi Para Milenial

Bupati dan Wabup Rohil Hadiri Pawai Ta'aruf MTQ XLI Provinsi Riau di Inhu



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
15 Maret 2026
Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
14 Maret 2026
Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
14 Maret 2026
Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
14 Maret 2026
Pecahkan Rekor MURI, Dave Hendrik dan Iwet 11 Jam Live TikTok Tanpa Putus Bareng Indosat
14 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
  • 2 Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
  • 3 Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
  • 4 Pecahkan Rekor MURI, Dave Hendrik dan Iwet 11 Jam Live TikTok Tanpa Putus Bareng Indosat
  • 5 Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas
  • 6 Resmi Buka Prodi Magister Pendidikan Matematika, UIR Hadirkan Kurikulum Machine Learning
  • 7 Lantik 60 Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Siak Afni Tekankan ASN Melayani Masyarakat
  • 8 Menag Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran
  • 9 Perdana Digelar, Kakanwil Kemenag Riau Harap Lomba Kaligrafi Mampu Hidupkan Seni Al-Qur’an di Masyarakat
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved