• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
Dibaca : 196 Kali
Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan
Dibaca : 222 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Kawal SKD Calon Taruna Poltekpin Hari Kedua di BKN Pekanbaru
Dibaca : 195 Kali
Tim Dosen Unilak Bantai Kemdikdasmen dengan Skor Fantastis 10-0
Dibaca : 209 Kali
Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
Dibaca : 245 Kali

  • Home
  • Nasional

Atap Panel Surya Coca-Cola Amatil Indonesia Hasilkan 9,6 Juta kWh Listrik Pertahun

Zulmiron
Sabtu, 03 Oktober 2020 23:41:57 WIB
Cetak
Coca-Cola Amatil Indonesia Resmikan Atap Panel Surya.

Jawa Barat, Hariantimes.com - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) meresmikan pemasangan atap panel surya terbesar dalam fasilitas produksi di Asia Tenggara, Rabu (30/09/2020) lalu.

Panel surya ini diletakkan di area atap fasilitas produksi Coca Cola Amatil Indonesia seluas 72.000 meter persegi dengan nilai pemasangan atap panel surya sebesar USD5,8 juta (Rp87 miliar). 

Turut hadir dalam acara peresmian instalasi atap panel surya Coca-Cola Amatil Indonesia tampak Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia & PNG Kadir Gunduz dan secara virtual Managing Director Coca-Cola Amatil, Alison Watkins.

Kadir Gunduz mengatakan, panel ini dapat menghasilkan 9,6 juta kWh listrik per tahun. Jumlah yang dibutuhkan untuk dapat mengurangi emisi karbon sebesar 8,9 juta kilogram per tahun. Dan inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Coca-Cola Amatil Indonesia dalam mendukung komitmen pemerintah dalam mengurangi dampak pemanasan global dan emisi dengan cara pemenuhan minimal 60 persen energi perusahaan berasal dari sumber energi terbarukan dan rendah emisi. 

“Keberlanjutan (Sustainability) merupakan bagian inti model bisnis kami, dimulai dari cara kami mendapatkan bahan baku dan produk manufaktur, hingga ke cara kami berkomunikasi sebagai brand dan dalam mengelola karyawan kami. Dan kami telah menetapkan target penggunaan energi terbarukan dan rendah karbon, serta intesitas emisi dari ‘minuman di tangan Anda’. Instalasi atap panel surya ini merupakan salah satu bentuk investasi terbaru kami. Dan inisiatif ini mendukung ambisi pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (greenhouse gas /GHG) sebanyak 29 persen atau setara dengan 314 juta ton karbondioksida hingga 2030, juga kontribusi kami terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kami percaya, energi terbarukan merupakan salah satu cara paling efektif dalam mengatasi perubahan iklim dan mencegah efek terburuk dari meningkatnya suhu bumi. Tentunya ini sejalan dengan langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia saat ini.”

“Dengan ini, kami akan dapat meninggalkan warisan positif dan memastikan dampak minimal terhadap lingkungan dan dunia yang kita tinggali,” papar Pak Gunduz.

Proyek energi terbarukan lainnya yang didukung oleh Amatil Indonesia termasuk pengadaan 243,383 mesin pendingin hemat energi (cooler) kepada konsumer kami, yang dapat menghemat hingga 178 juta kwh energi per tahun, instalasi LED sebagai alternatif pencahayaan alternatif di seluruh pabrik, konversi konversi dari solar, gas alam dan gas alam terkonversi (LNG) untuk pemanas, pembangkit listrik dan forklift sejak tahun 2008.

Instalasi atap panel surya ini diawasi oleh penyedia jasa energi terbarukan LYS dan Alfa Services, di mana pemasangan dimulai sejak 2019. 

Kedua mitra juga menyampaikan rasa bangga atas keikutsertaan mereka dalam menghadirkan atap panel surya di fasilitas manufaktur yang terbesar di Asia Tenggara, kedua terbesar di Asia Pasifik, dan keempat terbesar di dunia bersama Amatil Indonesia.

“Bersama dengan pencapaian ini, kami berencana untuk mempeluas rencana pemasangan atap panel surya di fasilitas manufaktur lainnya. Energi terbarukan akan menjadi salah satu inisiatif Utama kami dalam melawan perubahan iklim,” ujar Kadir Gunduz.

Managing Director Coca-Cola Amatil Alison Watkins juga menyebutkan, Coca-Cola Amatil semakin dekat dengan tujuan keberlanjutan tahun 2020. Dan berharap, pencapaian ini akan menjadi inspirasi bagi bisnis lain di Indonesia untuk melanjutkan atau memulai energi terbarukan dan tujuan efisiensi energi mereka sendiri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi pembangunan atap panel surya tersebut. Karena langkah Coca-Cola Amatil Indonesia ini mampu membantu upaya pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, yang selaras dengan fokus Amatil Indonesia dalam pengembangan energi baru terbarukan. 

“Penggunaan atap solar panel yang difasilitas pabrik Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sumber energi terbarukan yang akan mendukung perwujudan komitmen Pemerintah yang telah dituangkan melalui Kebijakan Energi Nasional tersebut,” ujar Airlangga Hartarto sembaribmenjelaskan, saat ini pemerintah memang sedang mendorong kontribusi energi baru terbarukan alias renewable energy menjadi sebesar 23 persen di tahun 2025 yang akan ditingkatkan setiap tahunnya. Dan apa yang dilakukan bisa mengurangi emisi gas kaca sebesar 314 juta ton. 

"Ini adalah sesuatu yang luar biasa. Seperti yang tadi disampaikan oleh Ibu Alison, bahwa ini sama saja dengan penghematan 7.000 kendaraan yang dikendarai selama 1 tahun," ujarnya. 

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap, penggunaan solar panel sebagaimana yang dilakukan oleh Coca-Cola Amatil Indonesia dapat diikuti oleh perusahaan lainnya di Jawa Barat.

Detil Atap Panel Surya di Cikarang:

• Pemasangan atap panel surya sebesar 72.000 meter persegi yang dapat menghasilkan 7.34 MWp energi surya di masa puncaknya.

• Pemasangan atap panel surya terbesar di fasilitas produksi di Asia Tenggara, kedua terbesar di Asia Pasifik dan keempat terbesar di dunia dengan nilai USD5,8 (IDR87 miliar) 

• Atap panel surya dapat menghasilkan 9,6 juta kwh energi surya sebagai daya energi fasilitas produksi.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina

Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan

Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point

Kerja ke Jepang, Wamenaker: Skill Bahasa Asing Itu Penting

Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah

Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina

Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan

Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point

Kerja ke Jepang, Wamenaker: Skill Bahasa Asing Itu Penting

Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
27 September 2026
Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan
27 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Kawal SKD Calon Taruna Poltekpin Hari Kedua di BKN Pekanbaru
27 September 2026
Tim Dosen Unilak Bantai Kemdikdasmen dengan Skor Fantastis 10-0
27 September 2026
Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
26 September 2026
Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan
26 September 2026
Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point
26 September 2026
Juara Umum PORSENIJAR Riau 2026, Kontingen PGRI Siak Borong 7 Medali Emas
26 September 2026
Mahadar: Mari Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan Guru
26 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Implementasi Pedoman dan Aplikasi SIKIDA
25 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Pelindungan Rahasia Dagang
  • 2 Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi
  • 3 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Dampak Kebijakan Pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris
  • 4 Kakanwil Kemenkum Riau Berikan Masukan Perubahan Permenkum Nomor 11 Tahun 2026
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Pengawasan IG Sagu Meranti dan Dorong Pembentukan Sentra KI
  • 6 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
  • 7 PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Perkenalkan Inovasi HARMONITAS
  • 9 Silaturahmi dengan SMSI Riau, Fikri Fardhian: Media Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi yang Akurat ke Masyarakat
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved