• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
Dibaca : 184 Kali
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
Dibaca : 447 Kali
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 668 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 670 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 579 Kali

  • Home
  • Sosialita

KFR dan DKR Taja Nonton Ramai Berbagi Film

Atan Lasak: Jadi Spirit Baru Bagi Insan Perfilman di Riau

Zulmiron
Kamis, 20 Agustus 2020 14:49:05 WIB
Cetak
Ketua Umum DKR Taufik Hidayat alias Atan Lasak.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Komisi Film Riau (KFR) bersama Dewan Kesenian Riau (DKR) menaja Nonton Ramai, Berbagi Film di gedung DKR, Bandar Serai (Purna MTQ), Rabu (19/08/2020) malam.

Helat yang merupakan kegiatan perdana ini akan menjadi agenda rutin Komisi Film Riau dalam sebulan dua kali.

Kegiatan nonton film ramai ini mengangkat tema "Mari Bangkit, Riau Berkarya," dan terlihat puluhan anak milinial tak mau ketinggalan kesempatan.

Sebelum menayangkan dua film pendek berjudul "Happy Siti" karya Fadhillah Khairani, dan "Di Balik Kilang" karya Gery Arsuma, dalam kata elu-eluannya Ketua Umum DKR Taufik Hidayat alias Atan Lasak mengatakan, helat ini diharapkan menjadi spirit baru bagi insan perfilman di Provinsi Riau. 

Dalam pengamatan Taufik, sejauh ini prestasi dunia film di Riau di kencah nasional memang belum begitu mengembirakan namun demikian bukannya hal ini tidak diperhitungkan. 

"Sebenarnya anak Riau mampu berprestasi dalam dunia film, buktinya dalam lomba film pendek nasional yang ditaja tv digital VIU, anak Riau, Siak, berhasil juara 1 dengan judul film Kue Qasidah. Sekarang, dengan adanya Komisi Film Riau dengan latar belakang keilmuannya, dan pengurusnya anak muda semua, ada harapan untuk mengangkat karya anak Riau lebih diperhitungkan di kencah nasional dan internasional," harap Taufik yang juga dikenal sebagai seniman musisi Riau itu.

Ke depan, sambung Taufik, ada asanya terhadap KFR, tidak hanya sebagai wadah insan perfilman Riau tapi juga menjadi motor bagi insan perfilm dalam melahirkan karya terbaiknya. 

Diingatkan, sebagai sebuah media bahwa film sebagai alat berkspresi, 
edukasi, dokumentasi, informasi, dan promosi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf Provinsi Riau, Roni Rahmat, dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, dengan perhelatan ini arah perfilman di Riau semakin jelas. 

"Kreatifitas film adalah media paling efektif dalam mempromosi potensi daerah, saya berharap dan mendukung adik-adik dalam kreatifitas ini sehingga nantinya menjadi ladang perekonomian baru bagi masyarakat, terutama insan perfilman di Riau," ungkap Roni. 

Roni yakin anak-anak Riau mampu dan punya potensi besar mengangkat dunia perfilman di Riau, tinggal bagaimana cara menggarap dan mengemasnya saja lagi. Keyakinan Roni ini dilandasi begitu banyaknya potensi Riau, baik itu di bidang budaya, sastra, alamnya, yang belum digarap semaksimal mungkin pada lensa media film. 

Usai menonton ramai dua film pendek, dalam pencerahannya Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Lancang Kuning (Unilak), Hang Kafrawi mengatakan, ada beberapa hal yang dapat ditangkap dalam kontek Riau pada saat ini. 

"Dua film pendek yang kita tonton ini, lokasinya di Jawa dan Jakarta. Maknanya, ada kearifan lokal yang seharusnya menjadi perhatian besar bagi kita untuk mengangkatnya. Riau punya potensi kearifan lokal yang amat dasyat jika diangkat dalam film. Persoalan yang kita hadapi pada saat ini, ketika adik-adik kita selesai kuliah, mereka sangat sedikit menjadikan kearifan lokal dalam karyanya. Mulai sekarang, mari kita bersama-sama berkreatifitas dengan mengangkat kearifan lokal yang menjadi indentitas diri kita sebagai orang Riau," ungkap Hang Kafrawi.

Dalam bentang dialog dengan pengkarya, Fadhillah Khairani yang memproduksi film "Happy Siti" mengatakan, bahwa film Happy Siti pernah ikut Festival Documantary Japan, dan film ini mendapat apresiasi dari Japan Foundation. 

"Film Happy Siti ini kolaborasi dengan teman-teman film maker se Asia saat diadakan exhange program study Asia," kata Fadila yang saat ini masih menuntut ilmu di IKJ. 

Film ini, sambung wanita kelahiran Kabupaten Kampar itu, melibatkan teman mahasiswa dari Jepang, Filipina, Myanmar, dan Vietnam. 

"Teman-teman dari berbagai negara itu sebenarnya tertarik dengan Indonesia, mulai dari keindahan alam, pariwisata dll. Cuma mereka kasihan saja, belum ada tempat khusus bagi para pemulung di antara keindahan ibukota,'' ucap Fadila.

Film pendek Di Balik Kilang, sambung Fadila, juga ada campur tangan anak Riau, dan film pendek ini juara 1 ketika ikut lomba film yang digelar KPK pada tahun 2015.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan

Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan

Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
24 Maret 2026
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 2 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 3 Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
  • 4 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 5 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 6 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 7 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 8 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 9 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved