• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Imigrasi Pekanbaru Musnahkan 145.731 Berkas Arsip Keimigrasian
Dibaca : 168 Kali
Perkuat Profesionalisme dan Integritas Wartawan, PWI Solok Orientasi ke PWI Riau
Dibaca : 242 Kali
Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
Dibaca : 315 Kali
Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
Dibaca : 325 Kali
Demi Langit Hijau di Riau, FITRA Riau Desak Evaluasi Mitigasi Karhutla
Dibaca : 277 Kali

  • Home
  • Sosialita

FFVP Berhasil Kurangi Karhutla di 750 Ribu Ha Lahan di Tiga Kabupaten

Redaksi
Rabu, 01 Juli 2020 11:48:15 WIB
Cetak

Pangkalan Kerinci, Hariantimes.com - Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) melalui Program Fire Free Village Program (FFVP) cukup berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya yang dihasilkan dari Karhutla di Riau.

Selama enam  tahun program ini berjalan, terbukti menekan dan mengurangi dan karhutla di 750 ribu hektare (ha) lahan yang berada di tiga kabupaten, yakni Pelalawan, Siak dan Kepualauan Meranti.

Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan bagian dari APRIL Grup, Mulia Nauli menyebutkan, pengurangan tersebut bisa dicapai atas kerjasama semua pihak, baik dari pemerintah, dunia usaha dan tentu saja masyarakat untuk keberhasilan ini. Disamping itu, RAPP juga menggandeng pemuka agama setempat seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Umat Beragama serta sejumlah LSM dan kelompok pecinta lingkungan sebagai mitra seperti Yayasan Laskar Alam, Kelompok Pecinta Lingkungan (KPL), dan Perkumpulan Tapak. Selain itu, sosialiasasi juga dilakukan kepada siswa, mulai dari ditingkat dasar dan menengah.

“Kita semua memiliki peranan penting dalam melakukan upaya pencegahan karhutla. Bersama-sama kita harus melindungi dan menjaga tempat dimana kita tinggal, beraktifitas dan dimana keluarga kita bertumbuh. Berbagai macam cara dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh unsur masyarakat, mulai dari sosialisasi secara langsung, melalui komik untuk siswa sekolah, dan melalui film,” tutur Mulia.

Mulia menjelaskan pilot project program ini dimulai pada tahun 2014. Dan empat desa tercatat sebagai peserta. Tahun 2015 jumlah desa peserta FFVP melonjak menjadi 18 desa. Kemudian pada tahun 2017 dan 2018 program tersebut diikuti masing-masing oleh 18 desa dan Sembilan desa. Tahun 2019 RAPP kembali melakukan MoU dengan sembilan desa yang berada di wilayah operasional perusahaan sehingga total peserta FFVP sudah mencapai 79 desa.

“Tahun 2020 ini ada 30 desa di Kabupaten Siak, Pelalawan dan Kepulauan Meranti. Program tidak hanya berfokus pada penekanan jumlah karhutla, tetapi juga menngombinasikan aspek pemberdayaan melalui FFVP. Masyarakat di desa yang tergabung dalam FFVP, didukung untuk membuka lahan tanpa bakar dan mengelola lahan dengan metode bertani degan baik. Hal ini dilakukan sebagai altenatif sumber penghasilan keluarga sehingga mereka bisa mencapai kesejahteraan secara sosial dan ekonomi melalui praktik yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” jelas Mulia.

Program ini memiliki 5 elemen utama yaitu penghargaan kepada desa yang tidak terjadi kebakaran selama 3 bulan, keterlibatan crew leader untuk mendukung pencegahan kebakaran, memberikan bantuan pembukaan lahan melalui peralatan pertanian, meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar serta pemantauan kualitas udara melalui perangkat PM10 di 7 desa.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Imigrasi Pekanbaru Musnahkan 145.731 Berkas Arsip Keimigrasian

Perkuat Profesionalisme dan Integritas Wartawan, PWI Solok Orientasi ke PWI Riau

Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau

Demi Langit Hijau di Riau, FITRA Riau Desak Evaluasi Mitigasi Karhutla

Perkuat Ketahanan Pangan, IKA Faterna Unand Riau-Kepri Gagas Ranch Peternakan dengan Konsep Mix Farming di Riau dan Kepri

Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama

Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Imigrasi Pekanbaru Musnahkan 145.731 Berkas Arsip Keimigrasian

Perkuat Profesionalisme dan Integritas Wartawan, PWI Solok Orientasi ke PWI Riau

Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau

Demi Langit Hijau di Riau, FITRA Riau Desak Evaluasi Mitigasi Karhutla

Perkuat Ketahanan Pangan, IKA Faterna Unand Riau-Kepri Gagas Ranch Peternakan dengan Konsep Mix Farming di Riau dan Kepri

Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Imigrasi Pekanbaru Musnahkan 145.731 Berkas Arsip Keimigrasian
27 Oktober 2026
Perkuat Profesionalisme dan Integritas Wartawan, PWI Solok Orientasi ke PWI Riau
27 Oktober 2026
Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
26 Oktober 2026
Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
26 Oktober 2026
Demi Langit Hijau di Riau, FITRA Riau Desak Evaluasi Mitigasi Karhutla
26 Oktober 2026
Perkuat Ketahanan Pangan, IKA Faterna Unand Riau-Kepri Gagas Ranch Peternakan dengan Konsep Mix Farming di Riau dan Kepri
25 Oktober 2026
Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
24 Oktober 2026
Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
24 Oktober 2026
Defile Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026 Diikuti 1.460 Peserta
24 Oktober 2026
Libatkan 1.711 Peserta, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau
24 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM
  • 2 KPP Pratama Rengat Gelar Forum Konsultasi Publik
  • 3 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Standar Layanan Bantuan Hukum
  • 4 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Landasan Hukum Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penyelesaian Sengketa dan Pemetaan Rawan Pelanggaran dengan Polda Riau
  • 6 Lewat Podcast Bertuah, Kanwil Kemenkum Riau Kenalkan Layanan BHP Medan ke Masyarakat
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Tiga Rancangan Regulasi Kuansing
  • 8 Edison Manik Tekankan Kesinambungan Program dan Sinergi
  • 9 Kanwil Kemenkum Riau Dukung Rekonstruksi Kurikulum S2 Ilmu Hukum UNRI yang Adaptif dan Berorientasi Praktik
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved