• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
Dibaca : 328 Kali
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 595 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 598 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 522 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 654 Kali

  • Home
  • Sosialita

Seminar Santun 79, Sastra dan Bahasa Melayu

Ketua DBP: Berseni dan Bersastra Haruslah Dilakukan Demi Niat yang Agung

Redaksi
Ahad, 02 Februari 2020 15:17:49 WIB
Cetak
Seminar Santun 79, Sastra dan Bahasa Melayu.
Kuala Lumpur, Hariantimes.com - Sastra dan sains mempunyai hubungan yang erat. 

Sastra tanpa sains tak akan membawa  kemajuan. Sebaliknya, sains tanpa sastra tak akan memberikan keindahan atau kering.

''Berseni dan bersastra haruslah dilakukan demi niat yang agung. Yaitu Allah dan sunnah Rasul. Hal ini sudah diperlihatkan dalam karya-karya sastrawan Malaysia. Di antaranya Datuk Seri A Samad Said dengan 
puisi panjangnya Al Amin. Begitu pula puisi-puisi yang dihasilkan Dato' Kemala,'' kata Ketua Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP), Kuala Lumpur, Malaysia, Prof Dr Mohamed Hatta Shaharom saat membuka acara Santun 79 Kemala. Shaharom baru-baru ini.

Pada setiap sesi acara Santun 79 Kemala diselingi dengan pembacaan puisi, puisi tari dan puisi lagu oleh para penyair 4 negara. Di antara penyair yang tampil adalah Penyair dan Novelis Nasional Malaysia yang kini berusia 81 tahun, SN A Samad Said. 

Sedangkan dari Thailand diwakili  pensyarah tamu Prince Songkhla University, Thailand asal Yogyakarta, Indonesia, Anindya Puspita.

Sementara para penyair Indonesia yang turut .mempersembahkan bacaan puisinya adalah Muhammad Husnu Abadi dan Fakhrunnas MA Jabbar (Riau), Lily Siti Multatuliana (Jakarta), Risma Dewi Purwita (NTT), Siamir Marulafau (Sumut) serta Nuthalya Anwar dan Ariani Isnamurti (Jakarta). 

Sastra dan Bahasa Melayu diperkirakan tak akan pernah mati. Bagaimana tidak? Ini dilihat dari perkembangan kreativitas karya@sastra berupa puisi dan prosa yang ditulis para sastrawan di berbagai negara di dunia, terutama kawasan Melayu Serumpun. Apalagi, jumlah pengguna bahasa Melayu keseluruhan mencapai 300 juta jiwa.

Dan khusus puisi-puisi  yang dihasilkan penyair nasional terkemuka Malaysia,  SN Dato' Kemala yang religius dan sufistik menegaskan dirinya merupakan pelanjut penyair sufi dunia Mihammad Iqbal.

Pernyataan ini merupakan kesimpulan dari pidato utama kritikus sastra Malaysia, Dr Mana Sikana dan hasil pembahasan dua sesi diskusi yang membahas karya-karya penyair Kemala  dalam rangkaian Temu Sastra 4 Negara Santun 79 Kemala di Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP), Kuala Lumpur, Malaysia, 30 Januari 2020.

Kritikus Sastra Dr Mana Sikana dalam pidato yang dibacakan perwakilannya menegaskan kedalaman religi puisi-puisi Kemala selama ini menunjukkan komitmen sikapnya yang sangat Islami. Berkarya kreatif bagi Kemala bermakna wujud pengabdian dirinya kepada Allah yang Maha Pencipta.

Pendapat yang hampir sama juga muncul pada diskusi sesi pertama bertajuk Laut Takjub  dengan  pembicara,  dengan para pembicara dari Malaysia yakni Prof Madya Dr Kamariah Kamarudin dan Dr Hanafi Ibrahim dengan Moderator Hj Wardawati Sharif. 

Begitu pula pada diskusi sesi kedua bertajuk 'Lanskap Ungu Kemala' dan menampilkan para pembicara yakni  Hj Arbak Othman (Malaysia), Drs Siamir Marulafau dan Dra Lily Siti Muthathuliana (keduanya dari Indonesia) dengan  Moderator Hj Wardawati Sharif.

Para pembicara seminar dalam rangkaian diskusi menegaskan,  
hampir semua puisi Kemala menggambarkan kedekatan dengan Tuhan. 

Selain itu, Kemala sangat akrab dengan alam dan humanistik dengan bahasa yang indah dan kaya dengan  metaforik serta sederhana.(*)


Editor: Zulmiron


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 2 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 3 Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
  • 4 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 5 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 6 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 7 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 8 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 9 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved