• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Buka Layanan KI, AHU dan Bantuan Hukum Gratis
Dibaca : 187 Kali
Fun Walk Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kebersamaan
Dibaca : 182 Kali
Hilirisasi Sawit Harus Dibarengi Penguatan Ekosistem dari Hulu Hingga Hilir
Dibaca : 187 Kali
Bupati Siak Afni Zulkifli Terima Penghargaan SIEXPO Award 2026
Dibaca : 258 Kali
Karhutla Pematang Pudu Belum Padam, Ferdian: Tim Lakukan Penyekatan Agar Api Tak Merembet
Dibaca : 295 Kali

  • Home
  • Sosialita

Jelang HPN 2026, Puluhan Wartawan dan Sastrawan Ikuti Kemah Budaya

Zulmiron
Kamis, 15 Januari 2026 01:01:18 WIB
Cetak
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Kemah Budaya.

Banten, Hariantimes.com - Menjelang puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 di Provinsi Banten yang digelar 09 Februari mendatang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Kemah Budaya. 

Kegiatan ini dilaksanakan 16 dan 17 Januari 2026 di Desa Kanekes Lebak Banten, tepatnya masyarakat adat Baduy. 
Puluhan wartawan dan sastrawan dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti kegiatan yang mengusung tema Belajar Mencintai dari Baduy ini. Ada yang dari Provinsi Kalimantan Timur, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jakarta.

Dari 50 peserta, 80 persennya merupakan perempuan, sesuai dengan proses penerimaan peserta yang memang diprioritaskan untuk wartawati dan sastrawati.
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir  didampingi Sekretaris Jendral (Sekjen) Zulmansyah Sekedang,  melepas keberangkatan peserta, Kamis sore (15/1) di Kantor PWI Pusat Jalan Kebon Sirih. 

Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Cak Munir ini menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar menghormati seluruh kearifan lokal di Baduy, mencatat apa yang dilihat dan dirasakan melalui karya junalistik dan karya sastra dengan mengutamakan kejujuran dan pelestarian.

Baca Juga :
  • Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Buka Layanan KI, AHU dan Bantuan Hukum Gratis
  • Fun Walk Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kebersamaan
  • Bupati Siak Afni Zulkifli Terima Penghargaan SIEXPO Award 2026

‘’Kegiatan Kemah Baduy di Banten ini menjadi momen penting sebagai bentuk kontribusi PWI bersama wartawati dan sastrawati yang menjadi peserta untuk Indonesia, khususnya Provinsi Banten yang menjadi tuan rumah perayaan HPN tahun ini. Semoga seluruh peserta bisa memberikan catatan terbaiknya dengan mengutamakan kejujuran, pelestarian dan menghargai seluruh kearifan lokal yang ada di Baduy dalam karya-karyanya,’’ harap Cak Munir.

Keesokan harinya, Jumat (16/01/2026), peserta berangkat menuju Rangkasbitung sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Lebak. Di sini, rombongan peserta disambut segenap pejabat Pemkab Lebak di Aula Museum Multatuli. Ada Asisten Daerah (Asda) III, Dr. yan Fitriyana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lebak, Anik Sakinah, serta jajaran Pemkab Lebak lainnya.

Penyambutan ditandai dengan penyerahan souvenir berupa syal dan ikat kepala Baduy yang langsung dipakai saat acara tersebut.

Asisten III Pemkab Lebak Dr Iyan Fitriyana dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada peserta serta seluruh pengurus PWI baik pusat maupun PWI Provinsi Banten yang hadir. Ia berharap kehadiran PWI dan peserta dengan karya-karya yang akan lahir dari perjalanan Kemah Budaya tersebut memberi dampak positif khususnya bagi masyarakat Baduy dan khususnya bagi Kabupaten Lebak.

‘’Baduy menjadi kesitimewaan bagi Kabupetan Lebak, tentu juga bagi Banten. Baduy mengajarkan nilai kehidupan yang sederhana, jujur, dan selaras dengan alam. Tema Belajar Mencintai dari Baduy ini menjadi pengingat penting bagi insan pers agar tetap menjaga nurani, etika, dan tanggung jawab sosial,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya PWI Pusat, Ramon Damora, mengatakan, Kemah Budaya ini merupakan bagian dari refleksi jurnalistik menjelang HPN 2026. Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pembelajaran bagi wartawan untuk memahami nilai-nilai kebudayaan secara langsung.

“Baduy memberi pelajaran tentang mencintai kehidupan dengan cara yang jujur mencintai alam, tradisi, dan sesama. Nilai-nilai ini penting dihayati wartawan agar karya jurnalistik tidak hanya informatif, tetapi juga berjiwa dan berempati,” kata Ramon.

Selain Ramon, hadir dari Pengurus PWI Pusat Ketua Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan (KPWP) Henny Murniati, Wakil Ketua II Bidang Kerjasama dan Kemitraan Kadirah, Wakil Direktur I Satgas Anti Hoax Mercys Charles Loho, dan Wakil Ketua II Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya Kunni Masrohanti.

Kepala Diskominfo Kabupaten Lebak, Anik Sakinah, turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Kemah Budaya PWI. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkenalkan kekayaan budaya Baduy yang hingga kini tetap menjaga kelestarian alam dan tradisi leluhur.

“Lebak memiliki Baduy yang konsisten menjaga alam dan nilai-nilai budaya. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama,” ucap Anik.

Sebelum berangkat ke kawasan adat Baduy, rombongan peserta diajak berkeliling Museum Multatuli yang dipandu langsung oleh Kepala Museum Ubaidillah Muchtar. Museum ini diresmikan sejak tahun 2018 yang berfokus pada pengembangan museum, sejarah, antikolonialisme, edukasi dan pelestarian jejarah Lebak. Ubaidillah atau yang akrab disapa Kang Ubai berperan penting dalam keberlanjutan museum ini.

Kang Ubai membawa rombongan berkeliling museum. Ia menceritakan banyak hal. Dimulai dari gambar yang tertera di dinding museum hingga kegigihan dan karya-karya hebat serta pemikiran Multatuli yang berpengaruh besar pada kemerdekaan Indonesia serta menceritakan orang-orang yang pernah mengukir sejarah Rangkasbitung dalam karya-karyanya.

Kang Ubai menunjukkan novel satire karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar, nama pena dari Eduard Douwes Dekker. Buku berjudul lengkap Max Havelaar terbit atau Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda ini pertama kali terbit tahun 1860, setelah Douwes Dekker menjabat sebagai asisten residen di Lebak. Semua buku-buku karya Multatuli masih utuh dan lengkap serta terjaga dengan baik.

‘’Mengapa Museum Multatuli ada di Rangkasbitung karena dari segi geografis, Rangkasbitung merupakan Ibu Kota Kabupaten Lebak dan lokasinya strategis, sehingga museum ini lebih mudah diakses oleh pengunjung yang datang dari luar daerah. Masuk museum ini sangat murah. Untuk anak sekolah Rp1000, orang dewasa seperti Bapak dan Ibu sekalian Rp2000, untuk pengunjung mancanegara Rp15.000. Dalam waktu sebentar, ribuan pengunjung datang ke sini. Semoga museum ini menjadi pusat literasi dan pusat pembelajaran bagi siapapun,’’ harap Kang Ubai.

*Mendengar Petuah Jaro dan Jelajah  Budaya*
Setelah melalui perjalanan sekitar 2,5 jam dari Museum Multatuli dengan jalan naik turun perbukitan, rombongan akhirnya sampai di Ciboleger sekitar pukul 15.30 WIB. Dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dan sampailah di Baduy Luar yang berada di Desa Kanekes. Jaro atau Kepala Desa Kanekes telah menunggu di rumah dinasnya yang disebuh juga dengan Imah Jaro.

Berbagai jajanan lokal berupa rebus-rebusan seperti ubi dan pisang serta kopi menambah ruh kearifan lokal Baduy semakin terasa. Apalagi rumah di sepanjang jalan menuju rumah Jaro tersebut merupakan rumah panggung khas Baduy. Dengan duduk santai di teras Imah Jaro atau sosoro sambil menikmati jajanan lokal, peserta mendengarkan banyak petuah dari Jaro.

‘’Selamat datang di Desa Kanekes, Baduy Luar. Mari bersama-sama kita menjaga Baduy dengan segala kearifan lokal yang ada di dalamnya. Kami sangat senang dikunjungi,’’ kata Jaro.

Sore menjelang malam itu menjadi kesempatan emas bagi peserta untuk bisa berbicara dan bertanya langsung kepada Jaro tentang banyak hal. Maka peserta pun tidak melewatkan kesempatan itu. Dengan penuh semangat, mereka bergantian menyampaikan rasa keingintahuannya tentang Baduy.

Malam itu, semua peserta diinapkan di rumah-rumah warga yang berada di Baduy Luar tepatnya di Kampung Ketug i. Di rumah warga ini, peserta turut merasakan bagaimana menjadi masyarakat Baduy dalam semalam. Mereka tidur di lantai bambu dengan penerangan seadanya karena di sana tidak ada listrik, makan bersama dan bisa berinteraksi akrab dengan pemilik rumah.

Menjelang siang keesokan harinya, peserta mendapat kesempatan untuk berkeliling kampung, menjelajahi keragaman budaya Baduy serta kekayaan alamnya. Baduy sedang musim buah besar. Hutannya mengeluarkan banyak keberkahan. Durian, manggis, rambutan, petai, pisang dan buah-buahan lainnya terlihat begitu banyak dibawa masyarakat keluar dari dalam hutan menuju perkampungan. Pesertapun tidak hanya meresapi keagungan kearifan lokal Baduy, tapi juga menikmati durian lezat dan buah-buah segar lainnya.

*Karya Buku*
Perjalanan Kemah Budaya di Baduy ini akan melahirkan karya buku. Bagi peserta wartawan akan menulis feature, sedangkan peserta sastrawan akan menulis esai, puisi dan cerpen. Seluruh karya dikumpulkan sejak meninggalkan Baduy hingga tanggal 21 Januari. Selanjutnya akan masuk ke meja editor dan percetakan, lalu hadir dalam satu buku.

Buku hasil Kemah Baduy tersebut direncanakan akan diluncurkan tanggal 8 Februari, saat rangkaian puncak perayaan HPN dilaksanakan di Provinsi Banten.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Buka Layanan KI, AHU dan Bantuan Hukum Gratis

Fun Walk Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kebersamaan

Besok Malam Dilantik, Amran Tambi Siapkan PKDP Riau Lebih Solid dan Berdaya Guna

Kemenkum Riau Dorong Terwujudnya Kabupaten Layak Anak

Kanwil Kemenkum Riau Dukung Transformasi Digital dan Percepatan Layanan Hukum

Kemenkum Riau dan Pemkab Meranti Perkuat Perlindungan Kopi Liberika dan Sagu

Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Buka Layanan KI, AHU dan Bantuan Hukum Gratis

Fun Walk Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kebersamaan

Besok Malam Dilantik, Amran Tambi Siapkan PKDP Riau Lebih Solid dan Berdaya Guna

Kemenkum Riau Dorong Terwujudnya Kabupaten Layak Anak

Kanwil Kemenkum Riau Dukung Transformasi Digital dan Percepatan Layanan Hukum

Kemenkum Riau dan Pemkab Meranti Perkuat Perlindungan Kopi Liberika dan Sagu



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Buka Layanan KI, AHU dan Bantuan Hukum Gratis
09 Agustus 2026
Fun Walk Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kebersamaan
09 Agustus 2026
Hilirisasi Sawit Harus Dibarengi Penguatan Ekosistem dari Hulu Hingga Hilir
08 Agustus 2026
Bupati Siak Afni Zulkifli Terima Penghargaan SIEXPO Award 2026
08 Agustus 2026
Karhutla Pematang Pudu Belum Padam, Ferdian: Tim Lakukan Penyekatan Agar Api Tak Merembet
07 Agustus 2026
Lestarikan Tradisi Menolak Bala, Pemkab Siak Matangkan Pelaksanaan Ghatib Beghanyut
07 Agustus 2026
Karhutla Kerumutan dan Sungai Guntung Hilir Belum Padam, Ferdian: Tim Hadapi Sejumlah Tantangan
07 Agustus 2026
Besok Malam Dilantik, Amran Tambi Siapkan PKDP Riau Lebih Solid dan Berdaya Guna
07 Agustus 2026
Kemenkum Riau Dorong Terwujudnya Kabupaten Layak Anak
07 Agustus 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dukung Transformasi Digital dan Percepatan Layanan Hukum
07 Agustus 2026
TERPOPULER +
  • 1 PPI Lestarikan Kekayaan Budaya Melalui Karya Sastra
  • 2 Prabowo Ajak Jajaran Kadin Indonesia Perkuat Kolaborasi antara Pemerintah dan Dunia Usaha
  • 3 Ingin Lanjut S2 Komunikasi? UIR Buka Pendaftaran hingga 22 Agustus 2026
  • 4 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Komunikasi dan Transformasi Organisasi
  • 5 Menteri PPN/Bappenas Prof Rachmat Pambudy Keynote Speaker SIEXPO 2026 di Pekanbaru
  • 6 Evaluasi Kinerja Semester I 2026, Kanim Pekanbaru Raih Penghargaan Humas Most Popular
  • 7 Pianisril-Zulkifli Ali Juarai Fun Pingpong Competition SKK Migas-EMP-PWI Riau
  • 8 Fun Pingpong Competition Perkuat Kemitraan PWI Riau, SKK Migas dan EMP
  • 9 1 Agustus, Menag Ajak Masyarakat Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved