• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat
Dibaca : 113 Kali
Sebagai Bentuk Demokrasi Pancasila, Simposium SMSI Tegaskan Pilkada Melalui DPRD
Dibaca : 121 Kali
Jelang HPN 2026, Puluhan Wartawan dan Sastrawan Ikuti Kemah Budaya
Dibaca : 111 Kali
Perkuat Sinergi Bantuan Hukum, Kanwil Kemenkum Riau Terima Audiensi PBH PERADI
Dibaca : 123 Kali
Festival Shalawat KKMT Riau Gaungkan Pesan Ekoteologi Isra Mi'raj
Dibaca : 115 Kali

  • Home
  • Sosialita

Jelang HPN 2026, Puluhan Wartawan dan Sastrawan Ikuti Kemah Budaya

Zulmiron
Kamis, 15 Januari 2026 01:01:18 WIB
Cetak
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Kemah Budaya.

Banten, Hariantimes.com - Menjelang puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 di Provinsi Banten yang digelar 09 Februari mendatang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Kemah Budaya. 

Kegiatan ini dilaksanakan 16 dan 17 Januari 2026 di Desa Kanekes Lebak Banten, tepatnya masyarakat adat Baduy. 
Puluhan wartawan dan sastrawan dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti kegiatan yang mengusung tema Belajar Mencintai dari Baduy ini. Ada yang dari Provinsi Kalimantan Timur, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jakarta.

Dari 50 peserta, 80 persennya merupakan perempuan, sesuai dengan proses penerimaan peserta yang memang diprioritaskan untuk wartawati dan sastrawati.
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir  didampingi Sekretaris Jendral (Sekjen) Zulmansyah Sekedang,  melepas keberangkatan peserta, Kamis sore (15/1) di Kantor PWI Pusat Jalan Kebon Sirih. 

Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Cak Munir ini menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar menghormati seluruh kearifan lokal di Baduy, mencatat apa yang dilihat dan dirasakan melalui karya junalistik dan karya sastra dengan mengutamakan kejujuran dan pelestarian.

Baca Juga :
  • Perkuat Sinergi Bantuan Hukum, Kanwil Kemenkum Riau Terima Audiensi PBH PERADI
  • Festival Shalawat KKMT Riau Gaungkan Pesan Ekoteologi Isra Mi'raj
  • Lepas Peserta Kemah Budaya Wartawan, Cak Munir: Tempat yang Cocok untuk Melakukan Capacity Building

‘’Kegiatan Kemah Baduy di Banten ini menjadi momen penting sebagai bentuk kontribusi PWI bersama wartawati dan sastrawati yang menjadi peserta untuk Indonesia, khususnya Provinsi Banten yang menjadi tuan rumah perayaan HPN tahun ini. Semoga seluruh peserta bisa memberikan catatan terbaiknya dengan mengutamakan kejujuran, pelestarian dan menghargai seluruh kearifan lokal yang ada di Baduy dalam karya-karyanya,’’ harap Cak Munir.

Keesokan harinya, Jumat (16/01/2026), peserta berangkat menuju Rangkasbitung sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Lebak. Di sini, rombongan peserta disambut segenap pejabat Pemkab Lebak di Aula Museum Multatuli. Ada Asisten Daerah (Asda) III, Dr. yan Fitriyana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lebak, Anik Sakinah, serta jajaran Pemkab Lebak lainnya.

Penyambutan ditandai dengan penyerahan souvenir berupa syal dan ikat kepala Baduy yang langsung dipakai saat acara tersebut.

Asisten III Pemkab Lebak Dr Iyan Fitriyana dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada peserta serta seluruh pengurus PWI baik pusat maupun PWI Provinsi Banten yang hadir. Ia berharap kehadiran PWI dan peserta dengan karya-karya yang akan lahir dari perjalanan Kemah Budaya tersebut memberi dampak positif khususnya bagi masyarakat Baduy dan khususnya bagi Kabupaten Lebak.

‘’Baduy menjadi kesitimewaan bagi Kabupetan Lebak, tentu juga bagi Banten. Baduy mengajarkan nilai kehidupan yang sederhana, jujur, dan selaras dengan alam. Tema Belajar Mencintai dari Baduy ini menjadi pengingat penting bagi insan pers agar tetap menjaga nurani, etika, dan tanggung jawab sosial,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya PWI Pusat, Ramon Damora, mengatakan, Kemah Budaya ini merupakan bagian dari refleksi jurnalistik menjelang HPN 2026. Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pembelajaran bagi wartawan untuk memahami nilai-nilai kebudayaan secara langsung.

“Baduy memberi pelajaran tentang mencintai kehidupan dengan cara yang jujur mencintai alam, tradisi, dan sesama. Nilai-nilai ini penting dihayati wartawan agar karya jurnalistik tidak hanya informatif, tetapi juga berjiwa dan berempati,” kata Ramon.

Selain Ramon, hadir dari Pengurus PWI Pusat Ketua Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan (KPWP) Henny Murniati, Wakil Ketua II Bidang Kerjasama dan Kemitraan Kadirah, Wakil Direktur I Satgas Anti Hoax Mercys Charles Loho, dan Wakil Ketua II Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya Kunni Masrohanti.

Kepala Diskominfo Kabupaten Lebak, Anik Sakinah, turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Kemah Budaya PWI. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkenalkan kekayaan budaya Baduy yang hingga kini tetap menjaga kelestarian alam dan tradisi leluhur.

“Lebak memiliki Baduy yang konsisten menjaga alam dan nilai-nilai budaya. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama,” ucap Anik.

Sebelum berangkat ke kawasan adat Baduy, rombongan peserta diajak berkeliling Museum Multatuli yang dipandu langsung oleh Kepala Museum Ubaidillah Muchtar. Museum ini diresmikan sejak tahun 2018 yang berfokus pada pengembangan museum, sejarah, antikolonialisme, edukasi dan pelestarian jejarah Lebak. Ubaidillah atau yang akrab disapa Kang Ubai berperan penting dalam keberlanjutan museum ini.

Kang Ubai membawa rombongan berkeliling museum. Ia menceritakan banyak hal. Dimulai dari gambar yang tertera di dinding museum hingga kegigihan dan karya-karya hebat serta pemikiran Multatuli yang berpengaruh besar pada kemerdekaan Indonesia serta menceritakan orang-orang yang pernah mengukir sejarah Rangkasbitung dalam karya-karyanya.

Kang Ubai menunjukkan novel satire karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar, nama pena dari Eduard Douwes Dekker. Buku berjudul lengkap Max Havelaar terbit atau Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda ini pertama kali terbit tahun 1860, setelah Douwes Dekker menjabat sebagai asisten residen di Lebak. Semua buku-buku karya Multatuli masih utuh dan lengkap serta terjaga dengan baik.

‘’Mengapa Museum Multatuli ada di Rangkasbitung karena dari segi geografis, Rangkasbitung merupakan Ibu Kota Kabupaten Lebak dan lokasinya strategis, sehingga museum ini lebih mudah diakses oleh pengunjung yang datang dari luar daerah. Masuk museum ini sangat murah. Untuk anak sekolah Rp1000, orang dewasa seperti Bapak dan Ibu sekalian Rp2000, untuk pengunjung mancanegara Rp15.000. Dalam waktu sebentar, ribuan pengunjung datang ke sini. Semoga museum ini menjadi pusat literasi dan pusat pembelajaran bagi siapapun,’’ harap Kang Ubai.

*Mendengar Petuah Jaro dan Jelajah  Budaya*
Setelah melalui perjalanan sekitar 2,5 jam dari Museum Multatuli dengan jalan naik turun perbukitan, rombongan akhirnya sampai di Ciboleger sekitar pukul 15.30 WIB. Dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dan sampailah di Baduy Luar yang berada di Desa Kanekes. Jaro atau Kepala Desa Kanekes telah menunggu di rumah dinasnya yang disebuh juga dengan Imah Jaro.

Berbagai jajanan lokal berupa rebus-rebusan seperti ubi dan pisang serta kopi menambah ruh kearifan lokal Baduy semakin terasa. Apalagi rumah di sepanjang jalan menuju rumah Jaro tersebut merupakan rumah panggung khas Baduy. Dengan duduk santai di teras Imah Jaro atau sosoro sambil menikmati jajanan lokal, peserta mendengarkan banyak petuah dari Jaro.

‘’Selamat datang di Desa Kanekes, Baduy Luar. Mari bersama-sama kita menjaga Baduy dengan segala kearifan lokal yang ada di dalamnya. Kami sangat senang dikunjungi,’’ kata Jaro.

Sore menjelang malam itu menjadi kesempatan emas bagi peserta untuk bisa berbicara dan bertanya langsung kepada Jaro tentang banyak hal. Maka peserta pun tidak melewatkan kesempatan itu. Dengan penuh semangat, mereka bergantian menyampaikan rasa keingintahuannya tentang Baduy.

Malam itu, semua peserta diinapkan di rumah-rumah warga yang berada di Baduy Luar tepatnya di Kampung Ketug i. Di rumah warga ini, peserta turut merasakan bagaimana menjadi masyarakat Baduy dalam semalam. Mereka tidur di lantai bambu dengan penerangan seadanya karena di sana tidak ada listrik, makan bersama dan bisa berinteraksi akrab dengan pemilik rumah.

Menjelang siang keesokan harinya, peserta mendapat kesempatan untuk berkeliling kampung, menjelajahi keragaman budaya Baduy serta kekayaan alamnya. Baduy sedang musim buah besar. Hutannya mengeluarkan banyak keberkahan. Durian, manggis, rambutan, petai, pisang dan buah-buahan lainnya terlihat begitu banyak dibawa masyarakat keluar dari dalam hutan menuju perkampungan. Pesertapun tidak hanya meresapi keagungan kearifan lokal Baduy, tapi juga menikmati durian lezat dan buah-buah segar lainnya.

*Karya Buku*
Perjalanan Kemah Budaya di Baduy ini akan melahirkan karya buku. Bagi peserta wartawan akan menulis feature, sedangkan peserta sastrawan akan menulis esai, puisi dan cerpen. Seluruh karya dikumpulkan sejak meninggalkan Baduy hingga tanggal 21 Januari. Selanjutnya akan masuk ke meja editor dan percetakan, lalu hadir dalam satu buku.

Buku hasil Kemah Baduy tersebut direncanakan akan diluncurkan tanggal 8 Februari, saat rangkaian puncak perayaan HPN dilaksanakan di Provinsi Banten.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Perkuat Sinergi Bantuan Hukum, Kanwil Kemenkum Riau Terima Audiensi PBH PERADI

Festival Shalawat KKMT Riau Gaungkan Pesan Ekoteologi Isra Mi'raj

Lepas Peserta Kemah Budaya Wartawan, Cak Munir: Tempat yang Cocok untuk Melakukan Capacity Building

Perkuat Sinergi Sektor Migas dan Pers, SKK Migas Sumbagut Terima Kunjungan PWI Riau

Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025, IM3 Apresiasi Loyalitas Pelanggan Setia dari Seluruh Indonesia

Jalin Kerjasama dengan Politeknik Caltex Riau, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Digitalisasi Pembinaan Hukum

Perkuat Sinergi Bantuan Hukum, Kanwil Kemenkum Riau Terima Audiensi PBH PERADI

Festival Shalawat KKMT Riau Gaungkan Pesan Ekoteologi Isra Mi'raj

Lepas Peserta Kemah Budaya Wartawan, Cak Munir: Tempat yang Cocok untuk Melakukan Capacity Building

Perkuat Sinergi Sektor Migas dan Pers, SKK Migas Sumbagut Terima Kunjungan PWI Riau

Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025, IM3 Apresiasi Loyalitas Pelanggan Setia dari Seluruh Indonesia

Jalin Kerjasama dengan Politeknik Caltex Riau, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Digitalisasi Pembinaan Hukum



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat
14 Januari 2026
Sebagai Bentuk Demokrasi Pancasila, Simposium SMSI Tegaskan Pilkada Melalui DPRD
15 Januari 2026
Jelang HPN 2026, Puluhan Wartawan dan Sastrawan Ikuti Kemah Budaya
15 Januari 2026
Perkuat Sinergi Bantuan Hukum, Kanwil Kemenkum Riau Terima Audiensi PBH PERADI
15 Januari 2026
Festival Shalawat KKMT Riau Gaungkan Pesan Ekoteologi Isra Mi'raj
17 Januari 2026
Lewat Nilai Sholat, Menag Ajak Umat Peduli Alam dan Sosial
15 Januari 2026
PWI Pusat Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT
15 Januari 2026
PHR Konfirmasi Sumur Mustang Hitam (MTH)-001 di Libo sebagai Discovery
15 Januari 2026
Panitia AJA 2025 Umumkan Nomine Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2025
16 Januari 2026
Lepas Peserta Kemah Budaya Wartawan, Cak Munir: Tempat yang Cocok untuk Melakukan Capacity Building
15 Januari 2026
TERPOPULER +
  • 1 Dua Babinsa Koramil 0321- 02/TP Patroli Siskamling di Rantau Kopar
  • 2 Raih 27 Suara, HR Mambang Mit Terpilih Nahkodai FKPMR
  • 3 Kanwil Kemenkum Bentuk Tim Kerja Divisi Pelayanan Hukum Bidang AHU dan KI
  • 4 Semarakkan HAB ke-80, Kemenag Pekanbaru Gelar Jalan Sehat Kerukunan
  • 5 Dengan Berkebaya Laboh Kekek, IKWI Riau Turut Berperan Pecahkan MURI Tari Zapin Massal
  • 6 Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek Riau Pecahkan Rekor Dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda
  • 7 Masuk MURI, SF Hariyanto: Zapin akan Terus Menari di Bumi Lancang Kuning
  • 8 1.026 Karateka se Riau Bertarung di Ajang Forki Riau Open Championship
  • 9 Demokrasi Lokal Berbiaya Mahal (Bagian I)
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved