• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
Dibaca : 232 Kali
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
Dibaca : 502 Kali
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 712 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 712 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 617 Kali

  • Home
  • Riau

Konser Kalamusika, Abdul Wahid: Puisi adalah Media Ekspresi

Zulmiron
Ahad, 20 Juli 2025 10:50:00 WIB
Cetak
Presiden Penyair Perempuan Indonesia Kunni Masrohanti tampil memukau di acara Konser Kalamusika.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Konser Kalamusika bertajuk Kata-kata, Surat-surat kepada Bunda Alam 2025 digelar di Anjung Seni Idrus Tintin Bandar Serai, Purna MTQ, Pekanbaru, Sabtu (19/07/2025) malam.

Acara tersebut menghadirkan pertunjukan puisi yang memadukan seni, budaya dan pesan pelestarian alam.

Ribuan penonton memenuhi ruang pertunjukan. Riuh tepuk tangan dan sorai penonton mengiringi tiap penampilan, termasuk ketika Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid naik ke panggung membacakan puisi perdananya yang berjudul "Hilang Rimba Hilang Bahasa". 

Mengenakan pakaian bewarna marun dan tanjak senada, Abdul Wahif tampil percaya diri menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga budaya dan lingkungan.

Baca Juga :
  • Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp

“Puisi adalah media ekspresi. Melalui syair, pantun dan puisi, kita bisa menyampaikan harapan. Pesan saya malam ini, mari kita jaga budaya, karena saya bercita-cita menjadikan Riau rumah rumpun Melayu,” ujar Wahid.

Gubri Abdul Wahid mengakui belum pernah membaca puisi, namun pada malam ini dia menampilkan puisi yang apik dan upaya untuk melestarikan hutan. 

"Puisi ini ekspresi akal dan budi," katanya.

Adapun bait puisi yang dibacakan Gubernur Riau Abdul Wahid tersebut, yakni:

Hilang Rimba Hilang Bahasa

Untuk bunda semesta yang diamnya lebih dalam dari laut dan sabarnya lebih tua dari langit 

Aku datang tidak membawa kata-kata baru

Sebab kata-kata telah lama pergi pada retak daun 

Pada gemetar pepohonan, pada peluh tanah yang menyusu angin 

Sebelum kami menyebutnya puisi

Aku hanya menyulam kembali jejak yang pernah basah oleh pantun 

Suara yang pernah halus dalam dzikir angin,

Bisikan Rimba nyanyian sungai 

Desah tanah yang Luruh dari mata langit ke ubun-ubun manusia

Dulu, kami mengenal dunia bukan dari layar melainkan dari embun di pucuk lalang

Dari gemercik sungai yang hafal nama-nama

Dari mentari yang menyuruk di bilik daun, seperti ibu pulang diam-diam membawa beras

Kami tahu arah bukan dari kompas 

Tapi dari arah bayang pohon condong waktu Ashar 

Kami tak hafal definisi, tapi kami paham arti bahwa satu jejak kaki di lumpur adalah silsilah 

Adalah wasiat, adalah firasat yang tertulis namun hidup di dada 

Lalu waktu mengiring kami jauh, bukan bumi yang berpaling 

Tapi kami yang berjalan terlalu cepat, hingga lupa diam kami bukan jalan 

Tapi tidak sempat membuka jalan pulang di dalam diri sendiri

Satu demi satu, suara menjadi data 

Makna menjadi izin 

Rimba menjadi gempar dan bahasa terpuyung luruh dari dahan ingat ke jurang lupa 

Bahasa lahir dari akar yang tumbuh bersama ketupat dan anyaman 

Dari pantang yang dijaga bukan karena takut, tapi karena cinta yang berlapis hormat 

Kini terombang-ambing, terasing dari lidah, terkikis dari pasar, terhapus dari suara-suara, terdiam dada yang sunyi 

Kini tinggal adalah nyanyian tanpa nada, pantun tanpa sampiran 

Sungai yang diam seperti luka lama dan burung-burung yang tak sempat berpamitan

Kami sebut ini kemajuan

Tapi bagaimana bisa langkah maju jika yang ditinggalkan adalah ruh dan jiwa

Kami sebut ini pembangunan 

Tapi yang kami bangun ternyata hanya tembok yang memantulkan gema getiran kami sendiri

Hari ini aku menulis bukan sebagai penguasa kata

Aku menulis sebagai anak dari tanah yang tak mengenal suara 

Dan aku bertanya dengan gemetar, jika Rimba lenyap di mana lagi bahasa akan bersaung

Jika bahasa hilang dengan apalagi kami mengenal ibu kami sendiri 

Sebab bahasa bukan sekedar ucapan

Ia adalah pohon yang diam menulis kata menulis doa 

Adalah sungai yang setia pada arah 

Adalah semut yang berjalan lurus karena tahu arah asalnya 

Kini kami datang bukan hendak menyalahkan, bukan pula meminta kebenaran 

Kami datang untuk menunduk menyentuh tanah sekali lagi 

Dengan jari yang pelan, dengan dada yang lapang, dengan hati yang siap menyesal 

Kami ingin menanam kembali, bukan hanya hutan, tapi pendengaran 

Kami ingin menanam kembali malu 

Kami ingin menyemai kembali bukan hanya kata, tapi makna 

Kami ingin mendengarkan kembali bunyi hujan seperti syair, angin seperti nasehat dan malam seperti dzikir pujangga di bawah pohon tua 

Dan bila nanti angin kembali melafal pantun, sungai kembali menyanyikan nama-nama dan burung-burung kembali pulang tanpa takut

Maka dunia tahu bahwa bahasa belum mati dan rimba belum sepenuhnya ditinggalkan

Aku tak berjanji akan kembalikan segalanya, tapi aku berjanji untuk tidak membiarkan kehilangan ini menjadi warisan terakhir bagi anak-anak kami

Sebab Rimba adalah ibu, bahasa adalah tubuhnya dan Melayu adalah ingatan yang hanya hidup jika kita cukup hening untuk mendengarkan kembali.

Selain Wahid, konser juga menampilkan sejumlah seniman, tokoh budaya, dan Wali Kota Pekanbaru yang turut membawakan puisi. Beragam gaya ditampilkan dalam tiap segmen. 

Wahid mengapresiasi para penampil dan menyebut ekspresi seni seperti ini penting untuk membangkitkan kesadaran bersama. 

“Semoga ungkapan-ungkapan seperti ini bisa menggugah semua pihak agar terus melestarikan alam dan budaya,” katanya.

Konser Kalamusika 2025 menjadi ruang pertemuan antara ekspresi sastra, musik, dan kepedulian lingkungan. Suguhan budaya khas Melayu tampil kuat dalam setiap karya yang dibawakan, memperkaya semangat pelestarian budaya lokal melalui seni pertunjukan.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Luncurkan Program Masjid Ramah Pemudik, Kemenag Siapkan 215 Masjid di Jalur Mudik di Riau

Tas Baru, Energi Baru: Senyum Siswa Minas Sambut HUT ke-1 Danantara

Polda Riau Launching Tanjak dan Selempang, Taufik Ikram Jamil: Marwah yang Harus Dijaga Bersama-Sama

Kemenag Riau Pastikan Gaji Pegawai Peralihan ke Kemenhaj Dibayarkan Hingga Januari 2026

Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau

FPK Riau Minta Tempat Hiburan di Pekanbaru Patuhi Aturan dan Nilai Melayu

Luncurkan Program Masjid Ramah Pemudik, Kemenag Siapkan 215 Masjid di Jalur Mudik di Riau

Tas Baru, Energi Baru: Senyum Siswa Minas Sambut HUT ke-1 Danantara

Polda Riau Launching Tanjak dan Selempang, Taufik Ikram Jamil: Marwah yang Harus Dijaga Bersama-Sama

Kemenag Riau Pastikan Gaji Pegawai Peralihan ke Kemenhaj Dibayarkan Hingga Januari 2026

Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau

FPK Riau Minta Tempat Hiburan di Pekanbaru Patuhi Aturan dan Nilai Melayu



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
24 Maret 2026
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
  • 2 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 3 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 4 Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
  • 5 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 6 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 7 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 8 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 9 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved