• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 412 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 421 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 355 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 478 Kali
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
Dibaca : 475 Kali

  • Home
  • Sosialita

Sastrawan Riau Ajak Penyair Dunia Gelar Aksi Solidatitas Bantu Masyarakat Rempang

Zulmiron
Selasa, 12 September 2023 05:36:32 WIB
Cetak
Sastrawan Riau Ikuti Gelar Aksi Solidaritas yang ditaja MSR untuk Rempang di Anjungan Kampar, Pekanbaru.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Majelis Sastra Riau (MSR) menggelar diskusi dan menerbitkan buku antologi puisi bersaman penyair dunia.

Aksi solidaritas untuk membantu masyarakat Rempang itu dilaksanakan di Anjungan Kampar, Pekanbaru, Minggu (10/09/2023) malam.

Bincang Rempang dengan tema "Rempang dan Nurani Puisi" yang dilaksanakan secara daring dan luring ini sebagai langkah awal menjelang penerbitan buku antologi puisi "Rempang Tanah Luka".

Penggagas kegiatan yang juga salah satu keluarga besar MSR Kunni Masrohanti menyebutkan, para penyair dari berbagai negara ini akan menulis puisi tentang pedih luka dan peristiwa yang sedang terjadi di Rempang tersebut.

"Bincang Rempang ini sebagai wadah untuk menggali seluruh informasi tentang peristiwa Rempang, sekaligus sumber inspirasi dalam menulis puisi oleh para penyair nantinya. Ini peristiwa kemanusiaan yang menimpa masyarakat adat, maka semua orang harus peduli. Begitu juga penyair. Mereka menulis puisi yang nanti akan menjadi catatan penting bahwa hari ini ada peristiwa memilukan. Tentu penyair mencatat dan menulis dengan puisi," ujar Kunni.

Dikatakan Kunni, untuk Rempang tidak ada kata terlambat. Siapapun yang hendak membantu, inilah saatnya. Saat untuk membela hak-hak masyarakat. Makanya ia mengusulkan dan mengajak segenap keluarga besar MSR untuk menerbitkan buku puisi Rempang Tanah Luka.

Pulau Rempang adalah pulau Melayu Tua di Kepulauan Riau, tepatnya di kawasan pesisir Kota Batam. Pulau ini akan dijadikan kota baru. Pemerintah mengalokasikan lahan seluas 17 ribu hektar kepada PT. Makmur Elok Graha (MEG) di Pulau Rempang untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Kota Batam.

Daerah ini akan disulap menjadi daerah industri, pariwisata dan sektor lainnya. Ribuan jiwa dari 16 kampung ini akan direlokasi dan mereka melakukan penolakan.

Penghinaan Besar
Tokoh masyarakat serantau yang tinggal di Kepri, Prof Dr Abdul Malik, yang menjadi salah satu narasumber melalui ruang Zoom, menyebutkan, masyarakat Rempang sudah ada sejak lama. Mereka merupakan keturunan laskar ternama sejak kerajaan Riau-Lingga berdaulat.

"Bagaimana mungkin Rempang disebut sebagai pulau kosong. Masyarakat di sana ada sejak sebelum Indonesia merdeka. Itu Tanah mereka. Mereka berdulat atas tanah itu. Bagaimana negara bisa mengusir dengan menyerang, menyemprotkan gas airmata kepada masyarakat bahkan anak-anak. Bagaimana mereka bisa mengatakan pulau itu kosong. Aneh. Sungguh ini penghinaan yang besar bagi Bangsa Melayu," kata Abdul Malik.

Penduduk asli Rempang-Galang dan Bulang, kata Prof Malik yang juga disebar dalam tulisan sebelumnya,  adalah keturunan para prajurit Kesultanan Riau-Lingga yang sudah eksis sejak 1720 masa pemerintahan Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah I.

Pada Perang Riau I (1782-1784) mereka menjadi prajurit Raja Haji Fisabilillah. Dan, dalam Perang Riau II (1784–1787) mereka prajurit Sultan Mahmud Riayat Syah.

Ketika Sultan Mahmud Riayat Syah berhijrah ke Daik-Lingga pada 1787, Rempang-Galang dan Bulang dijadikan basis pertahanan terbesar Kesultanan Riau-Lingga. Pemimpinnya Engku Muda Muhammad dan Panglima Raman yang ditunjuk oleh Sultan Mahmud.

Kala itu pasukan Belanda dan Inggris tak berani memasuki wilayah Kesultanan Riau-Lingga. Anak-cucu merekalah sekarang yang mendiami Rempang-Galang.

Tokoh masyarakat Riau, Hj Azlaini Agus SH MH yang juga menjadi narasumber malam itu, menyebutkan, ketika pemerintah mengambil tanah Rempang dari masyarakat yang sudah lama tinggal di sana,  sama artinya dengan menyakiti hati seluruh rakyat Indonesia. Apalagi masyarakat bukan menolak pembangunan atau investasi.

"Masyarakat tidak menolak pembangunan atau investasi, mereka hanya minta jangan direlokasi. Direlokasi juga tidak jelas mau kemana, di mana, seperti apa. Ini manusia, bukan ayam. Fikirkan bagaimana nasib mereka. Direlokasi itu harus jelas dimana tempatnya. Ini kan tidak ada, tidak jelas," kata Azlaini.

Hal Senada juga diungkapkan sastrawan Riau yang juga jurnalis, Kazzaini Ks. Kazzaini juga menjelaskan bagaimana orang-orang Rempang yang menggantungkan hidupnya kepada laut.

"Orang Melayu Rempang tinggal di pesisir laut. Mereka tidak bisa jauh dari laut. Mau direlokasi kemana mereka. Sekarang mereka dipaksa pergi dari kampungnya sendiri. Itu menyakitkan dan membuat sakit semua orang Melayu. Solidaritas atas nama kemanusiaan melawan kezaliman ini harus terus dikuatkan," kata Kazzaini pula.

Pada kesempatan itu  Kazzaini juga menyayangkan sikap tokoh-tokoh Melayu Kepri yang sampai hari ini tidak bicara apalagi membela masyarakat Rempang.

"Kemana tokoh Melayu Kepri yang banyak itu. Satupun tidak ada  yang angkat bicara, maju ke depan, apalagi dengan lantang membela masyarakat Rempang. Kemana. Semuanya sembunyi, menghilang," tegas Kazzaini.

Kegiatan Bincang Rempang yang dilaksanakan MSR ini mendapat dukungan penuh dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Walhi bukan hanya turut membeberkan kondisi Rempang yang sedang didampingi saat ini, tapi juga mensupport segenap kelengkapan selama Bincang Rempang berlangsung.

Peserta Bincang Rempang yang berjumlah ratusan baik yang hadir di lokasi maupum zoom, berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dan mancanegara. Ada dari Malaysia, Singapura, Timor Leste, Thailand dan Vietnam. Kegiatan ini juga diwarnai dengan tanya jawab dan pembacaan puisi oleh para penyair.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Perdana Digelar, Kakanwil Kemenag Riau Harap Lomba Kaligrafi Mampu Hidupkan Seni Al-Qur’an di Masyarakat

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Perdana Digelar, Kakanwil Kemenag Riau Harap Lomba Kaligrafi Mampu Hidupkan Seni Al-Qur’an di Masyarakat



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 2 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 3 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 4 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 5 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 6 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 7 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
  • 8 Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
  • 9 Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved