• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Astra Internasional Serahkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
Dibaca : 221 Kali
Gubernur Lemhannas: Media dan Jurnalis Punya Peran Strategis dalam Menjaga Ketahanan Nasional
Dibaca : 297 Kali
Hadapi Transformasi Dunia Kerja, Kemnaker Fokuskan Empat Pilar Strategis Ketenagakerjaan 2026
Dibaca : 319 Kali
Jemaah Haji Riau Sudah Laksanakan Umrah Wajib dan Proses Pembayaran DAM
Dibaca : 273 Kali
Kloter BTH 18 Akhiri Proses Keberangkatan Jemaah Haji Riau ke Tansh Suci
Dibaca : 263 Kali

  • Home
  • Sosialita

Sastrawan Riau Ajak Penyair Dunia Gelar Aksi Solidatitas Bantu Masyarakat Rempang

Zulmiron
Selasa, 12 September 2023 05:36:32 WIB
Cetak
Sastrawan Riau Ikuti Gelar Aksi Solidaritas yang ditaja MSR untuk Rempang di Anjungan Kampar, Pekanbaru.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Majelis Sastra Riau (MSR) menggelar diskusi dan menerbitkan buku antologi puisi bersaman penyair dunia.

Aksi solidaritas untuk membantu masyarakat Rempang itu dilaksanakan di Anjungan Kampar, Pekanbaru, Minggu (10/09/2023) malam.

Bincang Rempang dengan tema "Rempang dan Nurani Puisi" yang dilaksanakan secara daring dan luring ini sebagai langkah awal menjelang penerbitan buku antologi puisi "Rempang Tanah Luka".

Penggagas kegiatan yang juga salah satu keluarga besar MSR Kunni Masrohanti menyebutkan, para penyair dari berbagai negara ini akan menulis puisi tentang pedih luka dan peristiwa yang sedang terjadi di Rempang tersebut.

"Bincang Rempang ini sebagai wadah untuk menggali seluruh informasi tentang peristiwa Rempang, sekaligus sumber inspirasi dalam menulis puisi oleh para penyair nantinya. Ini peristiwa kemanusiaan yang menimpa masyarakat adat, maka semua orang harus peduli. Begitu juga penyair. Mereka menulis puisi yang nanti akan menjadi catatan penting bahwa hari ini ada peristiwa memilukan. Tentu penyair mencatat dan menulis dengan puisi," ujar Kunni.

Dikatakan Kunni, untuk Rempang tidak ada kata terlambat. Siapapun yang hendak membantu, inilah saatnya. Saat untuk membela hak-hak masyarakat. Makanya ia mengusulkan dan mengajak segenap keluarga besar MSR untuk menerbitkan buku puisi Rempang Tanah Luka.

Pulau Rempang adalah pulau Melayu Tua di Kepulauan Riau, tepatnya di kawasan pesisir Kota Batam. Pulau ini akan dijadikan kota baru. Pemerintah mengalokasikan lahan seluas 17 ribu hektar kepada PT. Makmur Elok Graha (MEG) di Pulau Rempang untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Kota Batam.

Daerah ini akan disulap menjadi daerah industri, pariwisata dan sektor lainnya. Ribuan jiwa dari 16 kampung ini akan direlokasi dan mereka melakukan penolakan.

Penghinaan Besar
Tokoh masyarakat serantau yang tinggal di Kepri, Prof Dr Abdul Malik, yang menjadi salah satu narasumber melalui ruang Zoom, menyebutkan, masyarakat Rempang sudah ada sejak lama. Mereka merupakan keturunan laskar ternama sejak kerajaan Riau-Lingga berdaulat.

"Bagaimana mungkin Rempang disebut sebagai pulau kosong. Masyarakat di sana ada sejak sebelum Indonesia merdeka. Itu Tanah mereka. Mereka berdulat atas tanah itu. Bagaimana negara bisa mengusir dengan menyerang, menyemprotkan gas airmata kepada masyarakat bahkan anak-anak. Bagaimana mereka bisa mengatakan pulau itu kosong. Aneh. Sungguh ini penghinaan yang besar bagi Bangsa Melayu," kata Abdul Malik.

Penduduk asli Rempang-Galang dan Bulang, kata Prof Malik yang juga disebar dalam tulisan sebelumnya,  adalah keturunan para prajurit Kesultanan Riau-Lingga yang sudah eksis sejak 1720 masa pemerintahan Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah I.

Pada Perang Riau I (1782-1784) mereka menjadi prajurit Raja Haji Fisabilillah. Dan, dalam Perang Riau II (1784–1787) mereka prajurit Sultan Mahmud Riayat Syah.

Ketika Sultan Mahmud Riayat Syah berhijrah ke Daik-Lingga pada 1787, Rempang-Galang dan Bulang dijadikan basis pertahanan terbesar Kesultanan Riau-Lingga. Pemimpinnya Engku Muda Muhammad dan Panglima Raman yang ditunjuk oleh Sultan Mahmud.

Kala itu pasukan Belanda dan Inggris tak berani memasuki wilayah Kesultanan Riau-Lingga. Anak-cucu merekalah sekarang yang mendiami Rempang-Galang.

Tokoh masyarakat Riau, Hj Azlaini Agus SH MH yang juga menjadi narasumber malam itu, menyebutkan, ketika pemerintah mengambil tanah Rempang dari masyarakat yang sudah lama tinggal di sana,  sama artinya dengan menyakiti hati seluruh rakyat Indonesia. Apalagi masyarakat bukan menolak pembangunan atau investasi.

"Masyarakat tidak menolak pembangunan atau investasi, mereka hanya minta jangan direlokasi. Direlokasi juga tidak jelas mau kemana, di mana, seperti apa. Ini manusia, bukan ayam. Fikirkan bagaimana nasib mereka. Direlokasi itu harus jelas dimana tempatnya. Ini kan tidak ada, tidak jelas," kata Azlaini.

Hal Senada juga diungkapkan sastrawan Riau yang juga jurnalis, Kazzaini Ks. Kazzaini juga menjelaskan bagaimana orang-orang Rempang yang menggantungkan hidupnya kepada laut.

"Orang Melayu Rempang tinggal di pesisir laut. Mereka tidak bisa jauh dari laut. Mau direlokasi kemana mereka. Sekarang mereka dipaksa pergi dari kampungnya sendiri. Itu menyakitkan dan membuat sakit semua orang Melayu. Solidaritas atas nama kemanusiaan melawan kezaliman ini harus terus dikuatkan," kata Kazzaini pula.

Pada kesempatan itu  Kazzaini juga menyayangkan sikap tokoh-tokoh Melayu Kepri yang sampai hari ini tidak bicara apalagi membela masyarakat Rempang.

"Kemana tokoh Melayu Kepri yang banyak itu. Satupun tidak ada  yang angkat bicara, maju ke depan, apalagi dengan lantang membela masyarakat Rempang. Kemana. Semuanya sembunyi, menghilang," tegas Kazzaini.

Kegiatan Bincang Rempang yang dilaksanakan MSR ini mendapat dukungan penuh dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Walhi bukan hanya turut membeberkan kondisi Rempang yang sedang didampingi saat ini, tapi juga mensupport segenap kelengkapan selama Bincang Rempang berlangsung.

Peserta Bincang Rempang yang berjumlah ratusan baik yang hadir di lokasi maupum zoom, berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dan mancanegara. Ada dari Malaysia, Singapura, Timor Leste, Thailand dan Vietnam. Kegiatan ini juga diwarnai dengan tanya jawab dan pembacaan puisi oleh para penyair.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Astra Internasional Serahkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

Momentum HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI, Raja Isyam: Tantangan Pers Hari Ini Semakin Kompleks

Berbagi Al-Qur’an di SMAN 9, Pimpinan KWQ dan Pewakaf Beri Motivasi ke Siswa

Donor Darah Sempena HPN 2026 di PWI Riau, PMI Pekanbaru Kumpulkan 69 Kantong Darah dari Pendonor

Semarakkan HPN dan HUT ke-80, PWI Riau Gelar Donor Darah Senin Mendatang

Pererat Silaturahmi, Persatuan Matur Saiyo Pekanbaru Gelar Halal bi Halal

Astra Internasional Serahkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

Momentum HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI, Raja Isyam: Tantangan Pers Hari Ini Semakin Kompleks

Berbagi Al-Qur’an di SMAN 9, Pimpinan KWQ dan Pewakaf Beri Motivasi ke Siswa

Donor Darah Sempena HPN 2026 di PWI Riau, PMI Pekanbaru Kumpulkan 69 Kantong Darah dari Pendonor

Semarakkan HPN dan HUT ke-80, PWI Riau Gelar Donor Darah Senin Mendatang

Pererat Silaturahmi, Persatuan Matur Saiyo Pekanbaru Gelar Halal bi Halal



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Astra Internasional Serahkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
12 Mei 2026
Gubernur Lemhannas: Media dan Jurnalis Punya Peran Strategis dalam Menjaga Ketahanan Nasional
11 Mei 2026
Hadapi Transformasi Dunia Kerja, Kemnaker Fokuskan Empat Pilar Strategis Ketenagakerjaan 2026
10 Mei 2026
Jemaah Haji Riau Sudah Laksanakan Umrah Wajib dan Proses Pembayaran DAM
10 Mei 2026
Kloter BTH 18 Akhiri Proses Keberangkatan Jemaah Haji Riau ke Tansh Suci
10 Mei 2026
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Batam, Kanwil Kemenhaj Riau Tangani Langsung Prosesi Pemulasaran Jenazah
10 Mei 2026
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
10 Mei 2026
Masuk Jajaran Perguruan Tinggi dengan Akreditasi UNGGUL, UIR Berhasil Masuk pada Angka 6 Persen
11 Mei 2026
PWI Riau Gelar Trofeo Sepakbola Mini Bersama PLN dan BRK Syariah
09 Mei 2026
Dari Riau Untuk Malaysia, Koperasi Pucuk Rebung Jaya Teken MoU Ekspor dengan Koperasi Petaling Berhad
09 Mei 2026
TERPOPULER +
  • 1 PWI Riau Gelar Trofeo Sepakbola Mini Bersama PLN dan BRK Syariah
  • 2 Dari Pagar Kantin ke Menara Bor,Dua Pemuda Riau Tembus Kerasnya Industri Migas Lewat Vokasi PHR
  • 3 UIR Hadirkan Tokoh Nasional di Kuliah Umum “Membangun Peradaban Hijau”
  • 4 Perpanjangan Perizinan Operasional Lembaga, IZI dan Kemenag Sumbar Lakukan Verifikasi Lapangan
  • 5 PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
  • 6 Momentum HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI, Raja Isyam: Tantangan Pers Hari Ini Semakin Kompleks
  • 7 Teken MoU dengan Wadhwani dan Indosat, Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan
  • 8 Tangkap Geliat Pasar EV, Kemnaker Siapkan SDM Terampil untuk Sektor Green Jobs
  • 9 Berbagi Al-Qur’an di SMAN 9, Pimpinan KWQ dan Pewakaf Beri Motivasi ke Siswa
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved