• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 412 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 421 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 355 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 478 Kali
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
Dibaca : 475 Kali

  • Home
  • Sosialita

Majelis Sastra Riau Ajak Penyair Dunia Tulis Puisi Tentang Rempang

Zulmiron
Kamis, 07 September 2023 15:28:54 WIB
Cetak
Kunni masrohanti.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Majelis Sastra Riau (MSR) membuat seruan dan undangan terbuka kepada.penyair Indonesia dan Mancanegara untuk membuat puisi tentang Pulau Rempang.

Dalam seruan yang disebar ke berbagai grup Whatshap itu dijelaskan, Pulau Rempang adalah pulau yang dihuni masyarakat Melayu di Kepulauan Riau, tepatnya di kawasan pesisir Kota Batam.

Pulau ini akan dijadikan kota baru. Pemerintah mengalokasikan lahan seluas 17 ribu hektar kepada PT. Makmur Elok Graha (MEG) di Pulau Rempang untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Kota Batam. Daerah ini akan disulap menjadi daerah industri, pariwisata dan sektor lainnya.

Diperkirakan 13.000 sampai dengan 20.000 jiwa dari 16 kampung menjadi korban relokasi, investasi skala besar memperparah risiko bencana dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat.

Dengan keterbatasan ruang dan sumber daya alam, investasi itu dapat mengancam pasokan pangan dan air bersih, menciptakan bencana kemanusiaan yang serius.

Atas dasar ketidakadilan terhadap Masyarakat Pulau Rempang, atas rasa kemanusiaan, atas dasar puisi sebagai jalan menjauhkan penindasan kepada masyarakat kecil, maka MSR mengajak seluruh penyair Indonesia dan mancanegara untuk menulis puisi dengan tema Rempang Tanah Luka.

"Penerbitan antologi buku puisi ini wujud sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap Masyarakat Adat Melayu Rempang yang semakin terpuruk dan terpinggirkan oleh pembangunan dan proyek-proyek raksasa negara ini. Sebagai penyair, kita bisa memberikan dukungan, semangat, dan menggerakkan hati penguasa untuk tidak arogan, peduli dengan nasib rakyat kecil, gunakan rasa kemanusiaan  dengan jalan puisi. Inilah yang visa kami lakukan, dan kami buat sebisanya," kata Kunni masrohanti dari Majleis Sastra Riau (MSR) sekaligus penggagas rencana terbitnya buku antologi puisi Rempang Tanah Luka tersebut.
Kunni juga menjelaskan, proses penggusuran terhadap Masyarakat Adat Melayu Rempang terus dilakukan. Bahkan hari ini,  Kamis 7 September, ribuan TNI dan Satpol PP memaksa masuk ke desa untuk melakukan pematokan batas. Upaya ini dihadang masyarakat dan terjadi bentrok, tembakan gas air mata.

"Hari ini, banyak video beredar di media massa tentang perjuangan masyarakat Rempang  sampai berdarah-darah  anak-anak sekolah pingsan oleh gas air mata. Benar-benar tidak ada hati nurani. Ini bukan masalah siapa dan dimana mereka, tapi ini masalah kemanusiaan. Kita semua harus peduli dengan cara dan jalan masing-masing. Puisi ini jalan kami. Biaya penerbitan buku ini ditanggung bersama, bahkan kami hibahkan sebagian dananya untuk membantu perjuangan masyarakat Rempang," sambung Kunni.

Kunni mengimbau dan mengajak kepada seluruh penyair untuk membaca, memahami apa sebenarnya yang terjadi di Rempang melalui situs berita, info yang menyebar di grup WA dan media sosial lainnya lalu mengajak mereka untuk menulis puisi.

Kunni bersama tim kecil MSR membuat ketentuan menulis puisi Rempang Tanah Luka ini. Ketentuan tersebut yakni:

1. Puisi yang dikirim maksimal 3  minimal 2, disertai biodata penyair paling panjang 5 baris.
2. Puisi ditulis dengan font Times New Roman spasi 1,5
3. Puisi dikirim paling lambat 20 September 2023, pukul 24.00  WIB
4. Puisi dikirim ke alamat email bkariyawan090571@gmail.com
5. Seluruh biaya cetak buku ditanggung peserta penulis puisi Rempang dengan harga Rp120 ribu per buku. 
6. Biaya lebih cetak per buku akan didonasikan untuk perjuangan masyarakat Rempang melalui pihak yang dipercaya.
7. Pengumpulan biaya cetak buku akan diinformasikan kemudian.
8. Segala sesuatu terkait penerbitan buku ini silakan hubungi *(Kunni /  08126849986, Salmah / 081371890115)*

Dalam waktu dekat, melalui MSR ini, juga akan digelar Bincang Rempang bersama tokoh masyarakat, tokoh budaya, tokoh lingkungan dan budayawan serta penyair bersama para penyair yang bakal menulis puisi nantinya. Tidak lain dan tidak bukan agar penyair bersangkutan memahami Rempang dari segala sisi sebagai objek yang akan ditulis.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Perdana Digelar, Kakanwil Kemenag Riau Harap Lomba Kaligrafi Mampu Hidupkan Seni Al-Qur’an di Masyarakat

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Perdana Digelar, Kakanwil Kemenag Riau Harap Lomba Kaligrafi Mampu Hidupkan Seni Al-Qur’an di Masyarakat



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 2 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 3 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 4 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 5 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 6 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 7 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
  • 8 Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
  • 9 Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved