• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Penobatan 12 Bunda Inklusi Kabupaten/Kota, Tina Mailinda: Titik Awal Penguatan Komitmen Bersama
Dibaca : 107 Kali
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Yusril: Penegakan Hukum Memasuki Era Baru
Dibaca : 109 Kali
Atasi Banjir di Panam, 10 Danau di Unri Diproyeksi Jadi Embung dan Kolam Resapan Air
Dibaca : 156 Kali
Realisasi PAD Pajak Pekanbaru Capai Rp1,170 Triliun, Agung: Naiknya Rp300 Miliar Lebih
Dibaca : 138 Kali
Lantik 5.137 PPPK Paruh Waktu, Wako Pekanbaru: Jangan Terlalu Euforia.
Dibaca : 135 Kali

  • Home
  • Sosialita

Majelis Sastra Riau Ajak Penyair Dunia Tulis Puisi Tentang Rempang

Zulmiron
Kamis, 07 September 2023 15:28:54 WIB
Cetak
Kunni masrohanti.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Majelis Sastra Riau (MSR) membuat seruan dan undangan terbuka kepada.penyair Indonesia dan Mancanegara untuk membuat puisi tentang Pulau Rempang.

Dalam seruan yang disebar ke berbagai grup Whatshap itu dijelaskan, Pulau Rempang adalah pulau yang dihuni masyarakat Melayu di Kepulauan Riau, tepatnya di kawasan pesisir Kota Batam.

Pulau ini akan dijadikan kota baru. Pemerintah mengalokasikan lahan seluas 17 ribu hektar kepada PT. Makmur Elok Graha (MEG) di Pulau Rempang untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Kota Batam. Daerah ini akan disulap menjadi daerah industri, pariwisata dan sektor lainnya.

Diperkirakan 13.000 sampai dengan 20.000 jiwa dari 16 kampung menjadi korban relokasi, investasi skala besar memperparah risiko bencana dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat.

Dengan keterbatasan ruang dan sumber daya alam, investasi itu dapat mengancam pasokan pangan dan air bersih, menciptakan bencana kemanusiaan yang serius.

Atas dasar ketidakadilan terhadap Masyarakat Pulau Rempang, atas rasa kemanusiaan, atas dasar puisi sebagai jalan menjauhkan penindasan kepada masyarakat kecil, maka MSR mengajak seluruh penyair Indonesia dan mancanegara untuk menulis puisi dengan tema Rempang Tanah Luka.

"Penerbitan antologi buku puisi ini wujud sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap Masyarakat Adat Melayu Rempang yang semakin terpuruk dan terpinggirkan oleh pembangunan dan proyek-proyek raksasa negara ini. Sebagai penyair, kita bisa memberikan dukungan, semangat, dan menggerakkan hati penguasa untuk tidak arogan, peduli dengan nasib rakyat kecil, gunakan rasa kemanusiaan  dengan jalan puisi. Inilah yang visa kami lakukan, dan kami buat sebisanya," kata Kunni masrohanti dari Majleis Sastra Riau (MSR) sekaligus penggagas rencana terbitnya buku antologi puisi Rempang Tanah Luka tersebut.
Kunni juga menjelaskan, proses penggusuran terhadap Masyarakat Adat Melayu Rempang terus dilakukan. Bahkan hari ini,  Kamis 7 September, ribuan TNI dan Satpol PP memaksa masuk ke desa untuk melakukan pematokan batas. Upaya ini dihadang masyarakat dan terjadi bentrok, tembakan gas air mata.

"Hari ini, banyak video beredar di media massa tentang perjuangan masyarakat Rempang  sampai berdarah-darah  anak-anak sekolah pingsan oleh gas air mata. Benar-benar tidak ada hati nurani. Ini bukan masalah siapa dan dimana mereka, tapi ini masalah kemanusiaan. Kita semua harus peduli dengan cara dan jalan masing-masing. Puisi ini jalan kami. Biaya penerbitan buku ini ditanggung bersama, bahkan kami hibahkan sebagian dananya untuk membantu perjuangan masyarakat Rempang," sambung Kunni.

Kunni mengimbau dan mengajak kepada seluruh penyair untuk membaca, memahami apa sebenarnya yang terjadi di Rempang melalui situs berita, info yang menyebar di grup WA dan media sosial lainnya lalu mengajak mereka untuk menulis puisi.

Kunni bersama tim kecil MSR membuat ketentuan menulis puisi Rempang Tanah Luka ini. Ketentuan tersebut yakni:

1. Puisi yang dikirim maksimal 3  minimal 2, disertai biodata penyair paling panjang 5 baris.
2. Puisi ditulis dengan font Times New Roman spasi 1,5
3. Puisi dikirim paling lambat 20 September 2023, pukul 24.00  WIB
4. Puisi dikirim ke alamat email bkariyawan090571@gmail.com
5. Seluruh biaya cetak buku ditanggung peserta penulis puisi Rempang dengan harga Rp120 ribu per buku. 
6. Biaya lebih cetak per buku akan didonasikan untuk perjuangan masyarakat Rempang melalui pihak yang dipercaya.
7. Pengumpulan biaya cetak buku akan diinformasikan kemudian.
8. Segala sesuatu terkait penerbitan buku ini silakan hubungi *(Kunni /  08126849986, Salmah / 081371890115)*

Dalam waktu dekat, melalui MSR ini, juga akan digelar Bincang Rempang bersama tokoh masyarakat, tokoh budaya, tokoh lingkungan dan budayawan serta penyair bersama para penyair yang bakal menulis puisi nantinya. Tidak lain dan tidak bukan agar penyair bersangkutan memahami Rempang dari segala sisi sebagai objek yang akan ditulis.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

IZI Launching Kampung Ramadhan di Koto Kaciak, Maninjau

Lewat Pelatihan Laundry Sepatu, PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas

Di Tahun 2025, Imigrasi Pekanbaru Ukir Kinerja yang Komprehensif dan Membanggakan

Lantik 31 Kepala KUA se Riau, Muliardi: Ujung Tombak Layanan Masyarakat

Ketua Iluni SMPN 1 Matur Angkatan 86 Serahkan Bantuan ke Rekan Sejawat Terdampak Longsor di Pauh dan Sidang Tangah

Pengurus Matua Saiyo Provinsi Riau Serahkan Bantuan ke Pekeja Perbaikan Irigasi Banda Badarun

IZI Launching Kampung Ramadhan di Koto Kaciak, Maninjau

Lewat Pelatihan Laundry Sepatu, PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas

Di Tahun 2025, Imigrasi Pekanbaru Ukir Kinerja yang Komprehensif dan Membanggakan

Lantik 31 Kepala KUA se Riau, Muliardi: Ujung Tombak Layanan Masyarakat

Ketua Iluni SMPN 1 Matur Angkatan 86 Serahkan Bantuan ke Rekan Sejawat Terdampak Longsor di Pauh dan Sidang Tangah

Pengurus Matua Saiyo Provinsi Riau Serahkan Bantuan ke Pekeja Perbaikan Irigasi Banda Badarun



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Penobatan 12 Bunda Inklusi Kabupaten/Kota, Tina Mailinda: Titik Awal Penguatan Komitmen Bersama
02 Januari 2026
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Yusril: Penegakan Hukum Memasuki Era Baru
02 Januari 2026
Atasi Banjir di Panam, 10 Danau di Unri Diproyeksi Jadi Embung dan Kolam Resapan Air
02 Januari 2026
Realisasi PAD Pajak Pekanbaru Capai Rp1,170 Triliun, Agung: Naiknya Rp300 Miliar Lebih
01 Januari 2026
Lantik 5.137 PPPK Paruh Waktu, Wako Pekanbaru: Jangan Terlalu Euforia.
31 Desember 2025
Upaya Pengelolaan Stres Pasien, Dosen Unimus Launching Intervensi Video Self-Management Hipertensi Ber-HKI
02 Januari 2026
Semangat Toleransi Menguat, Kemenag Riau Gelar Doa Bersama Lintas Agama di Taluk Kuantan
02 Januari 2026
IZI Launching Kampung Ramadhan di Koto Kaciak, Maninjau
02 Januari 2026
Harapan SMSI Tahun 2026, Podcast Menjadi Institusi Pers
01 Januari 2026
Tahun Berganti, Antara Optimisme dan Pesimisme
31 Desember 2025
TERPOPULER +
  • 1 Ketua Iluni SMPN 1 Matur Angkatan 86 Serahkan Bantuan ke Rekan Sejawat Terdampak Longsor di Pauh dan Sidang Tangah
  • 2 Pengurus Matua Saiyo Provinsi Riau Serahkan Bantuan ke Pekeja Perbaikan Irigasi Banda Badarun
  • 3 Lulus Profesi Insinyur di Unand, Dosen UIR Akmar Efendi Soroti Pemanfaatan Metode Machine Learning
  • 4 Natal 2025, Menag Ajak Umat Kristiani Merawat Keluarga
  • 5 Kemenhan Bersama PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan di Akmil Magelang
  • 6 Hanafi: Apa yang Dirasakan Warga Agam Juga Dirasakan oleh Kami di Perantauan
  • 7 Kuota Haji 2026 Riau Berkurang Jadi 4.682, Defizon: Alhamdulillah Jauh di Atas Rata-Rata Nasional
  • 8 Refleksi Kinerja 2025, Menag: Agama Bangkitkan Semangat Bangun Bangsa
  • 9 Dorong Penguatan Karakter Anak Sejak Dini,Sekolah Binaan PT KTU Taja Pagelaran Seni dan Kreativitas
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved