• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
Dibaca : 141 Kali
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 467 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 472 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 405 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 530 Kali

  • Home
  • Sosialita

BumDes Simalinyang Gelar Festival dan Lomba Seni Budaya, Kunni: Layak Dicontoh Desa Lain

Zulmiron
Ahad, 01 Januari 2023 09:38:01 WIB
Cetak
Kunni Masrohanti, Hendra Usmadi, Felozen dan pemenang fashion show tradisi.

Kampar, Hariantimes.com - Menyambut tibanya tahun baru 2023, Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Simalinyang, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar menggelar berbagai perlombaan.

Lomba yang dilaksanakan 30 dan 31 Desember 2022 ini dibungkus dalam kegiatan yang diberi nama Festival dan Lomba Seni Budaya.

Direktur Bumdes Simalinyang Hendra Usmadi menyebutkan, kegiatan ini bukan hanya untuk menyemarakkan tahun baru 2023 bersama masyarakat desa, tapi juga melestarikan seni dan budaya lokal yang ada di desa tersebut.

"Terakhir kali festival ini dilaksanakan tahun 2012. 10 tahun vakum. Tahun ini kami laksanakan kembali. Bukan hanya merayakan tahun baru, kumpul meyambut tahun baru bersama masyarakat, tapi inilah upaya kami melestarikan dan memperkenalkan budaya dan kearifan lokal yang ada di Simalinyang kepada khalayak ramai, khususnya generasi muda," ujar Hendra.

Lomba dalam festival yang mengusung tema Membangkik Batang Taondam 2 ini, yakni, lomba masakan khas, maka-up pengantin, fashion show dan lomba mewarnai. Lomba ini juga mengusung konsep tempo dulu. Artinya, kuliner atau makanan khas tempo, fashion tempo dulu  dulu dan pengantin tempo dulu atau pengantin tahun 70-an.

Kegiatan yang dipusatkan di pendopo Desa Simalinyang ini berlangsung semarak, unik dan mengundang tawa riang setiap warga yang menyaksikan. Begitu juga dengan dewan juri yang terpesona bahkan terhibur melihat festival tersebut.

Panitia menghadirkan dua juri dalam festival ini. Mereka adalah Kunni Masrohanti seniman, pegiat ekowisata dan budayawan Riau, serta Felozen pelaku budaya dan seniman asal Kampar.

"Saya bangga dengan festival seni budaya tingkat desa seperti di Desa Simalinyang yang sangat jarang dilaksanakan ini, apalagi ada lomba makanan khas. Maka, apa yang dilakukan Bumdes Simalinyang ini layak dicontoh oleh desa-desa lain. Sungguh, ini upaya pelestarian budaya, ada nilai edukasi, bahkan ekonomi yang luar biasa," kata Kunni yang juga Founder Komunitas Seni Rumah Sunting Pekanbaru tersebut.

Nilai edukasi tersebut antara lain, bagaimana masyarakat bisa bertahan hidup dengan memanfaatkan alam sekitar sebagai menu masakan bergizi. Inilah yang tersirat jelas dalam lomba masakan tradisi tersebut.

Kelompok yang ikut lomba dari berbagai dusun itu menyajikan menu dengan bahan dasar sayur dan tanaman yang mudah di dapat. Seperti gulai ingau atau induk ikan motan dari Sungai Kampar yang bisa didapat di desa itu, gulai taleh, sambal kacau paku belacan,  sawik timun, anyang batobo, gulai tobu tolu ikan salai, piyandau ubi, sagun, golopuong dan masih banyak lainnya.

"Semangat Bumdes luar biasa, layak ditiru. Anak-anak muda yang peduli dan mau menjaga kekayaan budaya lokal. Jangan dilihat siapa dan berapa pesertanya, tapi nilai dan kepedulian itu yang harus dilanjutkan. Semoga tahun depan lebih meriah lagi," kata Kunni lagi.

Hal senada juga diungkapkan Felozen. Juri asal Kampar yang tinggal di Simalinyang ini mengaku bangga dan tidak menyangka antusias masyarakat sangat tinggi. Apalagi saat menyaksikan arakan pasangam pengantin tempo dulu yang menarik perhatian masyarakat termasuk Ninik Mamak yang hadir.

"Festival ini sangat luar biasa. Tahniah dan selamat kepada Bumdes. Tetap semangat dan tahun depan laksanakan dengan lebih meriah lagi," kata Felozen pula.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas

Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru

Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi

Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan

Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 2 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 3 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 4 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 5 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 6 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 7 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 8 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 9 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved