• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Indikasi Geografis
Dibaca : 207 Kali
Cetak Paralegal Muda, Kanwil Kemenkum Riau Bekali 40 Mahasiswa UIN Suska Akses Keadilan
Dibaca : 205 Kali
UIR Kembali Pertahankan Posisi QS World University Rankings di Asia dan Asia Tenggara
Dibaca : 208 Kali
Dorong Pemerataan Akses Keadilan, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Layanan Bantuan Hukum
Dibaca : 208 Kali
Komisioner KI Riau Turun ke Inhu Lakukan Penguatan Kapasitas PPID
Dibaca : 287 Kali

  • Home
  • Rokan Hilir

Warga Tionghoa Bagansiapiapi Gelar Ritual Bakar Tongkang, Tiang Layar Jatuh ke Arah Laut dan Darat

Zulmiron
Ahad, 19 Juni 2022 20:38:10 WIB
Cetak
Warga Tionghoa Bagansiapiapi Gelar Ritual Bakar Tongkang, Tiang Layar Jatuh ke Arah Laut dan Darat.

Rohil, Hariantimes.com - Warga Tionghoa Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melaksanakan ritual bakar tongkang, Minggu (19/06/2022).

Pembakaran replika tongkang ini secara langsung dilakukan Bupati Rohil Afrizal Sintong dan dihadiri ketua PKK Sanimar Afrizal, Ketua DPRD Rohil Maston, Kajari Rohil Yuliarni Appy SH MH, Dandim 0321 Rohil Letkol Inf M Erfani SH MTr (Han), Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto serta berbagai unsur lainnya.

Bupati Rohil Afrizal Sintong dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada warga Tionghoa atas pelaksanaan event ritual bakar tongkang tersebut.

Sebagaimana di maklumi bersama, sebut Bupati, ritual bakar tongkang merupakan event wisata terbesar yang banyak mendatangkan jumlah kunjungan wisata baik mancanegara maupun domestik dan sudah masuk dalam kalender event wisata nasional di kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif republik Indonesia.

Sejarah ritual bakar tongkang yang kita laksanakan pada hari ini lanjutnya, yaitu bahwa bakar tongkang merupakan suatu tradisi ritual yang berkaitan erat dengan kesejarahan kota Bagansiapiapi terutama awal mula kedatangan para pemukim Tionghoa di muara Rokan tepatnya di kota Bagansiapiapi.

Di mana sebutnya, dalam pengarungan samudra, menggunakan tongkang oleh sekelompok keluarga Tionghoa dari provinsi pujian exiamen Tiongkok yang dalam kegelapan malam lautan dengan memanjatkan doa kepada Dewi Kie Ong ya, tiba-tiba tampak cahaya yang berkedip-kedip dan dijadikan sebagai pemandu dalam mencapai daratan.

"Dengan mengikuti kelap-kelip cahaya itu mereka tiba di suatu daratan yaitu di muara sungai Rokan yang saat itu masih dikenal dalam peta kolonial sebagai kawasan Perbabean," kata Bupati.

Para Tionghoa pemberani itu terangnya, sejumlah 18 orang yang seluruhnya bermarga ang kelompok pertama itulah selanjutnya dianggap sebagai leluhur orang Tionghoa Bagansiapiapi.

Ritual bakar tongkang ini merupakan tradisi sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas kelimpahan sumber daya alam muara yang dilaksanakan setiap bulan ke-5 tanggal 16 (Go cap lak).

Bupati juga menceritakan  bahwa, dapat dikatakan ritual bakar tongkang merupakan tradisi etnis Tionghoa berupa persembahan untuk Dewi Kie Ong ya (dewi laut) dan dewa Tai Su dalam kepercayaan leluhur orang Tionghoa dewa laut merantau dan tiba di kota Bagansiapiapi menggunakan perahu yang oleh masyarakat dikenal dengan sebutan tongkang.

"Untuk menghormati dewa laut di mana orang Tionghoa percaya membawa rezeki digelarlah sembahyang tongkang," paparnya.

Selain itu katanya lagi, terdapat pula kisah yang berkaitan dengan ritual bakar tongkang yaitu ketika orang-orang Tionghoa generasi awal mulai bermukim di Bagansiapiapi. Mereka memutuskan untuk tidak kembali ke Tiongkok maka tongkang yang semula digunakan untuk membawa mereka pun dibakar tidak tradisi inilah yang dipertahankan hingga saat ini.

Dengan pelaksanaan ritual bakar tongkang itu, Bupati juga meminta kepada seluruh masyarakat Rohil agar senantiasa menjaga persatuan antar etnis, suku maupun agama.

"Mari saling menjaga toleransi antar etnis suku maupun agama, ayo bersatu dalam perbedaan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua panitia pelaksana Ahui Oliong memaparkan, ritual bakar tongkang tahun 2022 ini tidak dilaksanakan oleh klenteng besar. Namun sebutnya, tiba-tiba Dewi Kie Ong ya datang dan meminta agar prosesi bakar tongkang dilaksanakan.

"Karena sudah 2 tahun tidak merayakan, sehingga tahun ini harus kita rayakan untuk menjalankan titual ini meski harinya di tunda, " paparnya.

Untuk ritual bakar tongkang tahun 2022 ini katanya lagi, tiang kapal tongkang jatuhnya terbagi dua. Dimana satu tiang jatuh ke arah laut dan satu tiang lagi jatuh ke arah darat. Artinya, menurut keyakinan warga Tionghoa rezeki kedepannya ada di antara darat dan laut.

"Tiang tongkang itu pertama jatuh ke darat dan kedua di laut, jadi sama-sama ada rezeki," pungkasnya.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kemenkum Riau Dampingi Terasi Bagan Rohil Menuju Perlindungan Indikasi Geografis

Kemenkum Riau Dorong Pembentukan Kembali Sentra KI di Rohil

Karhutla Kembali Melanda Rohil, Manggala Agni Padamkan 2 Ha Lahan

Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Ekosistem Kekayaan Intelektual di Rohil

Pelunasan BIPIH Rendah, Plt Kakanwil Kemenhaj dan Umrah Riau Turun ke Rohil

Tingkatkan Keamanan Lingkungan di Wilayah Binaan, Dua Anggota Koramil 0321-02/TP Bersam RT dan Warga Patroli Siskamling

Kemenkum Riau Dampingi Terasi Bagan Rohil Menuju Perlindungan Indikasi Geografis

Kemenkum Riau Dorong Pembentukan Kembali Sentra KI di Rohil

Karhutla Kembali Melanda Rohil, Manggala Agni Padamkan 2 Ha Lahan

Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Ekosistem Kekayaan Intelektual di Rohil

Pelunasan BIPIH Rendah, Plt Kakanwil Kemenhaj dan Umrah Riau Turun ke Rohil

Tingkatkan Keamanan Lingkungan di Wilayah Binaan, Dua Anggota Koramil 0321-02/TP Bersam RT dan Warga Patroli Siskamling



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Indikasi Geografis
04 November 2026
Cetak Paralegal Muda, Kanwil Kemenkum Riau Bekali 40 Mahasiswa UIN Suska Akses Keadilan
04 November 2026
UIR Kembali Pertahankan Posisi QS World University Rankings di Asia dan Asia Tenggara
04 November 2026
Dorong Pemerataan Akses Keadilan, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Layanan Bantuan Hukum
04 November 2026
Komisioner KI Riau Turun ke Inhu Lakukan Penguatan Kapasitas PPID
03 November 2026
Perkuat Sentra KI Perguruan Tinggi, Kanwil Kemenkum Riau Lanjutkan Monitoring
03 November 2026
PWI dan Bakom Sepakat Perkuat Literasi Informasi dan Industri Pers
03 November 2026
Ramli Walid: Kerukunan dan Persatuan Harus Terus Dirawat Bersama
03 November 2026
Paguyuban yang Tergabung di FPK Riau Sukseskan Arak-Arakkan LAM Riau
02 November 2026
Dorong Hilirisasi Paten, Kanwil Kemenkum Riau Gelar Webinar Road to FBPI 2026
02 November 2026
TERPOPULER +
  • 1 Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
  • 2 Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
  • 3 RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
  • 4 Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
  • 5 Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
  • 6 Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
  • 7 Perkuat Ketahanan Pangan, IKA Faterna Unand Riau-Kepri Gagas Ranch Peternakan dengan Konsep Mix Farming di Riau dan Kepri
  • 8 Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • 9 Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved