Pekanbaru, Hariantimes.com - Komunitas Jurnalis Energi Nasional (Koneksi) menggelar pelatihan jurnalistik digital di salah satu kafe Kota Pekanbaru, Sabtu (22/08/2026).
Pelatihan ini membahas berbagai aspek jurnalistik mulai dari verifikasi informasi, pemanfaatan platform digital, hingga strategi penyajian berita yang menarik, akurat dan berimbang.
Turut hadir sebagai pemateri, mantan Pimpinan Redaksi Tribun Pekanbaru Syarief Dayan, Media Relation Officer EMP Bentu Limited, M. Hanshardi, Ketua Komunitas Jurnalis Energi Nasional (Koneksi) Hari jummaulana, insan pers, serta mahasiswa Universitas Persada Bunda Indonesia.
Ketua Komunitas Jurnalis Energi Nasional (Koneksi), Hari jummaulana menyampaikan, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi. Karena itu, jurnalis dituntut untuk terus belajar, menambah pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan.
“Pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam menghadapi perkembangan media dan teknologi digital yang semakin pesat,” sebut Hari.
Melalui pelatihan ini, Hari berharap, para peserta dapat menghasilkan karya jurnalistik lebih berkualitas serta mampu memberikan informasi yang edukatif kepada masyarakat.
Sementara itu, Syarief Dayan mengatakan bahwa saat ini setiap orang dapat menjadi penyampai informasi dan menyebarkan informasi dengan cepat melalui gawai yang dimiliki.
Namun, informasi yang disampaikan masyarakat umum belum tentu dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Hal tersebut berbeda dengan wartawan yang bekerja dengan berpedoman Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
“Jurnalis tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu memastikan setiap informasi yang disampaikan akurat, terverifikasi,” kata Dayan.
Menurut Dayan, informasi yang disampaikan wartawan memang tidak secepat dibandingkan media sosial. Namun, berita yang disajikan jurnalis telah mengedepankan akurasi, verifikasi, serta dapat dipertanggung jawabkan.
Di tempat yang sama, Media Relation Officer EMP Bentu Limited, M Hanshardi turut membahas perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan.
Hanshardi mengatakan penggunaan AI dapat membantu manusia menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efektif. Ia mengaku selalu memanfaatkan teknologi AI untuk membantu menyelesaikan pekerjaan.
“AI sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan. Saya sendiri selalu menggunakan AI untuk membantu pekerjaan,” ungkapnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas.
Namun, penggunaan AI tetap harus dilakukan secara bijak. Khusus dalam dunia jurnalistik, informasi yang dihasilkan AI tetap harus diperiksa kembali oleh jurnalis.
"AI dapat membantu mengolah informasi maupun membantu proses penulisan, tetapi tanggung jawab akhir terhadap kebenaran informasi tetap berada pada wartawan," kata Hanshardi. (*)