Kanal

Dua Lokasi Masih Membara, Ferdian: Vegetasi Kering dan Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman Karhutla di Riau

Pekanbaru, Hariantimes.com – Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera terus berpacu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau.

Hingga Rabu (15/07/2026), satu titik kebakaran di Kabupaten Rokan Hilir berhasil dipadamkan, sementara dua lokasi lainnya masih dalam proses penanganan intensif dengan dukungan personel gabungan dan operasi water bombing.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, operasi pemadaman terus dilakukan secara maksimal dengan melibatkan personel Manggala Agni bersama TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan, serta unsur terkait lainnya.

"Seluruh personel terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas, meskipun di beberapa lokasi kami masih menghadapi kendala berupa vegetasi kering dan angin yang cukup kencang," kata Ferdian menjelaskan, kebakaran di Sungai Segajah Jaya, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, telah berhasil dipadamkan setelah operasi memasuki hari ketiga.

Tim Manggala Agni Daops Dumai bersama tim gabungan berhasil menuntaskan pemadaman pada lahan dengan estimasi luas terbakar sekitar 7,5 hektare, sehingga lokasi tersebut kini berstatus padam.

Namun, upaya pemadaman masih berlangsung di Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir. Memasuki hari kedua, kebakaran diperkirakan telah menghanguskan sekitar 10 hektare lahan dan api masih aktif di sejumlah bagian.

Menurut Ferdian, banyaknya bahan bakar berupa semak dan vegetasi kering, ditambah hembusan angin yang cukup kencang, menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

Untuk mempercepat pengendalian api, operasi pemadaman mendapat dukungan water bombing dari udara dan akan kembali dilanjutkan pada Kamis (16/07/2026).

Selain di Rokan Hilir, kebakaran juga terjadi di Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Kebakaran yang memasuki hari pertama itu diperkirakan melanda lahan seluas sekitar 4 hektare. Titik api berada di wilayah perbatasan dengan Desa Samsam, Kecamatan Kandis.

Ferdian mengatakan, kondisi vegetasi di lokasi yang didominasi pakisan dan semak menyebabkan api masih mudah menyebar. Karena itu, selain dukungan water bombing, Manggala Agni juga akan menambah kekuatan personel.

"Besok pagi kami akan menambah satu regu personel dari Manggala Agni Daops Pekanbaru untuk memperkuat operasi pemadaman di Pematang Pudu," ujarnya.

Ferdian menegaskan, Manggala Agni bersama seluruh unsur yang terlibat berkomitmen mengoptimalkan seluruh sumber daya hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan dan tidak kembali menyala.

Ferdian juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering.

Menurutnya, pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menekan terjadinya karhutla yang dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat, serta menimbulkan kerugian ekonomi.

"Mari bersama-sama menjaga hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembakaran. Peran aktif masyarakat sangat penting agar kejadian karhutla dapat dicegah sejak dini," ajak Ferdian.(*)

Berita Terkait

Berita Terpopuler