Pekanbaru, Hariantimescom - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI bersama Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar Workshop Bina Talenta bertema “Mempersiapkan Generasi Unggul yang Adaptif, Kompetitif dan Siap Menghadapi Tantangan Dunia Kerja”, Senin (29/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pustaka Unilak ini diinisiasi Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari serta diikuti ratusan mahasiswa dengan menghadirkan berbagai akademisi dan praktisi industri untuk membekali peserta dengan wawasan dan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja yang terus berkembang pesat.
Di antaranya anggota DPR RI Komisi X Dr Hj Kamila Sari, Kepala Lldikti Wilayah 17 diwakili Agus Rizal, Sukamto Thamrin praktisi industri migas, Endah Rumbiyanti Senior Manager Technical Engineering PT PHR. Sebagai Moderator M Revnu Ohara (Dosen Fasilkom Unilak). Dengan peserta lebih dari 100 mahasiswa dari seluruh fakultas.
Rektor Unilak Prof Junaidi dalam sambutanya menyampaikan apresiasi kepada Karmila Sari, Kemdiktisaintek RI, serta para mitra industri yang telah mendukung pelaksanaan Workshop Bina Talenta.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dari para profesional. Hal ini memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan dunia kerja saat ini.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena mahasiswa memperoleh wawasan langsung dari para ahli dan praktisi. Bekal seperti ini sangat penting agar lulusan Universitas Lancang Kuning mampu bersaing dan berkompetisi di dunia kerja," jelas Junaidi.
Dr Karmila Sari menegaskan, mahasiswa harus mulai mempersiapkan diri sejak masih berada di bangku kuliah.
Menurutnya, keberhasilan menembus dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta penguasaan teknologi digital.
"Kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Dunia kerja berubah sangat cepat, bahkan kita akan berhadapan dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Teknologi bukan untuk ditakuti, tetapi dimanfaatkan agar pekerjaan menjadi lebih efektif dan produktif," ujar Karmila mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berfokus mengejar indeks prestasi kumulatif (IPK). Mahasiswa perlu aktif mengikuti organisasi, komunitas, seminar, serta memperluas jejaring profesional sebagai bekal menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.
Waketum PP KPPG Partai Golkar tersebut memaparkan sejumlah tantangan ketenagakerjaan di Indonesia. Salah satu masalah utamanya adalah masih tingginya angka lulusan yang belum siap memasuki dunia kerja akibat minimnya pengalaman serta adanya kesenjangan keterampilan dengan kebutuhan industri.
Oleh karena itu, Karmila mendorong mahasiswa agar terus meningkatkan kompetensi, literasi digital, kemampuan berbahasa asing, serta memiliki disiplin tinggi dalam mengembangkan diri.
Komitmen Peningkatan Kualitas Pendidikan di Riau
Dalam kesempatan tersebut, Karmila juga menyampaikan komitmennya sebagai anggota Komisi X DPR RI untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Riau. Ia mengungkapkan dukungan terhadap berbagai program pengembangan Universitas Lancang Kuning, termasuk bantuan sarana pendidikan senilai sekitar Rp500 juta serta dukungan pembukaan sejumlah program studi baru.
Workshop Bina Talenta diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri. Tujuannya jelas, yakni mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, serta memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja di era transformasi digital.
"Kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Dunia kerja berubah sangat cepat, bahkan kita akan berhadapan dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Teknologi bukan untuk ditakuti, tetapi dimanfaatkan agar pekerjaan menjadi lebih efektif dan produktif," ujar Karmila.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berfokus mengejar indeks prestasi kumulatif (IPK). Mahasiswa perlu aktif mengikuti organisasi, komunitas, seminar, serta memperluas jejaring profesional sebagai bekal menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.
Waketum PP KPPG Partai Golkar tersebut memaparkan sejumlah tantangan ketenagakerjaan di Indonesia. Salah satu masalah utamanya adalah masih tingginya angka lulusan yang belum siap memasuki dunia kerja akibat minimnya pengalaman serta adanya kesenjangan keterampilan dengan kebutuhan industri.
Oleh karena itu, Karmila mendorong mahasiswa agar terus meningkatkan kompetensi, literasi digital, kemampuan berbahasa asing, serta memiliki disiplin tinggi dalam mengembangkan diri.
Komitmen Peningkatan Kualitas Pendidikan di Riau
Dalam kesempatan tersebut, Karmila juga menyampaikan komitmennya sebagai anggota Komisi X DPR RI untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Riau. Ia mengungkapkan dukungan terhadap berbagai program pengembangan Universitas Lancang Kuning, termasuk bantuan sarana pendidikan senilai sekitar Rp500 juta serta dukungan pembukaan sejumlah program studi baru.
Workshop Bina Talenta diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri. Tujuannya jelas, yakni mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, serta memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja di era transformasi digital.(*)