Siak, Hariantimes.com - Program zakat produktif yang dijalankan Baznas Kabupaten Siak mulai menunjukkan hasil.
Buktinya, sembilan petani penerima manfaat zakat (mustahik) di Kampung Bungaraya, Kabupaten Siak memanen padi perdana di lahan seluas 9 hektare, Rabu (15/07/2026).
Program ini bagian dari upaya Baznas Kabupaten Siak meningkatkan hasil pertanian padi di Kecamatan Bungaraya.
“Alhamdulillah panen raya hasil kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Siak dengan Brigif TP 89/GG,” sebut Bupati Siak, Afni Z yang hadir pada panen raya tersebut
Menurut Afnii, program ini diberikan pada masyarakat miskin yang berhak menerima (mustahik). Mekanismenya dengan sistem sewa jangka panjang selama 10 musim tanam dengan total investasi sewa sebesar Rp80 juta atau Rp8 juta per musim.
Adapun pola penerima manfaat menggunakan sistem bergulir. Setiap musim tanam akan melibatkan mustahik yang berbeda. Masing-masing mustahik mengelola 1 ha. Tahun ini ada 9 mustahik zakat pertanian. Mereka dimodali oleh Baznas, dan keuntungan hasil panennya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.
“Harapannya ke depan model pemberdayaan zakat produktif berbasis pertanian seperti ini dapat terus didukung. Terimakasih pada semua pihak yang telah berkolaborasi bersama,” harap Afni menilai program itu sebagai model pemberdayaan zakat yang mampu mengubah pola bantuan dari konsumtif menjadi produktif.
"Program ini tidak sekadar memberi bantuan, tetapi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berusaha dan memperoleh penghasilan secara berkelanjutan," kata Afni.
Program tersebut dikelola melalui skema penyewaan lahan selama lima tahun dengan total investasi Rp720 juta dari dana zakat. Setiap musim tanam, lahan dikelola oleh kelompok mustahik yang berbeda. Pada musim tanam pertama, sembilan mustahik masing-masing menggarap satu hektare lahan.
Melalui sistem bergulir itu, Baznas Kabupaten Siak menargetkan sebanyak 90 kepala keluarga miskin dapat memperoleh manfaat program dalam lima tahun ke depan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan keluar dari kemiskinan.
Pelaksanaan program juga didukung TNI Angkatan Darat melalui Brigif TP 89/Gempam Gasib. Prajurit TNI mendampingi petani dalam pengoperasian alat pertanian modern, pengelolaan irigasi, hingga penerapan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan.
Sinergi Pemerintah Kabupaten Siak, Baznas, TNI, dan masyarakat tersebut diharapkan menjadi model pemberdayaan zakat berbasis pertanian yang dapat direplikasi di kecamatan lain guna mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)