Pekanbaru, Hariantimes.com - Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) menyerahkan 97 mushaf Al-Qur’an gratis ke siswa-siswi tahfidz Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru, Senin (02/03/2026) lalu.
Penyerahan 97 mushaf tambahan yang yang bersumber dari 17 pewakaf (wakif) itu dilakukan Pimpinan KWQ AZ Fachri Yasin bersama tim.
Turut hadir seorang wakif yakni H Widodo SKep SH yang juga Wakil Direktur Bidang Medik dan Keperawatan RSUD Arifin Ahmad, Kepala MAN 2 Pekanbaru Ghafardi SAg MPdI didampingi Koordinator Keislaman Atan Afrizal SPdI MPdI serta segenap majelis guru.
Penyerahan 97 mushaf standar produksi King Salman dengan metode tajwid dan terjemahan berwarna yang dibagikan secara langsung itu merupakan bentuk apresiasi KWQ ke siswa hafidz/hafidzah MAN 2 yang telah mendedikasikan diri untuk membaca, mempelajari dan menghafal Al-Qur’an di tengah kesibukan akademik.
Adapun ke-17 wakif yang mendonasikan wakaf Al-Qu’ran yang difasilitasi KWQ itu yakni R Mambang Mit, Mona Sri Wahyuni, Yusnimat Sahan, Mardianto, Robiati, Ernawati Balia, Bahriyah Dawam, Muslim Harahap, Agussalim Bakri, Nurhasani, Hendrizal, Ardiansyah, Mursal Kani, Suardi Lukman, Khairunnas dan Widodo.
Acara penyerahan Al-Qur’an wakaf yang berlangsung sederhana namun khidmat itu diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan dengan merdu oleh Siswa kelas XII ini Aisyah Nur Ramadhani yang meraih juara 1 MTQ Internasional di Qatar tahun 2022, sewaktu masih siswi MTsN Andalan Pekanbaru. Sedangkan Saritilawah dibacakan Intan Najwa (kelas X). Dilanjutkan pembacaan doa oleh Abdul Rafif (kelas XI).
Pada momentum tersebut Grup Nasyid MAN 2 yang diwakili oleh dua siswa, Aisya Aura dan Aulia Zahra, juga unjuk kebolehan membawakan lagu religi bertajuk ‘Ramadhan’ yang dipopulerkan oleh Nissa Sabyan. Penampilan mereka yang cukup memukau menciptakan suasana semarak.
Kepala MAN 2 Pekanbaru Ghafardi dalam sambutannya menyampaikan, Al-Qur’an adalah kitab suci yang mulia. Maka siapapun yang senantiasa mengagungkan Kalamullah dan membersamainya akan dimuliakan dan dimudahkan semua urusannya oleh Allah SWT.
“Seperti pada hari ini, kedatangan Tim Kurnia Wakaf memberi bantuan mushaf bagi anak-anakku para hadifdz/hafidzah, adalah bukti hidayah Allah. Kita semua bisa berkumpul di sini karena digerakkan oleh Allah semata, menunjukkan program tahfidz di madrasah ini diridhai-Nya,” ungkapnya.
Dengan cukup banyaknya siswa memiliki hafalan antara 2 hingga 15 juz Al-Qur’an, lanjut dia, juga menunjukkan keberhasilan penyelenggaraan program tahfidz, sekaligus komitmen yang kuat oleh pengelola sekolah dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu dan berakhlak,
Kepala madrasah menyebut pemberian mushaf berkualitas secara gratis bagi siswa hafidz dengan capaian tertentu adalah bentuk penghargaan yang patut disyukuri. Karena itu mushaf ini jangan hanya dipajang atau disimpan, tapi dimanfaat dengan baik.
“Setiap huruf yang dibaca akan diganjar dengan pahala, termasuk pahala jariyah untuk wakif dan Kurnia Wakaf sebagai fasilitator. Apalagi rajin dibaca di bulan Ramadhan ini, pahalanya akan berlipat ganda. Kepada siswa yang giat menghafal dan khatam Qur’an pada Ramadhan ini kita siapkan penghargaan,” tutur Ghafardi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada komunitas KWQ dan wakif atas kepeduliannya dengan membantu pengadaan mushaf standar yang berkualitas sebagai fasilitas penunjang yang dibutuhkan oleh para hafidz/hafidzah madrasah.
“Semoga kerjasama dan sinergi kebaikan ini terus berlanjut,” ujarnya.
Mengawali sambutannya Pimpinan KWQ AZ Fachri Yasin berterimakasih dan memuji sikap responsif dan komunikatif dari pengelola madrasah sehingga kegiatan penyaluran wakaf Al-Qur’an berjalan dengan baik.
"Ada sekolah atau madrasah yang malah menunjukkan hal sebaliknya, sehingga penyaluran mushaf wakaf jadi terkendala. Padahal, kita ingin sekali membantu pelajar tahfidz di sekolah atau madrasah yang butuh mushaf yang dapat menunjang aktivitasnya. Lagi pula, mushaf ini bukan dari kami, tetap dari para wakif dari berbagai kalangan yang mengamanahkan kepada kami untuk disalurkan secara cepat dan tepat. Jadi, memang perlu kerjasama dan sinergi yang baik,” paparnya.
Meski hanya berbentuk komunitas, sebut AZ Fachri Yasin pihaknya sejak Juni 2022 silam telah menyalurkan lebih dar 4.000 mushaf Al-Qur’an kepada pelajar tahfidz baik di pesantren maupun di sekolah negeri dan swasta yang tersebar di Provinsi. Pengadaan mushaf itu donasi dari 400-an wakif dari berbagai kalangan.
“Para wakif itu adalah sahabat, kolega dan cukup banyak juga dari mahasiswa saya dulunya yang sekarang berprofesi beragam. Alhamdulillah, mereka percayakan kami untuk mengelola dan menyalurkan wakaf mushaf dan sampai sekarang terus berlanjut. Tentu semua ini karena ridha Allah Swt,” ungkap pria yang puluhan tahun mengabdi sebagai dosen Fakultas Pertanian di Unri, UIR dan Unilak itu.
Terkait pemberian Al-Qur’an wakaf tersebut, Fachri menyebut harapan para pewakif tidak banyak, mereka hanya minta Qur’an wakaf ini dimanfaatkan dengan baik dan mendoakan yang terbaik untuk kehidupan mereka di dunia dan akhirat.
Tidak sekadar menyalurkan Al-Qur’an wakaf, seperti yang sudah-sudah, Pimpinan KWQ memanfaatkan momentum tersebut untuk memberi pencerahan dan motivasi kepada segenap siswa/i MAN 2 yang hadir melalui interaksi dan berdialog secara langsung.
Pria yang akan memasuki usia 73 tahun ini memulai interaksinya dengan lebih dulu mencairkan suasana agar tidak terlalu kaku dan formal. Bahkan sempat mengguyoni Koordinator Keislaman Atan Afrizal dengan menyebut sebagai pria gagah yang berpotensi punya empat istri.
“Dilihat dari tampilannya demikian, tapi semoga saja jadi suami yang baik dengan satu istri,” ujarnya yang disambut gelak tawa riuh segenap pelajar, sementara Guru Atan hanya terseyum-senyum.
Kepala Madrasah juga tak luput jadi bahan candaan. Sepatu sang kepsek diambil dan dipamerkan di hadapan para pelajar. Sang kepsek sempat terkejut, tetapi dibuat tersenyum simpul juga pada akhirnya.
“Dari sepatunya, Kepsek ini berjiwa muda karena memakai sepatu khas anak muda, dan ini tentunya membuat siswa/i di sini lebih terpicu semangatnya,” katanya lagi dan disambut kembali oleh gelak tawa riuh segenap pelajar.
Selanjutnya Fachri mulai serius saat bicara tentang arti penting pendidikan dan cita-cita untuk menggapai masa depan yang gemilang. Dengan gaya kebapakan dan suara khasnya yang lantang, ia melontarkan sejumlah pertanyaaan dan meminta para pelajar tersebut menjawabnya secara jujur dengan mengacungkan tangan ke atas.
“Siapa yang setamat MAN ini berkeinginan menyambung pendidikan dan kemana akan melanjutkan,” ujarnya. Hampir semua siswa/i tunjuk tangan. “Siapa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi di dalam negeri dan siapa yang mau ke luar negeri,” sambungnya yang direspons dengan beragam oleh para pelajar.
Pimpinan KWQ kemudian menyebutkan sejumlah profesi yang mungkin jadi cita-cita para pelajar nanti, seperti dokter, guru, ustadz dan polisi/tentara. “Nah, siapa yang ingin jadi pengusaha…” katanya, yang direspons dengan tunjuk tangan oleh sejumlah siswa/i. “Jadi pengusaha bagus juga, karena ekonomi bangsa saat ini dikuasai oleh non-muslim, sehingga perlu dipikirkan dan jadi pertimbangan ke depannya,” sambungnya lagi.
Fachri sempat memanggil tiga orang pelajar untuk tampil ke depan dan menjawab pernyataan seputar pendidikan dan cita-citanya. Karena terkesan malu-malu, mereka diingatkan harus percaya diri. Mereka pun akhirnya dengan gamblang menyebut melanjutkan pendidikan kemana sekaligus cita-cita yang akan diraih.
“Terserah apa pilihan kalian, yang penting sudah ada di pikiran untuk melanjutkan pendidikan dan punya cita-cita. Nanti diturunkan ke hati agar menjelma jadi tekad dan berupaya untuk mewujudkannya. Soal pendidikan dan cita-cita kalian ini perlu disampaikan kepada orang tua agar ada dukungan dan bimbingan, sehingga langkah ke depannya lebih terarah,” katanya.
Menutup motivasinya, Pimpinan KWQ mengajak dan mengomandoi segenap pelajar untuk mengumandangkan takbir secara lantang dan serentak. Seruan lafaz Allahu Akbar sebanyak 3 kali pun menggema dengan keras, menciptakan nuansa spiritual yang kental.
Penyerahan mushaf Al-Qur’an wakaf oleh komunitas KWQ selain mendapat respon positif dari pihak sekolah, juga disambut antusias oleh siswa/i tahfidz karena dibutuhkan sebagai fasilitas penunjang untuk aktivitas pembelajaran dan peningkatan hafalan Al-Qur’an. Para pelajar tampak gembira dan semringah saat menerima mushaf tersebut.
Seperti yang ditunjukkan Faqih A. Yuliantoro, siswa kelas XII yang memiliki halapan 6 juz. “Ya… sangat senang, Alhamdulillah, tentu harapannya bisa membantu meningkatkan hafalan,” ujarnya, sembari menyebut rencananya yang akan melanjutkan pendidikan nanti ke Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS).
Suasana ceria bercampur haru menyelimuti saat pembagian mushaf Al-Qur’an secara langsung kepada masing-masing pelajar tahfidz yang dilakukan secara bersama-sama oleh kepala madrasah, majelis guru dan perwakilan wakif yang didampingi Tim KWQ. Sebagai wujud terima kasih, kepala madrasah menyerahkan piagam penghargaan kepada Pimpinan KWQ, dan acara diakhiri dengan foto bersama.
Sebagai tambahan informasi, komunitas KWQ akan kembali melakukan penyerahan 25 Al-Qur’an yang bersumber dari 5 wakif kepada siswa Tahfidz SMA, SMK dan MTs Al Huda Pekanbaru pada Kamis (05/04/2026).(*)