Kanal

Riau Utus 56 Peserta di Semua Cabang MTQ Nasional XXXI

Pekanbaru, Hariantimes.com - Provinsi Riau mengutus 56 peserta untuk mengikuti seluruh cabang dan golongan perlombaan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. 

Keikutsertaan 56 peserta tersebut menjadi bentuk keseriusan Provinsi Riau dalam mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan pada MTQ Nasional XXXI. Para peserta akan membawa nama Riau pada berbagai cabang, mulai dari seni baca Al-Qur’an, hafalan, pemahaman, penulisan, hingga cabang seni dan inovasi Al-Qur’an.

Berdasarkan laporan Ketua LPTQ Provinsi Riau Zulkifli Syukur, sebanyak 56 peserta tersebut terdiri atas berbagai golongan, yakni Tartil Al-Qur’an, Tilawah Anak-anak, Tilawah Remaja, Tilawah Dewasa, Tilawah Tuna Netra, Mujawwad Dewasa, Murattal Remaja, Murattal Dewasa, 1 Juz dan Tilawah, 10 Juz, 20 Juz, 30 Juz, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fahmil Al-Qur’an, Syarhil Al-Qur’an, Digital Putra, Dekorasi, Naskah, Hiasan Mushaf, Kontemporer, serta KTIQ.

“Untuk menghadapi MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Riau bersama LPTQ Provinsi Riau telah melakukan berbagai persiapan, meliputi proses seleksi peserta, pembinaan dan pemusatan latihan atau Training Center, serta berbagai persiapan administrasi dan teknis keberangkatan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi saat pelepasan kafilah Riau di Pekanbaru, Senin (07/09/2026).

Pelepasan kafilah tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Riau Zulkifli Syukur, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Riau Defizon, para pendamping, pelatih, serta undangan lainnya.

Zulkifli juga menjelaskan, sebelum diberangkatkan ke Semarang, seluruh peserta mengikuti Training Center selama 12 hari, mulai 30 Agustus hingga 10 September 2026 di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.

Dalam TC tersebut, para peserta mendapatkan pembinaan dari 15 orang pelatih yang berasal dari pelatih nasional dan daerah. Pembinaan difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis sesuai cabang masing-masing sekaligus membangun kesiapan mental peserta menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Menurut Zulkifli, persiapan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga membentuk peserta agar mampu tampil dengan penuh percaya diri, menjunjung sportivitas dan membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap penampilannya.

“Kami menyadari bahwa prestasi tidak lahir secara tiba-tiba. Prestasi merupakan hasil dari proses yang panjang, latihan yang disiplin, pembinaan yang berkelanjutan, serta dukungan dan doa dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan pembina yang telah mencurahkan waktu, tenaga, ilmu dan perhatian dalam mempersiapkan Kafilah Provinsi Riau.(*)

Berita Terkait

Berita Terpopuler