Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Senin, 24 Agustus 2020
 
Miliki 390 Spesies Hayati
Firdaus: Taman Laut Bunaken Segitiga Terumbu Karang Dunia
Senin, 30 September 2019 - 08:24:35 WIB
Kepala Sub Bagian Publikasi Biro Humas Kementerian LHK RI, Firdaus SS MAP pada acara meeting point dalam rangka kunjungan jurnalistik di Kantor Balai TN Bunaken, Ma

Manado, Hariantimes.com - Kawasan hutan Indonesia luasnya 125 juta hektare (ha). Dari 125 juta ha itu, sekitar 28 juta ha merupakan kawasan konservasi, 35 juta ha kawasan hutan lindung dan 70 juta ha kawasan hutan produksi.

Dan kawasan konservasi yang 28 juta ha itu, dibagi menjadi 512 unit pengelolaan. 54 di antaranya adalah Taman Nasional (TN). Dari 54 taman nasional itu, 7 di antaranya taman nasional laut. Dan taman nasional laut antara lain Pulau Seribu, Karimun Jawa, Togean, Wakatobi, Takabonerate, Teluk Cendrawasih dan Bunaken.

"Nah, kawasan Taman Nasional (TN) Bunaken, Sulawesi Utara masuk dalam kawasan konservasi. Bahkan taman laut Bunaken ini merupakan segitiga terumbu karang dunia, karena memiliki keragaman hayati yang luar biasa yakni sekitar 390 spesies yang terdiri dari berbagai spesies ikan, moluska, reptil dan mamalia laut ada di TN Bunaken ini," ungkap Kepala Sub Bagian Publikasi Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Firdaus SS MAP pada acara meeting point dalam rangka kunjungan jurnalistik menggali potensi ekowisata di taman nasional yang berlangsung di ruangan pertemuan Kantor Balai TN Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (27/09/2019).

Firdaus menjelaskan, taman nasional itu merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi. Dimana ada zona inti, zona rimba, zona pemanfaatkan, zona tradisional dan zona religi.

Sementara itu, Kepala Kasubag TU TN Bunaken, Niko Loli menyampaikan, Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem laut Indonesia yakni meliputi padang rumput laut, terumbu karang dan ekosistem pantai. Taman nasional ini didirikan pada tahun 1991 dan meliputi wilayah seluas 890.65 km persegi. Dan 97 persen dari taman nasional ini merupakan habitat laut. Sementara 3 persen sisanya merupakan daratan meliputi lima pulau yaitu Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Naen dan Siladen.

Di Taman Nasional Bunaken ini, katanya lagi, dapat ditemui spesies alga antara lain Caulerpa, Halimeda dan Padina.  Sementara spesies rumput laut yang banyak ditemui adalah Thalassia hemprichii, Enhallus acoroides dan  Thalassaodendron ciliatum. 

"Taman Nasional Bunaken juga memiliki berbagai spesies ikan, mamalia laut, reptil, burung, moluska dan mangrove. Disamping itu, sekitar 90 spesies ikan tinggal di perairan wilayah ini. Bahkan di daratan, pulau ini kaya akan Arecaceae, sagu, woka, silar dan kelapa. Selain itu, Taman Nasional Bunaken juga memiliki spesies hewan yang tinggal di daratan, seperti rusa dan kuskus. Hutan mangrove di taman ini menjadi habitat bagi kepiting, lobster, moluska dan burung laut," beber pria kelahiran Toraja ini seraya mengatakan, Taman Nasional Bunaken ini tak hanya punya potensi wisata laut saja. Tapi juga wisata bakau di salah satu pulau yakni Mantehage.

"Khusus untuk ekowisata mangrove Pulau Mantehage, Balai TN Bunaken sudah saat ini sudah menyiapkan pemanfaatannya menjadi Mangrove Park. Kami akan melengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti mangrove trail, Visitor Information Center, Building Research serta toilet, menara pandang dan pengamatan burung," paparnya.

Menurutnya, aktivitas wisata alam di Mantehage dapat dilakukan dengan menyusuri wisata bakau dengan katinting (perahu tradisional) masyarakat, pengamatan burung (bird watching), interpretasi jasa lingkungan dan sebagainya.

"Pengembangannya ke depan akan dilakukan dalam dua konsep, wisatawan nanti bisa melihat keindahan mangrove lewat darat dan perairan," katanya.

Niko menjelaskan, Mantehage merupakan salah satu pulau yang masuk kawasan konservasi Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB). Pulau tersebut jadi tempat hidup warga di empat desa, juga berbagai satwa yang dilindungi.

Potensi terbesar pulau ini adalah hutan bakau dengan luas lebih dari 1.300 hektare. Dengan kemudahan akses dari Dermaga Grand Lauley, Dermaga di Wori, dan dekat dengan Pulau Bunaken, juga tentunya berada di kawasan TN Bunaken.

 "Balai Taman Nasional Bunaken juga sudah memulai melakukan kegiatan pengayaan Mangrove di Pulau Mantehage. Sebanyak 1.500 bibit bakau ditanam di Desa Tinongko, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara," ungkap Niko.(*)


Penulis: Zulmiron



 
Berita Lainnya :
  • Firdaus: Taman Laut Bunaken Segitiga Terumbu Karang Dunia
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Edwin: Lahan Masyarakat dengan Indikasi Unsur Kesengajaan
    02 RAPP Kampanyekan "Dari Sampah Menjadi Berkah dan Emas"
    03 Zapnil Helmi : Gubri Berikan Bantuan 220 Ribu Benih Ikan
    04 Gubri : Semoga Porprov Nanti Bisa Berkontribusi Terhadap Masyarakat
    05 Silaturahmi Masyarakat Baserah Untuk Percepatan Pembangunan
    06 Desa Ujung Tombak Pembangunan, Jhon Pitte Alsi : Jangan Minder Dengan Media
    07 LPMP Tunjuk SMPN 34 Pekanbaru Sebagai Sekolah Model SPMI
    08 Jokowi: Saya Akan Terus Bagikan ke Rakyat Kecil
    09 Kunni: bukan Mengerdilkan Diri, Apalagi Bersaing dengan Lelaki
    10 Menteri Siti: Negara Tidak akan Lemah Pada Penjahat Lingkungan
    11 Syamsidir Atan Mandau Terpilih Lewat Jalan Musyawarah Mufakat
    12 Dewan Pers Berikan UKW Gratis untuk 480 Wartawan
    13 Atal S Depari: Kami Menolak Adanya Pasal 18 Ayat (4)
    14 29 Februari, PWI akan Gelar Porwada Catur
    15 PWI Meranti Gelar Pelatihan Jurnalistik Industri Hulu Migas
    16 Karantina Wilayah Kerja Selatpanjang Musnahkan 681 Kg Buah Asal Malaysia
    17 Presiden Jokowi: Kalau Mereka Ngurus Izin, Tolong Dipermudah
    18 Amril: Tolong Jaga Marwah Organisasi
    19 M Nuh: Proses Verifikasi Faktual SMSI Sedang Proses Tahap Akhir
    20 Dispar Riau Sosialisasikan Pergub Pembentukan BRCN
    21 Sabtu, DPD Kosgoro 1957 Pekanbaru akan Dilantik
    22 Ratna: Setiap Desa Agar Memiliki Dasa Wisma
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public