Pekanbaru, Hariantimes.com - Lebih dari seratus orang mahasiswa 
 
Home | Nasional | Riau | Ekonomi | Politik | Hukrim | Pendidikan | Sportivitas | Sosialita | Wisata | Indeks Senin, 24 Agustus 2020
 
Ceramah Sastra di Kampus UIR
Dr Malim Ungkap Keberadaan Sastra dan Bahasa Melayu di Dunia
Senin, 07 Oktober 2019 - 22:47:11 WIB
Suasana ceramah sastra, Senin (07/10/2019) pagi.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Lebih dari seratus orang mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia FKIP Universitas Islam Riau (UIR) secara serius mendengarkan ceramah Sastrawan Malaysia, Dr Malim Ghozali PK, Senin (07/10/2019) pagi.

Turut hadir Dekan, Drs. Alzaber MSi, WD II Dr Sudirman Shomary, Krtua Prodi Bahasa, Muhammad Mukhlis dan dua sastrawan Riau, Dr Husnu Abadi dan Ir Fakhrunnas MA Jabbar, MIKom serta para dosen.

Dekan FKIP UIR, Drs Alzaber MSi dalam sambutan pembukaannya mengatakan, ceramah sastra oleh Dr Malim Ghozali PK sangat besar manfaatnya bagi para mahasiswa dalam memperluas wawasan dan pengetahuan. Lebih dari itu, diharapkan dapat memotivasi mahasiswa dan generasi muda untuk ikut berkarya sebagaimana sudah dialami para sastrawan.

''Saya merasa regenerasi sastrawan di Riau (khususnya UIR, red) terasa lambat. Dalam pengamatan saya yang dangkal, setelah generasi Dr Husnu dan Ir Fakhrunnas, belum banyak muncul sastrawan muda. Oleh sebab itu, setelah ceramah ini bakal ada mahasiswa yang terinspirasi jadi sastrawan  pelanjut,'' kata Alzaber yang ahli matematika ini.

Dr Malim Ghozali PK dalam ceramahnya mengungkapkan bagaimana keberadaan sastra dan bahasa Melayu di dunia. Berdasarkan pengguna bahasa Melayu yang mencapai  300 juta telah menempatkan bahasa Melayu nomor lima di dunia. 

Menurut Malim, bangsa tertua di dunia ada di kawasan negara Jibouti. Sedangkan bangsa Melayu merupakan bangsa tertua  nomor dua. Sastra nusantara sangat dipengaruhi oleh aspek bahasa. Sastra harus ada kaitannya  debgan bahasa atau sebaliknya.

''Persoalannya, kenapa sastra Melayu belum tersebar? Bahkan kandidat pemenang    Nobel Sastra juga belum ada yang berasal dari sastra Melayu. Padahal peluang itu selalu ada apabila para sastrawan Asia khususnya pengguna bahasa Melayu berpacu untuk memperkenalkan karya-karyanya berupa puisi, cerpen atau novel ke publik dunia dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris atau bahasa besar dunia lainnya,'' ujar sastrawan 70 tahun yang sudah mengembara ke 55 negara dunia bersama sastra.

Malim menceritakan pengalalamannya mengembara di banyak negara. Tahun 1970 Malim sudah mengembara di Amerika Latin. Malim memuji pemerintah Indonesia karena waktu itu sudah mrnemukan adanya KBRI di negara tersebut. Begitu pula, akhir tahun  1989an l, saat Malim mengunjungi  Suriname menemukan banyak orang   Jawa mencapau 200 ribu orang. Waktu itu sebenarnya sastra budaya Indonesia sudah 'diekspor'  ke sana. Bahkan hingga kini masih ada seni silat, kompang (terbangan) dan sebagainya.

''Saya menulis novel Janji Paramaribo berdasarkan pengalaman saya selama berada di sana,'' tegas Malim yang namanya pernah disebut sebagai kandidat Hadiah Nobel Sastra beberapa tahjn silam.

Dalam  ceramah sastra Malim Ghozali sempat ditayangkan film 'Memo dari Suriname' yang berisi feature perjalanannya selama di ibukota Suriname, Paramaribo.

Dalam kegiatan ini juga disediakan sesi diskusi. Para mahasiswa menanyakan proses kreatif Malim, peran sastra dalam kehidupan dan tips menulis karya kreatif.

Sumbang Buku

Pada kesempatan yang sama, tiga sastrawan masing-masing Malim, Husnu Abadi dan Fakhrunnas secara resmi menyerahkan sumbangan buku-buku sastra karya mereka untuk perpustakaan FKIP UIR. Belasan buku-buku sastra berbagai genre sastra itu secara bergiliran diterima oleh Dekan FKIP UIR, Alzaber.

Di antara tujuh buku yang disumbangkan Malim terdapat novel 'Janji Paramaribo', kumpulan cerpen 'Langit Tidak Berbintang di Ulu Slim' dan lain-lain.

Sementara Husnu Abadi menyumbangkan sejumlah buku puisi karyanya seperti Lautan Melaka serta buku Seribu Gurindam karya Iberamsyah, penyair Kalsel.

Sastrawan Fakhrunnas menyumbangkan buku cerpen Sebatang Ceri di Serambi, Lembayung Pagi, 30 Tahun Kemudian serta buku puisi Airmata Musim Gugur.(*)


Editor: Zulmiron



 
Berita Lainnya :
  • Dr Malim Ungkap Keberadaan Sastra dan Bahasa Melayu di Dunia
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Edwin: Lahan Masyarakat dengan Indikasi Unsur Kesengajaan
    02 RAPP Kampanyekan "Dari Sampah Menjadi Berkah dan Emas"
    03 Zapnil Helmi : Gubri Berikan Bantuan 220 Ribu Benih Ikan
    04 Gubri : Semoga Porprov Nanti Bisa Berkontribusi Terhadap Masyarakat
    05 Silaturahmi Masyarakat Baserah Untuk Percepatan Pembangunan
    06 Desa Ujung Tombak Pembangunan, Jhon Pitte Alsi : Jangan Minder Dengan Media
    07 LPMP Tunjuk SMPN 34 Pekanbaru Sebagai Sekolah Model SPMI
    08 Jokowi: Saya Akan Terus Bagikan ke Rakyat Kecil
    09 Kunni: bukan Mengerdilkan Diri, Apalagi Bersaing dengan Lelaki
    10 Menteri Siti: Negara Tidak akan Lemah Pada Penjahat Lingkungan
    11 Syamsidir Atan Mandau Terpilih Lewat Jalan Musyawarah Mufakat
    12 Dewan Pers Berikan UKW Gratis untuk 480 Wartawan
    13 Atal S Depari: Kami Menolak Adanya Pasal 18 Ayat (4)
    14 29 Februari, PWI akan Gelar Porwada Catur
    15 PWI Meranti Gelar Pelatihan Jurnalistik Industri Hulu Migas
    16 Karantina Wilayah Kerja Selatpanjang Musnahkan 681 Kg Buah Asal Malaysia
    17 Presiden Jokowi: Kalau Mereka Ngurus Izin, Tolong Dipermudah
    18 Amril: Tolong Jaga Marwah Organisasi
    19 M Nuh: Proses Verifikasi Faktual SMSI Sedang Proses Tahap Akhir
    20 Dispar Riau Sosialisasikan Pergub Pembentukan BRCN
    21 Sabtu, DPD Kosgoro 1957 Pekanbaru akan Dilantik
    22 Ratna: Setiap Desa Agar Memiliki Dasa Wisma
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami
    © HarianTimes.Com - #Kanal Informasi Public