Bengkalis, Hariantimes.com - Jaksa Penuntut Umum menghadirkan tiga orang saksi dalam sidang lanjutan dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Simon Parlaungan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Selasa (07/05/2019).
Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Zia Ul Jannah Idris, SH, didampingi dua Hakim Anggota, Dr. Sutarno, SH. MH dan Aulia F. Widhola, SH. Sedangkan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis Aci Jaya Saputra, SH,
Tiga saksi yang dihadirkan tersebut diantaranya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bnegkalis ALfisnardo, Budi Prayetno anggota PWI Bengkalis dan Derales Pecal dari unsur masyarakat.
"Terdakwa Simon sebelumnya sudah pernah memuat postingan dengan sejumlah komentar yang menyudutkan PWI, akan tetapi persoalan tidak diperpanjang dan terdakwa berjanji tidak akan mengulanginya," ujar Alfisnardo.
Akan tetapi beberapa waktu kemudian, terdakwa kembali memposting komentar yang mengatakan PWI Bengkalis melakukan korupsi dan juga ada komentar yang menyudutkan Pemkab Bengkais dan DPRD.
"Atas dasar ini kami bersama pengurus PWI memutuskan untuk melaporkan terdakwa ke Polres Bengkalis beberpa waktu yang lalu," ungkap Alfisnardo.
Hal yang sama juga diungkapkan Budi Prayetno, bahwa terdakwa melakukan hal tersebut sudah berulang kali, bahkan pihak keluarga mencoba untuk menghubungi pengurus PWI untuk tidak memperpanjang persoalan tersebut.
"Pihak keluarga Simon pernah menghubungi saya dan meminta persoalan ini tidak diperpanjang, akan tetapi karena keputusan bersama maka kasus ini tetap dilaporkan," ungkap Budi.
Sementara itu Derales pecal mengungkapkan bahwa ia sebagai pelapor dalam hal ini melaporkan terdakwa mengenai penistaan agama dalam postingan yang dibuat melalui akun Face booknya.
Sementara itu hakim anggota Sutarno menanyakan kepada Ketua PWI (saksi) mengenai permintaan maaf dari terdakwa yang dibuat di akun faceboknya apakah sudah diketahui sebelumnya.
Mengenai permintaan maaf tersebut, Ketua PWI tidak mengetahuinya sama sekali dan tidak pernah ada koordinasi sebelumnya anta PWI dengan terdakwa.
"Kami tidak pernah mengetahui bahwa adanya permintaan maaf tersebut, dan terdakwa tidak pernah berkoordinasi dengan kami mengenai permintaan maaf yang dibuat melalui akun face boknya," kata Alfisnardo.
Terdakwa Simon Parlaungan ini, sebelumnya tidak henti-hentinya memposting beberapa status yang menyinggung sejumlah pihak, diantaranya Pemkab Bengkalis, DPRD Bengkalis dan PWI Bengkalis hingga sampai dugaan menistaan Agama, sehingga PWI dan salah satu warga melaporkan hal itu ke Polres Bengkalis.
Postingan Simon di FB diantaranya
“Dengan semangat Tahun Baru 01 january. Mari kita bongkar kasus korupsi di PWI Bengkalis. Setuju ? “/“ KENAPA JAKARTA PUSAT LAMBAT SEKALI MEMBERANTAS KORUPSI DI PEMKAB. Bengkalis, kantor DPRD bengkalis, kantor PWI bengkalis?.
Lalu. “KPK Jakarta Harus Serius Menangani Kasus Korupsi Seperti Gratifikasi Pemberian Hadiah Penghapal Al – quran 30 Jus.
Dia juga mengomentari spanduk Ustadz Abdul Somad yang berisikan kutipan Hadist Islam yang diriwayatkan Abu Daud Hasan,
“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka†dan dikomentari “Ajaran sesat… Jangan didengarkan. Kaum yang mana dimaksud Abu Daud Hasan?â€.
Sidang ini akan dilanjutkan pekan depan pada hari Selasa (14/05/19), dengan agenda kembali menghadirkan saksi dari pihak lain. Menurut JPU Aci Jaya Saputra, SH, saksi yang akan dihadirkan di agenda pekan depan berjumlah sekitar dua orang.(Andika)
Berita Terkait
-
Kemenkum Riau Dampingi Potensi IG Durian Tembaga Bengkalis…
-
Kemenkum Riau Koordinasikan Tindak Lanjut Pembentukan Tata Kelola Sentra KI di Bengkalis…
-
Awal Dzulhijjah Memenuhi Kriteria Imkanur Rukyat, Hilal di Bengkalis Tertutup Awan…
-
Tanam Jagung Serentak Kuartal IV di Bengkalis, Irjen Pol Herry Heryawan: Ada 346,56 Hektare yang Ditanami…
-
Jon Erizal dan UAS Resmikan Mushalla dan Rumah Tahfiz Qur’an Yayasan Al Awwal Bengkalis…
-
Lantik Dewan Hakim dan Panitera MTQ ke-43 Riau, M Job Kurniawan: Garda Terdepan dalam Menjaga Marwah dan Kualitas Musabaqah…
Berita Terpopuler
-
Perambah Mangrove Ditangkap, Bupati Rohil: Harus Jadi Efek Jera…
-
Ingatkan Calon Komisioner KI Riau Bekerja Penuh Waktu, Zufra Irwan: Jangan Ada Kerja Sambilan…
-
Zufra Irwan: Harus Bersih, Tanpa Diwarnai Jatah Fraksi atau Partai Politik…
-
Kemenkum Riau Dorong Penyesuaian Regulasi Desa…
-
Kemenkum Riau Sinergikan Layanan Hukum Desa…
-
PHR Hadirkan Senyum dan Ruang Tumbuh Bagi Generasi Muda Riau…
-
Kemenkum Riau Ikuti Kick Off Kolaborasi Lintas Kementerian…
-
Kemenkum Riau Terima Kunker Reses Komisi XIII DPR RI…
-
Cegah Kekerasan di Pendidikan Keagamaan, Muliardi: Manfaatkan Aplikasi AMAN…