Makkah, Hariantimes.com - Menjelang fase puncak ibadah haji, petugas Kelompok Terbang (Kloter) BTH 09 asal Bengkalis-Pekanbaru yg terdiri dari Ketua Kloter, Pembina Ibadah, dan tenaga medis, terus mematangkan persiapan.
Para petugas menghadiri kegiatan "Sosialisasi Pembinaan Sektor, Kloter, dan KBIHU" yang digelar terpusat di Musholla Hotel Emaar al Taqwa Hotel 206 sektor 2, Makkah.
Kegiatan strategis ini tidak hanya diikuti oleh BTH 09, tetapi juga melibatkan perwakilan dari 22 kloter yang berada di bawah naungan Sektor 2 Syisyah. Para peserta yang hadir merupakan garda terdepan pelayanan jemaah, yang terdiri dari para Ketua Kloter, Pembina Ibadah, Tenaga Kesehatan, serta perwakilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Turut hadir memberikan arahan langsung sejumlah pejabat penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Bertindak sebagai narasumber antara lain Direktur Jenderal (Dirjen) Layanan Haji dan Umrah Ian Heriyawan, Koordinator Wilayah, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Kepala Daerah Kerja (Daker), hingga perwakilan Media Center.
Fokus utama dalam pembinaan ini adalah persiapan teknis dan mitigasi pergerakan jemaah menjelang fase krusial Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Beberapa poin penting yang menjadi bahasan utama meliputi:
Skema Pergerakan Jemaah: Pembahasan mendalam terkait penerapan Skema Murur (mabit dengan cara melintas di Muzdalifah) dan Tanazul (kepulangan lebih awal/penyesuaian penempatan).
Layanan Logistik: Sinergi pengaturan jadwal transportasi, distribusi akomodasi (tenda), serta pemenuhan konsumsi jemaah selama berada di Armuzna.
Perlindungan Jemaah Rentan: Sosialisasi regulasi Badal Jamarat (perwakilan lempar jumrah) yang diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia (lansia), jemaah risiko tinggi (risti) kesehatan, penyandang disabilitas, serta petugas/keluarga pendamping.
Satu pembadal tidak lebih mewakili 5 orang JCH
Arahan komprehensif ini diberikan untuk memastikan agar seluruh elemen petugas memiliki pemahaman yang seragam dalam menghadapi dinamika di lapangan.
Perlindungan terhadap jemaah lansia dan risti tetap menjadi prioritas utama pemerintah pada penyelenggaraan haji tahun ini.
Dengan dilaksanakannya pembinaan ini, diharapkan para petugas Kloter BTH 09 beserta kloter lainnya di Sektor 2 Syisyah dapat bersinergi maksimal dalam mengawal jemaah. Persiapan matang ini menjadi kunci untuk mewujudkan penyelenggaraan ibadah di Armuzna yang lancar, tertib, aman, dan membawa jemaah meraih predikat haji mabrur.(*)