Batam, Hariantimes.com - ?Sebanyak 445 jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTH 08 resmi diberangkatkan melalui Embarkasi Batam.
Ini merupakan kloter pertama asal Riau yang berangkat dengan kursi penuh (tanpa open seat), meski terdapat beberapa mutasi jemaah akibat kendala kesehatan dan wafat.
“Alhamdulillah, ini merupakan kloter pertama Riau yang tanpa open seat,” tutur Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau Defizon kepada media, Kamis (30/04/2026)
Meskipun kursi terpenuhi, sebut Defizon, komposisi jemaah mengalami perubahan dinamis. Tercatat 3 jemaah (asal Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Kuansing) harus dirawat di Batam, yang mengakibatkan 3 pendamping mereka ikut tertunda. Selain itu, satu jemaah asal Kuansing dilaporkan wafat di daerah sebelum keberangkatan.
Untuk menutupi kekosongan kursi, sambung Defizon, dilakukan mutasi masuk sebanyak 7 jemaah dari kloter sebelumnya (BTH 04, BTH 05 dan BTH 06). Hingga hari ke-6 operasional (30 April 2026), total warga Riau yang telah diberangkatkan mencapai 2.653 orang.
Defizon memberikan peringatan khusus terkait cuaca ekstrem di Madinah yang saat ini mencapai suhu 37°C. Jemaah, terutama lansia dan pemilik penyakit penyerta (komorbid), diminta untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan.
"Kami mengimbau seluruh jemaah agar menggunakan payung, topi dan alas kaki saat di luar hotel untuk menghindari kaki melepuh, perbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi akibat cuaca panas. Dan bagi jemaah lansia disarankan untuk beribadah di hotel jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Jika merasakan keluhan kesehatan sekecil apapun, segera hubungi petugas kloter," pesan Defizon.
Saat ini, ungkap Defizon, terdapat 6 jemaah asal Riau yang masih dirawat di rumah sakit di Batam. Sementara 4 jemaah lainnya masih dalam perawatan di daerah asal.
Defizon menekankan pentingnya pola hidup sehat dan istirahat yang cukup agar jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan maksimal.(*)