Kanal

Buka ICEV-MIA 2026, Agung Nugroho Tekankan Pentingnya Kolaborasi Lintas Negara

Pekanbaru, Hariantimes.com - Walikota Pekanbaru yang juga alumni Universitas Lancang Kuning (Unilak) membuka International Conference in Education and Vocation : Multicultural and inclusive Approaches (ICEV-MIA 2026).

Ajang ICEV-MIA 2026 yang mengusun tema Global Challenges in Education and Vocation : Bridging The Gap With Multicultural and inclusive Approaches ini diadakan di Hotel Furaya Pekanbaru, Kamis (23/04/2026).

Konferensi Internasional diikuti lebih dari 500 peserta secara online dan offline dengan menghadirkan narasumber terkenal dari empat benua Australia, Eropa, Asia, dan Afrika. Sebagai narasumber Prof. Joy Wang dari Waikato Institute of technology New Zealand, Assoc. Profesor Tyler Denmead dari University of Cambridge (Inggris), Assoc. Profesor Dr Nadlene Razali dari University Teknikal Malaysia Melaka, Prof. Yuslina Mohammed dari University Sains Islam Malaysia, Prof.Abdi Omar Shuriye dari Hormuud University Somalia dan Assoc Prof Marwa MA.
?
Walikota yang hadir bersama istri Hj Sulastri, Bunda PAUD Kota Pekanbaru saat membuka seminar disambut antusias oleh seluruh peserta dan dosen dari dalam dan luar negeri. Kegiatan bertaraf internasional ini menghadirkan narasumber dari lima negara yang mewakili empat benua tersebut.

“Saya mendukung dan memberikan apresiasi luar biasa kepada Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak yang mampu mengadakan seminar internasional sebesar ini. Dalam mendukung pendidikan di kota Pekanbaru, kami telah memberikan beasiswa bagi siswa, guru dan mahasiswa dalam menyelesaikan studi. Saya berupaya untuk memberikan beasiswa S2 kepada guru-guru. Jika walikotanya S2, maka guru juga S2. Sehingga akan berdampak pada kualitas pendidikan kota Pekanbaru. Mohon doa juga untuk saya dapat segera menyelesaikan studi  S3," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Agung Nugroho menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk menjawab tantangan global dunia pendidikan dan vokasi.

"ICEV-MIA 2026 menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring dan merumuskan solusi bersama," ujarnya.

Dekan Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak Dr Herlinawati menyambut hadir tamu undangan pembukaan ICEV-MIA 2026, turut hadir Rektor Unilak Prof Dr. Junaidi, S.S., M.Hum. Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji Prof Dr Irwan Effendi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Dr. Syafrian Tommy, petrwakilan LLDIKTI, PGRI Provinsi Riau, wakil rektor II, Dekan se lingkungan Unilak, Dekan FKIP dari berbagai universitas di Riau dan provinsi lainnya.

Prof Dr Junaidi dalam sambutannya  mengucapkan terima kasih atas dukungan Wako Pekanbaru yang perhatian besar bagi dunia pendidikan.

"Perhatian beliau besar, kami siap mendukung penuh program wako Pekanbaru. Siap berkolaborasi siap membantu, dan siap memberikan solusi. Saat ini tantangan dunia pendidikan semakin kompetitif, maka perlu bergerak bersama seluruh stake holder. Agar berdampak luas bagi kemajuan. Dan program Wako Agung Nugroho telah barada di trek yang benar," katanya.

Sementara itu Dekan Fadiksi Unilak Assoc Profesor Dr Herlinawati menyebutkan konferensi Internasional ini berlangsung selama dua hari.

"Di forum  para peneliti, dosen, pakar, dan guru besar dari kampus dunia berdiskusi banyak mengenai solusi nyata untuk memastikan pendidikan kita benar-benar mampu berkontibusi dalam menjawab tantangan pendidikan global saat ini," katanya.

Kegiatan ICEV-MIA 2026 adalah program Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak untuk mempersiapkan dan mengawal kualitas pendidikan serta mutu lulusan sehingga nanti mahasiswa  tidak hanya menguasai keilmuan dan keterampilan secara teknis, tapi juga punya cara berpikir yang terbuka dan inklusif agar siap bersaing di kancah internasional tanpa melupakan nilai-nilai budaya kita tentunya.

Selama dua hari tema besar dalam konferensi ini berkaitan dengan inklusivitas, ragam budaya, disabilitas, dan berbagai pendekatan pembelajaran. Topik tersebut dipilih untuk mendorong sistem pendidikan dan vokasi yang lebih adaptif, setara, dan menghargai keberagaman.

Menurutnya, kehadiran narasumber dari empat benua membuktikan bahwa isu pendidikan inklusif dan keberagaman budaya menjadi perhatian dunia.

"Fadiksi Unilak berkomitmen mendukung pendidikan vokasi yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga ramah terhadap penyandang disabilitas dan kaya akan nilai-nilai budaya," tegas Dr Herlinawati

ICEV-MIA 2026 berlangsung selama dua hari dengan rangkaian keynote speech, presentasi panel, dan sesi diskusi paralel. Peserta diharapkan membawa pulang wawasan baru untuk diterapkan di institusi masing-masing.

Sejumlah kampus yang hadir yaitu Universitas Islam Selangor, Universitas Saraswati Denpasar Bali, UM Malang, Universitas PGRI Sumatera Barat, UNRI,UIR, UPP, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, UMRI, UIN Suska Riau, PGRI Riau, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dan sejumlah perwakilan sekolah di kota Pekanbaru.(*)
 

Berita Terkait

Berita Terpopuler