Kanal

Sukses Gelar Pengabdian Internasional di Malaysia, UIR Perkuat Aqidah dan Literasi Digital Mahasiswa Orang Asli

Kuantan Pahang, Hariantimes.com - Universitas Islam Riau (UIR) sukses menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berskala internasional di Kuantan, Pahang, Malaysia.

Menggandeng dua perguruan tinggi ternama di negeri jiran, yakni Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) dan University College of Yayasan Pahang (UCYP), kegiatan yang berlangsung pada tanggal 12 hingga 13 Februari 2026 ini berfokus pada pemberdayaan mahasiswa komunitas minoritas Orang Asli.

Program pengabdian ini mengusung dua tema utama yang saling terintegrasi dan diisi oleh dua tim pakar dari UIR. Tema pertama, "Pemerkasaan Identiti, Aqidah, dan Mu’amalah Pelajar Orang Asli", dipimpin langsung oleh Assoc Prof Dr Firdaus Abdul Rahman, sebagai Ketua Tim didampingi oleh tiga anggota tim, yaitu Assoc Prof Zulhelmy PhD, Hidayat dan Dr Dodi Okri Handoko.

Sementara itu, tema kedua berfokus pada "Empowering Indigenous Students through Digital Skills & Cross-Cultural Literacy" yang diketuai oleh Gusman Nawanir PhD sebagai Ketua Tim. Beliau didukung oleh anggota tim yang terdiri dari Assoc Prof Dr Abrar, Dian Saputra dan Rahmat Setiawan.

Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi dan diikuti secara penuh oleh mahasiswa Orang Asli.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tantangan krisis identitas serta pengaruh modernisasi sekuler yang rentan mengikis nilai-nilai spiritual dan budaya lokal mahasiswa Orang Asli. Peserta diajak mendalami materi secara komprehensif, seperti pemaparan materi bertajuk "Mengenal Diri, Menemukan Ilahi" dan pendalaman "Makna Aqidah".

Terselenggaranya acara ini tidak terlepas dari dukungan fasilitas operasional penuh dari pihak UMPSA serta kolaborasi akademik dari pihak UCYP. Kolaborasi tripartit ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari pihak mitra luar negeri. Hal ini dibuktikan melalui hasil Partner Satisfaction Survey, di mana perwakilan pimpinan dari UMPSA dan UCYP secara serempak memberikan penilaian Sangat baik terhadap kesesuaian materi, kemampuan narasumber, dan keberhasilan peningkatan kapasitas peserta.

Perwakilan dari UMPSA, Assoc. Prof Dr Lee Khai Loon memberikan pujian tertulis dengan menyatakan bahwa seluruh program telah diselenggarakan dengan cara yang sangat terstruktur dan terorganisir ("All program been conducted in structured and organized way"). 

Senada dengan hal tersebut, perwakilan UCYP, Mr Khairul Firdaus Anuar menyoroti efektivitas metode berbagi (sharing session) dengan audiens dan sangat merekomendasikan agar kolaborasi ini dijadikan program berkelanjutan di masa depan ("Suggest to continue this program for future").

Melalui inisiatif ini, UIR berharap dampak positif kegiatan tidak hanya berhenti pada hari pelaksanaan, melainkan dapat berlanjut membentuk ekosistem dakwah kultural yang mandiri melalui inisiasi komunitas “Sahabat Ilahi”. Ekosistem ini diharapkan dapat memperkuat jati diri mahasiswa Orang Asli sebagai Muslim, tanpa harus tercerabut dari akar budaya lokal mereka yang berharga.(*)

Berita Terkait

Berita Terpopuler