Batam, Hariantimes.com - Jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BTH-05 asal Kabupaten Kampar tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Sabtu (06/06/2026) malam.
Jemaah haji BTH-05 tiba di Batam pada pukul 21.20 WIB setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jemaah haji Kloter BTH-05 dalam keadaan selamat serta mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kemabruran haji setelah kembali ke daerah masing-masing.
"Alhamdulillah, malam ini kita kembali menyambut kepulangan jemaah haji Kloter BTH-05 asal Kabupaten Kampar. Atas nama Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, kami mengucapkan selamat datang kembali di Tanah Air. Semoga seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan di Tanah Suci diterima Allah SWT dan para jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur," ujar Defizon yang turun langsung memberikan layanan dan menyambut kedatangan Jemaah haji BTH-05 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Sabtu (06/06/2026) malam.
Kehadiran Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah hingga kembali ke Tanah Air.
Berdasarkan data manifest penerbangan, Kloter BTH-05 membawa sebanyak 439 jemaah yang terdiri dari 207 jemaah laki-laki dan 232 jemaah perempuan. Namun demikian, terdapat beberapa perubahan data jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, satu jemaah atas nama Azhari Hasan wafat di RS Awal Bros Botania Batam saat masih berada di Embarkasi Batam pada 9 Mei 2026 lalu.
Selain itu, dua jemaah asal Kabupaten Kampar, yakni Dawanus Mahmud Muhammad Yasim dan Halimah Abu Amar, juga dilaporkan wafat di Tanah Suci saat menjalankan ibadah haji.
Sementara itu, seorang jemaah atas nama Bahtiar Husin Tikawal belum dapat kembali bersama rombongan karena masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi. Jemaah tersebut mengalami penurunan saturasi oksigen menjelang jadwal kepulangan sehingga dinyatakan belum memenuhi syarat kesehatan untuk melakukan penerbangan.
Di sisi lain, terdapat empat jemaah mutasi masuk (tanazul) yang bergabung dalam Kloter BTH-05 sehingga jumlah jemaah yang tiba tetap sesuai manifest penerbangan.
Terkait jemaah yang masih dirawat di Arab Saudi, Defizon memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan petugas haji Indonesia dan otoritas kesehatan setempat untuk memberikan pendampingan terbaik.
"Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat Riau untuk jemaah kita yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi agar segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air. Pemerintah akan terus memberikan perhatian dan pelayanan hingga seluruh jemaah kembali dengan selamat," tambahnya.
Defizon juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya para jemaah haji asal Riau, baik yang meninggal dunia di Embarkasi maupun di Tanah Suci.
"Kami turut berduka cita atas wafatnya saudara-saudara kita yang telah dipanggil Allah SWT saat menunaikan rangkaian ibadah haji. Semoga seluruh amal ibadah mereka diterima sebagai haji yang mabrur dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan," ucap Defizon.(*)