Pekanbaru, Hariantimes.com - Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) kembali berbagi wakaf mushaf Al-Qur’an untuk 26 siswa tahfidz SMA Negeri 9 Pekanbaru yang memiliki hafalan minimal 2 juz.
Penyaluran mushaf yang merupakan kedua kalinya itu dihadiri seorang akademisi yang juga salah salah satu pewakaf.
Penyerahan dan pembagian wakaf Al-Qur’an metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman itu digelar usai upacara yang diikuti ratusan siswa dan guru di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Semeru, Kecamatan Limapuluh, Senin (04/05/2026) pagi. Para siswa tampak semangat dan antusias mengikutinya, begitupun majelis guru.
Meski digelar sederhana, kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan bermakna. Selain berbagi Al-Qur’an, segenap siswa sekolah juga mendapatkan pencerahan dan motivasi dari Pimpinan Komunitas KWQ A. Z. Fachri Yasin dan Dosen Faperta Universitas Riau (Unri), Dr. Arifudin, SP, MP, yang juga salah seorang pewakaf.
Kepala SMAN 9 yang diwakili Waka Bid. Kesiswaan Ibnu, S.Si, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada para pewakaf maupun komunitas KWQ sebagai penyalur Al-Qur’an kepada anak didiknya. “Semoga menjadi amal jariyah yang diganjar dengan pahala yang melimpah dari Allah Swt,” katanya saat memberi sambutan.
Wakaf Al-Qur’an tersebut, lanjut Ibnu, sangat bermanfaat dan dibutuhkan guna menunjang aktivitas siswa tahfidz. Dan, kegiatan ini adalah amal kebajikan yang terbaik karena selagi dimanfaatkan dan terus dibaca, maka akan terus mengalirkan pahala kepada para pewakaf maupun semua pihak yang terlibat di dalamnya.
Pimpinan Komunitas KWQ A. Z Fachri Yasin mengawali sambutannya dengan menyapa para siswa sembari melontarkan pertanyaan ringan. “Siapa yang belum sarapan pagi, angkat tangan,” tanyanya dengan suara khasnya yang lantang.
Para siswa yang duduk berbaris secara tertib di halaman sekolah spontan menyambut dengan riuh dan cukup banyak yang angkat tangan. “Nanti (siang), kita selesaikan dengan MBG (Makan Bergizi Gratis),” ujar Fachri yang juga akademisi senior Riau ini dengan nada bercanda. Para siswa pun kembali bersorak riuh.
Fachri kemudian menjelaskan penyerahan mushaf Al-Qur’an pada pagi ini oleh Kurnia Wakaf Al-Qur’an berasal dari sekian banyak pewakaf. Diperuntukkan bagi siswa SMAN 9 yang memiliki hafalan minimal 2 juz, yang berjumlah 26 orang, sesuai data yang diterima dari pihak sekolah.
“Ini adalah penyerahan wakaf Al-Qur’an yang kedua kalinya bagi siswa sekolah ini. Yang pertama itu tahun 2024, ada datanya. Tapi penyerahannya tidak seperti ini, saat itu dilakukan di dalam ruangan sekolah karena masalah waktu,” ungkapnya.
Selanjutnya, Pimpinan KWQ berinteraksi langsung dengan para siswa sembari melontarkan pertanyaan, “siapa yang setelah tamat meneruskan pendidikan, angkat tangan,” katanya yang disambut bergemuruh oleh siswa. Sejumlah siswa spontan mengangkat tangan, tapi cukup banyak yang bersikap ragu dan malu-malu.
Lalu, ia mendekati barisan pelajar laki-laki dan meminta salah seorang siswa berdiri. Lantas menanyakan nama, umur dan apa rencananya selesai SMA. “Ingin kuliah, kerja atau nikah,” tanyanya beruntun, yang kembali membuat suasana jadi riuh. Siswa bernama Charles Wiliam, 15 tahun, itu spontan menjawab belum tahu.
“Nah, ini kelemahan (generasi) kita. Di usia 15 tahun ini, tidak tahu apa yang akan dilakukan selesai SMA. Harusnya sudah ada rencana kedepannya,” ujar pria yang tampak masih bugar dan bersemangat di usia 73 tahun itu dengan nada serius di depan para siswa.
Kemudian, dia beralih ke barisan pelajar perempuan dan meminta seorang siswi berdiri sembari menanyakan hal yang sama. Siswi bernama Derel, kelas X, itu dengan lugas menjawab bahwa selesai SMA akan kuliah di fakultas hukum jurusan perdata di perguruan tinggi di luar daerah. Namun, ia belum tahu mau kuliah dimana.
“Ini baru bagus, sudah ada rencana mau kuliah. Tak masalah dimana, mau di Pekanbaru atau di luar kota, yang penting sudah ada niat,” ujar Fachri. ”Jika selesai S1 nanti mau lanjut S2 atau ke Kantor Urusan Agama,” tanya lagi. “Masih pikir dulu, Pak,” jawab Derel sembari tersipu malu, dan para siswa kembali riuh bersorak sambil bertepuk tangan.
Pimpinan KWQ kembali menunjuk dan meminta seorang siswa berdiri, sembari menanyakan nama, umur dan tinggi badan. “Anda dipastikan tidak bisa masuk akademi kepolisian. Nah, anda selesai SMA mau lanjut pendidikan atau tidak,” ujarnya kepada siswa berkacamata bernama Faiz, 15 tahun, yang memiliki tinggi 156 cm itu.
“Ya Pak, saya mau kuliah di fakultas Kedokteran, karena punya minat di bidang kesehatan,” jawab Faiz. “Oke, Anda berkacamata tentu karena banyak belajar. Mari kita doakan bersama, supaya Faiz berhasil jadi dokter kelak,” katanya yang disambut aplaus dari para siswa.
Fachri kembali bertanya terkait hal yang sama kepada salah seorang siswi. Selain kelanjutan pendidikan, juga ditanya tentang keluarga dan pekerjaan orang tua. Interaksi melalui dialog langsung dengan siswa sekolah ini berlangsung dalam suasana hangat dan akrab karena diselingi guyonan. Intinya, memberi motivasi dan menekankan pentingnya pendidikan sebagai bekal dan kunci sukses menggapai masa depan gemilang.
Pimpinan KWQ kemudian memperkenalkan seorang pewakaf yang turut hadir. “Namanya Arifudin, dia alumni Universitas Gajah Mada, dari S1 sampai S3, dan sekarang jadi Dosen Faperta Unri. Beliau juga menjabat Ketua Alumni UGM (Kagama) Riau. Nah, bagi kalian yang ingin masuk ke UGM nanti, beliau bisa merekomendasi. Kalau kalian sepakat mau mendengar, kita kasih beliau waktu untuk berbicara,” kata Fachri yang disambut seruan setuju diiringi aplaus dari segenap siswa.
Bermimpi Masuk UGM
Setelah menyampaikan salam, Dr. Arifudin menyapa para siswa dengan melontarkan pertanyaan, “siapa yang selesai SMA nanti ingin melanjutkan ke UGM”. Sejumlah siswa mengangkat tangan. “Sedikitnya…,” katanya dengan nada berseloroh.
Lantas, dia bercerita pada 27 tahun silam ada 30 orang alumni SMAN 5 Pekanbaru pergi ke Yogyakarta untuk mendaftar di UGM. Hasilnya, tidak satu pun yang lolos. Kebetulan dirinya yang juga alumni sekolah itu ikut tes masuk UGM yang juga diselenggarakan di Pekanbaru.
“Alhamdulillah, saya lulus dan satu-satunya dari SMAN 5 saat itu, walau hanya masuk 15 besar. Artinya, saya ingin adik-adik, jangan takut bermimpi untuk masuk ke UGM,” tandas pria yang juga Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Riau ini.
Sekalipun diketahui tidak mudah dan ketat persaingannya, Arifudin yang pernah jadi Ketua Penyelenggara tes masuk UGM di Pekanbaru ini menegaskan peluang masuk salah satu universitas terbaik yang melahirkan banyak tokoh itu tetap terbuka.
“Persiapkan diri dan atur strategi dengan matang, pilih jurusan yang berpeluang besar bisa masuk dan sesuai dengan minat. Baik melalui SPMB, SMBT maupun jalur mandiri, Ini untuk siswa yang tamat tahun depan, karena untuk tahun ini penerimaan sudah ditutup,” ujarnya memberi tips.
Arifudin menyatakan bagi siswa yang berminat masuk UGM nanti, bila membutuhkan informasi maupun konsultasi, dirinya bersedia membantu. “Nanti nomor kontak saya titipkan ke pimpinan sekolah,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Pimpinan Komunitas KWQ juga menjelaskan sekilas tentang 26 mushaf Al-Qur’an yang dibagikan kepada siswa Tahfidz tersebut, yang mana bersumber dari donasi sejumlah pewakaf yang berasal dari berbagai kalangan dan profesi. Ke-26 mushaf itu berasal dari 7 wakif, yakni Herniwati, Nursamsu, Arifudin, Evy Maharani, syaiful Bahri, Wan Muhammad Hasyim, Maxdeyul Sola, Irna Chandra dan Yusuf Siregar.
“Nama pewakaf tertera di sampul mushaf, tapi tidak semua atas nama pribadi, ada yang juga diberikan atas nama orang tua, istri dan keluarga lainnya, termasuk yang sudah almarhum. Harapan mereka sederhana, hanya minta Al-Qur’an ini dimanfaatkan dengan baik serta doakan untuk kebaikan dan keberkahan mereka,” terangnya.
Adapun Kurnia Wakaf Al-Qur’an, yang namanya juga tertera di sampul mushaf, adalah selaku pengelola dan penyalur. “Alhamdulillah, sejak medio Juni 2022 hingga saat ini, kami sudah mengelola dan menyalurkan lebih kurang 4.888 Al-Qur’an kepada tahfidz yang ada di sekolah, pesantren dan perguruan tinggi di Riau,” pungkas Fachri Yasin.
Suasana ceria bercampur haru menyelimuti saat pembagian langsung mushaf kepada masing-masing siswa yang dilakukan oleh pewakaf dan pimpinan KWQ bersama-sama dengan pimpinan sekolah dan majelis guru secara bergiliran. Para siswa tampak tampak sumringah saat menerima mushaf baru gratis tersebut, dan acara pun diakhiri dengan foto bersama.
Sebagai tambahan informasi, usai dari SMAN 9, hari itu juga Komunitas KWQ menyambangi SMKN 1 Pekanbaru untuk menyerahkan wakaf 14 Al-Qur’an. Selanjutnya, diagendakan Kamis (7/5/2026) penyerahan wakaf Al-Qur’an untuk 18 siswa tahfidz SMPN 13 Pekanbaru (*)