Pekanbaru, Hariantimes.com -Pemutaran Film Pelangi di Mars di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru, Senin (23/03/2026) siang berhasil merebut hati penontonnya, terutama kalangan anak-anak.
Bagaimana Tidak? Karena Film Pelangi di Mars mengusung pesan utama tentang pentingnya mimpi besar bagi anak-anak Indonesia.
Tidak itu saja, dalam acara pemutaran yang dihadiri ratusan anak-anak ini, para sineas mengajak penonton cilik untuk berani bermimpi melampaui batas bumi.
Pemutaran Film Pelangi di Mars ini langsung dihadiri Dendi Reynando (Produser), Upie Guava (Sutradara), Messi Gusti (Pemeran Pelangi), ?Bimoky (Pengisi Suara Robot Batik) dan Dimitri Arditya (Pengisi Suara & Body Actor Robot Sulil).
Sutradara Film Pelangi di Mars, Upie Guava kepada wartawan menjelaskan, film ini terinspirasi dari keinginannya menghadirkan sosok dan cerita yang bisa memotivasi anak-anak Indonesia untuk berani bermimpi besar.
Saya ingin dari menonton Pelangi di Mars, anak-anak Indonesia bisa berpikir kalau mereka boleh bermimpi setinggi langi dan mereka mampu menggapainya,” ujar Upie menyampaikan, film ini diproduksi Mahakarya Pictures dan bergenre fiksi ilmiah serta digarap selama lebih dari lima tahun sejak 2020. Pelangi di Mars hadir bukan hanya sebagai tontonan keluarga, tetapi juga sebagai medium untuk membangkitkan imajinasi dan semangat generasi muda.
"Film ini bukan sekadar hiburan. Melainkan sarana edukasi visual untuk merancang cita-cita anak sejak dini. Dan nak-anak itu butuh kita rancang mimpinya sejak kecil. Biar mereka berkhayal, pas dewasa nanti saya mau jadi astronot, saya mau jadi scientist," ujar Upie.
Membangkitkan Memori Pratiwi Sudarmono
Film ini juga memberikan penghormatan khusus kepada Pratiwi Sudarmono, sosok ilmuwan Indonesia yang hampir menjadi astronot wanita pertama dari Asia untuk misi NASA pada tahun 1986. Namanya diabadikan dalam film ini sebagai pengingat bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang membanggakan di dunia sains internasional.
Melalui visualisasi roket dan teknologi masa depan, anak-anak Indonesia tergerak untuk mengisi posisi-posisi penting di masa depan. Bahkan, tercetus harapan besar agar Indonesia segera memiliki tempat peluncuran pesawat luar angkasa sendiri seperti di Biak, Papua.
Fiksi Hari Ini, Realita Masa Depan
Teknologi yang kita nikmati hari ini, seperti video call, Kecerdasan Buatan (AI), hingga Chat-GPT, dulunya hanya dianggap sebagai khayalan dalam film-film Sci-Fi lama.
"Siapa yang buat (teknologi itu)? Orang-orang yang dulunya menonton film Sci-Fi atau membaca buku Sci-Fi," tambahnya.
Dengan membuka imajinasi anak-anak melalui genre ini, diharapkan akan lahir inovator-inovator baru yang mampu menaklukkan tantangan dunia.
Anak-anak yang hadir berebut menjawab pertanyaan seputar karakter robot dalam film, seperti Kunci, Batik, dan Otos. Keceriaan memuncak saat sesi foto bersama para pemeran dan tim produksi di depan bioskop.
Dan Upie berharap dukungan masyarakat terhadap film ini dapat terus mengalir. Keberhasilan film ini di pasar akan membuka jalan bagi pengembangan sekuel atau film-film bertema serupa di tahun-tahun mendatang, guna terus memupuk imajinasi anak bangsa.
Dari sisi produksi, ulas Upie, film ini juga mencatat pencapaian tersendiri di industri perfilman nasional. Dengan melibatkan ratusan pekerja kreatif dari berbagai daerah, Pelangi di Mars disebut sebagai salah satu film Indonesia yang menghadirkan efek visual dengan standar global.
"Kami berharap masyarakat agar terus mendukung film nasional agar mereka dapat terus berkarya, termasuk kemungkinan memproduksi sekuel di masa mendatang," harap Upie.
Produser Dendi Reynando menilai, film ini merupakan hasil kerja kolektif banyak pihak yang memiliki semangat yang sama.
“Dari situ saya menyadari bahwa Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan Upie; film ini adalah milik kita semua, milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini,” ungkap Dendi.
Melalui karakter utama Pelangi, anak pertama yang lahir di Planet Mars, film ini mengisahkan perjuangan dan kegigihan seorang anak dalam menghadapi tantangan besar demi menyelamatkan dunia.
Dengan perpaduan cerita inspiratif dan teknologi visual modern, Pelangi di Mars diharapkan mampu menjadi film keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai optimisme dan keberanian bermimpi bagi anak-anak Indonesia.
Kehadiran film ini juga diharapkan dapat memperkaya pilihan tontonan keluarga di momentum libur Lebaran, sekaligus menjadi alternatif hiburan yang sarat nilai edukatif dan inspiratif bagi anak-anak.
“Pelangi di Mars diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak karya film anak berkualitas di Indonesia yang berani mengangkat tema besar dan berdaya saing global,” ucapnya.(salsa)