Acara silaturahmi bersama insan pers mitra FPK Riau di salah satu cafe Jalan Kasah Kota Pekanbaru, Selasa (03/11/2026). Pekanbaru, Hariantimes.com - Pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.
Tetapi juga memiliki tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemberitaan yang objektif, berimbang dan edukatif.
Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau, Dr HM Ramli Walid SE MM saat acara silaturahmi bersama insan pers mitra FPK Riau di salah satu cafe Jalan Kasah Kota Pekanbaru, Selasa (03/11/2026).
Ramli Walid menegaskan pentingnya peran strategis pers dalam menjaga ketahanan sosial, memperkuat persatuan bangsa, serta merawat harmoni di tengah keberagaman suku, budaya dan etnis di Provinsi Riau. Karena itu keberadaan media massa sangat penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, terutama terkait kebijakan pemerintah, program pembangunan, serta berbagai persoalan aktual, termasuk penanganan dampak lingkungan.
"Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang objektif dan mendidik masyarakat. Media juga menjadi bagian dari kontrol sosial untuk mengawal berbagai kebijakan strategis," sebut Ramli Walid.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, pers juga memiliki tanggung jawab membantu masyarakat membedakan informasi yang benar dari disinformasi. Dengan demikian, pemberitaan yang akurat dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas dan ketahanan sosial.
Ramli juga menyoroti karakteristik profesi wartawan yang memiliki dinamika dan ciri khas tersendiri dalam menjalankan tugas jurnalistik. Wartawan dituntut mampu menyerap berbagai realitas di lapangan, mengolah fakta, kemudian menyampaikannya kepada publik sebagai informasi yang bermanfaat.
"Keberagaman suku dan budaya merupakan kekayaan sekaligus kekuatan bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama," katanya menyebutkan, Provinsi Riau sebagai daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan budaya membutuhkan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara kerukunan dan persatuan.
Menurutnya, kemajemukan bukan menjadi alasan terjadinya perpecahan, melainkan modal sosial untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dalam konteks tersebut, sambung Ramli Walid, FPK Provinsi Riau menjalankan peran memperkuat pembauran kebangsaan melalui pendekatan dialog, komunikasi dan musyawarah. Upaya menjaga kerukunan itu juga dilakukan melalui penguatan kelembagaan FPK hingga tingkat kabupaten/kota, bahkan kecamatan.
"Kehadiran FPK di berbagai tingkatan diharapkan mampu menjadi ruang komunikasi antarkelompok masyarakat sekaligus mencegah potensi gesekan sosial sejak dini," ujar Ramli Walid menegaskan, menjaga harmoni di tengah keberagaman tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
"Dibutuhkan kerjasama antara pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan dan insan pers. Melalui sinergi lintas sektor tersebut, berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu persatuan dapat diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan dan musyawarah," katanya berharap penguatan peran FPK yang didukung pemberitaan pers secara bertanggung jawab dapat semakin memperkokoh persatuan masyarakat Riau.
"Kerukunan dan persatuan harus terus dirawat bersama. Perbedaan suku, budaya dan latar belakang bukan penghalang untuk membangun kebersamaan, menjadi semangat yang ditekankan dalam upaya memperkuat pembauran kebangsaan di Provinsi Riau.
Dengan demikian, pers dan FPK diharapkan terus menjadi bagian dari kekuatan sosial dalam menjaga stabilitas, memperkuat toleransi serta merawat kebinekaan sebagai fondasi ketahanan bangsa," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Dr H Boby Rachmat SSTP MSi menegaskan pentingnya membangun sinergi dan kolaborasi yang kuat bersama seluruh elemen masyarakat demi menjaga stabilitas daerah.
Boby Rachmat menyampaikan, Badan Kesbangpol Riau memiliki bidang khusus, yakni bidang pencegahan yang terus berupaya aktif menjalin kerjasama dengan berbagai lapisan masyarakat.
?"Kesbangpol senantiasa membuka ruang komunikasi yang luas dengan berbagai pihak, termasuk jajaran instansi vertikal serta pemangku kepentingan terkait. Langkah kolaboratif ini difokuskan untuk mengawal dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Provinsi Riau agar tetap kondusif," sebut Boby Rachmat.
Ke depannya, sambung Boby Rachmat, Kesbangpol Riau berharap koordinasi dan penyampaian informasi terkait upaya-upaya pencegahan dapat terus dioptimalkan melalui dukungan aktif dari berbagai unsur masyarakat.
?Melalui kerjasama yang erat antara pemerintah dan masyarakat, stabilitas sosial di Riau diharapkan dapat terus terpelihara dengan baik melalui pendekatan silaturahmi dan komunikasi yang berkesinambungan.(Penulis: Zulmiron)