Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026


Dibaca: 141 kali 
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39:15 WIB
Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026 Kegiatan Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 Forum & Expo yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Jakarta, Hariantimes.com - Lima madrasah di Kota Pekanbaru turut mewarnai kegiatan Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 Forum & Expo yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10/2026). 

Dalam kegiatan tersebut, kelima madrasah tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga membawa dan memperkenalkan beragam produk unggulan serta kekayaan budaya khas Provinsi Riau kepada masyarakat luas.

Kelima madrasah tersebut terdiri dari MAN 1 Pekanbaru, MAN 2 Pekanbaru, MAN 3 Pekanbaru, MTsN 1 Pekanbaru, dan MTsN 3 Pekanbaru. Keikutsertaan ini menjadi wujud dukungan madrasah terhadap penguatan ekosistem ekonomi syariah sekaligus upaya memperkenalkan potensi daerah di tingkat nasional.

Dalam pameran tersebut, perwakilan madrasah menghadirkan berbagai produk unggulan daerah Riau, di antaranya makanan dan oleh-oleh khas Riau, belacan khas Riau, kain songket, batik khas Riau, serta berbagai aksesori bercirikan budaya Melayu. Selain memamerkan produk, peserta juga memberikan pemaparan mengenai budaya dan kekayaan tradisi Riau sebagai bentuk promosi identitas daerah kepada para pengunjung.

Keberadaan stand Provinsi Riau semakin mendapat perhatian dengan kunjungan langsung Menteri Agama Republik Indonesia bersama Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat. Kunjungan tersebut menjadi momen istimewa sekaligus bentuk perhatian terhadap partisipasi dan kontribusi daerah dalam menyemarakkan Indonesia Ekonomi Syariah 2026. Kehadiran para pimpinan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih dekat berbagai produk unggulan dan kekayaan budaya Riau yang ditampilkan dalam pameran.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap keikutsertaan lima madrasah Kota Pekanbaru dalam kegiatan Indonesia Ekonomi Syariah 2026. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kesempatan strategis bagi madrasah untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kreativitas peserta didik.

"Kami sangat mendukung keikutsertaan madrasah dalam kegiatan ini. Madrasah harus mampu hadir tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan potensi ekonomi umat, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi syariah. Melalui kegiatan seperti ini, peserta didik dapat belajar memperkenalkan produk lokal, membangun kreativitas, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan," ungkap Muliardi.

Lebih lanjut, ia berharap keikutsertaan madrasah dalam kegiatan berskala nasional seperti ini dapat terus dikembangkan. Madrasah harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki keterampilan, jiwa entrepreneur, serta kepedulian terhadap pengembangan potensi ekonomi daerah.
"Kita ingin madrasah menjadi bagian dari ekosistem ekonomi syariah. Peserta didik harus diberikan ruang untuk berkreasi, berinovasi, dan mengenal potensi ekonomi di sekitarnya. Dengan demikian, madrasah turut berkontribusi dalam membangun kemandirian ekonomi umat sekaligus menjaga dan melestarikan warisan budaya Melayu Riau," tutupnya.

Melalui keikutsertaan tersebut, lima madrasah Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya berperan dalam mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi ruang pengembangan kreativitas, kewirausahaan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi umat.

Kegiatan IES 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Zakat dan Wakaf Badan Pengelola Masjid Istiqlal bersama para mitra berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional serta mendorong Indonesia menjadi salah satu pusat ekonomi syariah dunia.(*)