PWI Siak Bekali Kepsek Literasi Jurnalistik di Era Digital


Dibaca: 150 kali 
Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:35:40 WIB
PWI Siak Bekali Kepsek Literasi Jurnalistik di Era Digital PWI Kabupaten Siak menggelar FGD bertema “Kepala Sekolah Melek Jurnalistik, Sekolah Cerdas di Era Digital” di Aula Kantor Camat Tualang, Kamis, (29/10/2026).

Siak, Hariantimes.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kepala Sekolah Melek Jurnalistik, Sekolah Cerdas di Era Digital” di Aula Kantor Camat Tualang, Kamis, (29/10/2026).

Kegiatan dihadiri Bupati Siak Afni Z diwakili Kepala Dinas Kominfo Siak Rozi Chandra, Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar, Hali Pers Dewan Pers Mario Abdillah Khair, Camat Tualang Arie Darmawan, Kanit Intel Polsek Tualang Iptu Sugeng, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Siak Dadang Heru Dini, Ketua MKKS SMK Siak Raja Zalhairi serta kepala sekolah SMA dan SMK se-Siak serta mitra kerja  PWI Siak.

Kepala Dinas Kominfo Siak Rozi Chandra saat membuka kegiatan, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai keterbukaan informasi publik. Menurutnya, lembaga pemerintah memiliki kewajiban menyampaikan informasi publik secara tepat, termasuk melalui sektor pendidikan.

“Kita sebagai lembaga pemerintah wajib memberikan informasi publik. Sekolah merupakan salah satu etalase pemerintah di sektor pendidikan. Bapak dan ibu kepala sekolah ibarat CEO di sekolah masing-masing yang turut bertanggung jawab menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi. Sebagai bagian dari penyelenggara pelayanan publik, kepala sekolah harus memastikan informasi yang disampaikan telah diperiksa kebenarannya.

Selain itu, ia menyoroti perlunya pemahaman mengenai cara menghadapi wartawan, terutama ketika terdapat pihak yang mengaku sebagai wartawan dan datang ke sekolah untuk meminta informasi yang tidak berkaitan dengan kepentingan publik atau menyangkut informasi pribadi.

Menurutnya, kepala sekolah perlu memahami mekanisme kerja jurnalistik, hak dan kewajiban pers, serta cara memverifikasi identitas wartawan agar dapat menyikapi situasi tersebut secara tepat.

Sementara itu, Ketua MKKS SMA Kabupaten Siak Dadang Heru Dini mengapresiasi PWI Siak yang secara rutin menggelar kegiatan edukasi jurnalistik bagi kepala sekolah.

Menurutnya, kepala sekolah tidak mendapatkan pembelajaran jurnalistik secara khusus dalam pendidikan formal. Karena itu kegiatan seperti FGD menjadi kesempatan untuk menambah wawasan dan memahami cara kerja media.

“Kami para kepala sekolah, tidak belajar jurnalistik secara khusus. Jadi ilmu itu kami dapat dari kegiatan seperti ini. Kami membutuhkan informasi tentang jurnalistik karena belajar secara otodidak terkadang kurang fokus. Kegiatan ini merupakan investasi ilmu bagi kita semua,” ujarnya.

Dadang menambahkan media dan wartawan merupakan mitra penting bagi sekolah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun ia mengakui masih ada kepala sekolah yang belum terbiasa berinteraksi dengan wartawan karena keterbatasan pemahaman mengenai dunia jurnalistik.

“Kadang di lapangan masih ada sebagian dari kami yang belum akrab dengan wartawan. Ini semata-mata karena kami belum memahami cara kerja jurnalistik dan bagaimana menyikapinya. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap bisa lebih siap ketika berhadapan dengan jurnalis,” katanya.

Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar menegaskan bahwa literasi media merupakan kebutuhan penting bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya kepala sekolah, tetapi juga guru dan siswa.

Menurutnya perkembangan teknologi digital membuat informasi dapat diterima masyarakat dengan sangat cepat. Namun informasi yang beredar tidak semuanya benar atau bermanfaat sehingga diperlukan kemampuan untuk memilah dan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

“Di era digital kita bangun pagi membuka ponsel, informasi sudah masuk. Kadang informasinya baik, kadang tidak baik. Karena itu, literasi media menjadi kebutuhan penting bagi semua kalangan,” ujarnya.

Raja Isyam mengatakan FGD tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi kepala sekolah ketika berhadapan dengan media. Menurutnya, kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam ekosistem pendidikan sehingga perlu memahami pentingnya komunikasi publik yang baik.

“Prinsipnya sederhana, saring sebelum sharing. Ini berlaku bagi wartawan maupun bapak dan ibu kepala sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Siak Wiwik Widaningsih mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya PWI untuk meningkatkan pemahaman tentang literasi media dan jurnalistik, khususnya di lingkungan pendidikan.

“Kami ingin menjadikan FGD ini sebagai ruang berbagi pengetahuan, berdiskusi, serta mencari langkah bersama dalam menghadapi tantangan informasi di era digital,” kata Wiwik.

Ia berharap kegiatan ini dapat membangun pemahaman yang lebih baik antara insan pers dan pihak sekolah, sehingga tercipta hubungan yang profesional dan saling mendukung.

Kegiatan ditutup dengan tanya jawab antara narasumber dengan para kepala sekolah.(*)