Libatkan 1.711 Peserta, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau


Dibaca: 153 kali 
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:41:14 WIB
Libatkan 1.711 Peserta, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau Peserta Kemah Kerukunan, Kemah Madrasah dan Ekoteologi Siak Hijau yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak di Bumi Perkemahan Pramuka Tengku Buang Asmara, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau.

Siak, Hariantimes.com - Sebanyak 1.711 peserta mengikuti Kemah Kerukunan, Kemah Madrasah dan Ekoteologi Siak Hijau yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak di Bumi Perkemahan Pramuka Tengku Buang Asmara, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau.

Kegiatan yang dibuka pada 24 Oktober 2026 tersebut bertujuan memperkuat kerukunan antar umat beragama, membentuk karakter generasi muda, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Pembukaan dilakukan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi bersama Bupati Siak Afni Z dan Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Isyam, ditandai dengan pemukulan kompang secara bersama-sama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Fuadi Ahmad mengatakan, kegiatan tersebut membawa tiga misi utama, yakni memperkuat kerukunan, membangun karakter peserta didik madrasah, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

"Alhamdulillah, kegiatan ini dihadiri kurang lebih 1.711 peserta, terdiri dari 1.300 peserta Kemah Madrasah, 211 peserta Kemah Kerukunan, serta 200 peserta lainnya," kata Fuadi, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat keharmonisan masyarakat Siak yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Fuadi juga menekankan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

"Air yang mengalir, udara yang kita hirup, dan tanah yang kita pijak merupakan anugerah Allah SWT. Oleh karena itu, menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Siak Afni mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut oleh Kementerian Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Siak.

Menurut Afni, perkemahan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menanamkan nilai kebersamaan di tengah perbedaan.

"Selagi kita selalu bersama, insyaallah apa pun masalahnya akan bisa diselesaikan dengan baik," kata Afni juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter melalui kegiatan kepramukaan. Menurut dia, pembentukan karakter generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan agama di madrasah dan pondok pesantren, tetapi juga perlu diperkuat dengan kedisiplinan, kemandirian, dan kebersamaan.

Afni turut berpesan kepada peserta agar menghormati simbol-simbol negara, terutama saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

"Jangan pernah bermain-main dengan Bendera Merah Putih, jangan pernah bermain-main dengan lagu Indonesia Raya, dan jangan bermain-main dengan persatuan kita," tegasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi mengatakan, ketiga tema kegiatan tersebut saling berkaitan dalam membangun masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan peduli lingkungan.

Muliardi menyebutkan, kerukunan di Siak merupakan nilai yang telah diwariskan sejak masa Kerajaan Siak. Karena itu, keberagaman semestinya menjadi landasan untuk memperkuat persatuan, bukan sumber perpecahan.

"Dari Siak kita belajar bahwa perbedaan bukan untuk diperdebatkan, tetapi untuk diupayakan bersama. Berbeda agama, satu kemanusiaan," ujar Muliardi.

Selain memperkuat kerukunan, Kemah Madrasah juga menjadi sarana pendidikan di luar kelas melalui kegiatan kepramukaan. Adapun Ekoteologi Siak Hijau mengajak masyarakat memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Muliardi mengingatkan bahwa Sungai Siak dan hutan gambut merupakan kekayaan alam yang harus dijaga bersama.

"Kabupaten Siak merupakan jantung Provinsi Riau. Sungai Siak dan hutan gambutnya adalah amanah yang harus dijaga oleh kita semua," katanya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Siak berharap lahir generasi muda yang menjunjung tinggi toleransi, memiliki karakter kuat, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kelestarian lingkungan.(*)