Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Fuadi Ahmad. Siak, Hariantimes.com - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak akan menggelar Kemah Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Kemah Ekoteologi Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Buang Asmara, Kabupaten Siak pada 23 hingga 25 Oktober 2026.
Kegiatan ini akan melibatkan hampir 2.000 peserta sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan umat beragama, membentuk karakter generasi muda, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Ketiga kegiatan tersebut dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, toleransi, kedisiplinan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan melalui aktivitas edukatif dan pengalaman belajar di alam terbuka.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Fuadi Ahmad mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga kerukunan sekaligus merawat lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
“Melalui Kemah Kerukunan, Kemah Madrasah dan Ekoteologi ini, kita ingin menanamkan pemahaman bahwa menjaga kerukunan dan merawat alam merupakan tanggung jawab bersama. Generasi muda harus tumbuh menjadi pribadi yang saling menghargai perbedaan, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” ujar Fuadi Ahmad.
Menurutnya, pembentukan generasi muda tidak cukup hanya melalui penguatan pengetahuan, tetapi juga harus diiringi dengan penanaman nilai, pembiasaan perilaku positif, dan pengalaman langsung yang membangun kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan.
“Kemah Kerukunan diarahkan untuk memperkuat toleransi, persaudaraan, dan keharmonisan di tengah keberagaman. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya menghormati perbedaan, membangun komunikasi yang baik, serta mengembangkan sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat,” Imbuh Fuadi mengatakan, Kemah Madrasah berfokus pada pembentukan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, disiplin, mandiri, dan peduli lingkungan. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan.
“Adapun Kemah Ekoteologi menitikberatkan pada peningkatan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dengan menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan tindakan nyata dalam menjaga alam. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami bahwa merawat lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia,” Tutupnya.
Pelaksanaan ketiga kemah secara bersamaan diharapkan dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang saling melengkapi. Nilai kerukunan, pembentukan karakter, dan kepedulian ekologis menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.
Dengan melibatkan hampir 2.000 peserta, Kemenag Kabupaten Siak berharap kegiatan ini menjadi gerakan bersama dalam memperkuat moderasi beragama, meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, serta membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam.
Melalui Kemah Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Kemah Ekoteologi Tahun 2026, Kemenag Kabupaten Siak menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan nilai yang berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus menumbuhkan generasi yang rukun dalam keberagaman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.(*)