KPP Pratama Rengat melaksanakan kegiatan Business Development Services (BDS), Rabu (21/10/2026). Inhu, Hariantimes.com - KPP Pratama Rengat melaksanakan kegiatan Business Development Services (BDS), Rabu (21/10/2026).
Kegiatan sebagai sarana pengembangan dan pembinaan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diusung oleh Direktorat Jenderal Pajak ini berlangsung di Aula BERSINAR Lantai III KPP Pratama Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu.
Dalam hal ini, KPP Pratama Rengat juga bekerjasama dengan BRI Kantor Cabang Rengat sebagai lembaga perbankan yang fokus pada pengembangan UMKM di Rengat.
Pada kegiatan kali ini, sebanyak 30 orang UMKM se Rengat diundang untuk mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Mendukung UMKM Naik Kelas”.
Kepala KPP Pratama Rengat, Mochammad Yusman Amin menyampaikan, BDS kali ini bertujuan mendukung UMKM di Rengat agar bisa bertumbuh semakin kuat dan bisa terus mengembangkan usahanya ke level yang lebih tinggi.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk partisipasi KPP Pratama Rengat dalam penguatan iklim UMKM di Rengat.
“Kami turut senang jika UMKM di Rengat bisa terus bertumbuh. Yang mana ini akan berdampak baik bagi kontribusi kita bersama terhadap penerimaan negara,” ujar Yusman juga menyampaikan apresiasi besar atas partisipasi BRI Kantor Cabang Rengat dalam kegiatan kali ini.
“Kami harapkan kerja sama antara KPP Pratama Rengat dan BRI Kantor Cabang Rengat semakin kuat dan menciptakan sinergi dalam pengembangan UMKM di Rengat”, harapnnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Small Business Manager BRI Kantor Cabang Rengat, Adita Sadira yang mewakili pimpinan Cabang BRI Kantor Cabang Rengat.
Adita sangat menyambut baik kerja sama dari KPP Pratama Rengat dalam kegiatan edukasi dan pengembangan UMKM kali ini.
"Tidak hanya penyaluran kredit dan penyimpanan uang, salah satu tugas perbankan ialah literasi keuangan bagi masyarakat. Sehingga menjadi penting BRI Kantor Cabang Rengat berpartisipasi dalam kegiatan kali ini," katanya.
Kemudian sesi penyampaian materi interaktif disampaikan oleh Manager Bisnis Mikro BRI Kantor Cabang Rengat, Ricko Estavia. Ricko menjelaskan bagaimana UMKM dapat mengembangkan usahanya sehingga naik kelas. Ia menjelaskan, tiga aspek yang perlu diperhatikan UMKM naik kelas ialah: Pemasaran, Perizinan dan Ekosistem Teknologi.
“Tiga aspek ini menjadi penentu, apakah UMKM akan berada di level yang sekarang, atau dapat berkembang menjadi usaha yang lebih besar,” ujarnya.
Ketiga faktor ini juga beriringan dengan kondisi global sekarang yang serba digital, yang menuntut usaha juga beradaptasi dalam pemasaran dan adaptasi teknologi didalam usahanya.
Dalam pemasaran misalnya, kehadiran media sosial menjadi tempat pemasaran yang sangat luas bagi UMKM dan membuka peluang pemasaran tidak terbatas di satu daerah tertentu.
"Sedangkan, dalam ekosistem teknologi, kita dapat melihat bagaimana semakin banyak UMKM yang mengakomodir pembayaran non-tunai dengan menyediakan QRIS sebagai metode pembayaran. Langkah-langkah seperti ini yang diharapkan dapat diterapkan oleh para pelaku UMKM," sebut Ricko juga menjelaskan, bagaimana peran BRI mendukung UMKM dengan kemudahan pendanaan usaha dengan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mudah diakses oleh pelaku UMKM dengan bunga yang rendah. KUR merupakan produk unggulan BRI yang telah mendukung banyak UMKM berkembang dengan diberikan kemudahan permodalannya. Dengan tiga jenisnya: KUR Super Mikro, KUR Mikro dan KUR Kecil, BRI Kantor Cabang Rengat berhasil mendukung permodalan ratusan UMKM di Rengat.
Melalui kegiatan ini, harapan besar ditujukan bagi pelaku UMKM di Rengat agar terus berkembang dan berhasil naik kelas, memahami metode proses agar usahanya bisa berkembang menjadi lebih terorganisir dan modern, memahami pentingnya legalitas, perizinan dan kemudahan pendanaan bagi pengembangan usaha.(*)