Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi. Pekanbaru, Hariantimes.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi mengingatkan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Muliardi saat memberikan arahan pada pelepasan Kafilah Provinsi Riau yang akan mengikuti MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (07/09/26).
“MTQ bukan sekadar perlombaan pembacaan Al-Qur’an. MTQ adalah ikhtiar kita untuk membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujar Muliardi.
Menurutnya, keikutsertaan Kafilah Riau pada MTQ Nasional tidak semata-mata bertujuan untuk mengikuti kompetisi dan meraih prestasi. Para peserta yang diberangkatkan merupakan duta-duta Al-Qur’an yang membawa nama Provinsi Riau, keluarga, serta lembaga masing-masing.
“Ketika kita mengirimkan kafilah ke tingkat nasional, sesungguhnya kita tidak hanya mengirimkan peserta untuk membawa nama Provinsi Riau dalam sebuah kompetisi. Kita mengirimkan duta-duta Al-Qur’an. Kita membawa nama Riau, nama keluarga, nama lembaga, tetapi yang paling penting adalah membawa marwah Al-Qur’an,” tegasnya.
Karena itu, Muliardi berpesan kepada seluruh anggota Kafilah Riau agar mengikuti musabaqah dengan sungguh-sungguh dan memberikan kemampuan terbaik. Namun, perjuangan meraih prestasi harus tetap disertai keikhlasan dan akhlak Al-Qur’an.
“Bermusabaqahlah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan kehilangan ketawadhuan. Berjuanglah untuk yang terbaik, tetapi jangan kehilangan keikhlasan. Kejar prestasi, tetapi jangan tinggalkan akhlak Al-Qur’an,” pesannya.
Muliardi menegaskan, keberhasilan yang sesungguhnya tidak hanya diukur dari keberhasilan meraih juara dan mengharumkan nama Provinsi Riau di tingkat nasional. Lebih dari itu, MTQ diharapkan mampu memberikan perubahan dalam diri setiap peserta.
“Keberhasilan yang paling tinggi bukan ketika nama kita disebut sebagai juara. Tentu juara akan mengangkat nama dan marwah Provinsi Riau di tingkat nasional. Tetapi setelah MTQ, kita harus menjadi manusia yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, semakin baik akhlaknya, semakin santun perilakunya, dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat,” ungkapnya menyampaikan, semangat membumikan Al-Qur’an sejalan dengan karakter masyarakat Riau yang tumbuh dari Tanah Melayu dan menjunjung tinggi nilai agama serta adab.
“Dari Tanah Melayu ini, yang menjunjung tinggi nilai agama dan adab, kita berharap lahir generasi Qur’ani. Generasi yang tidak hanya memiliki bacaan yang indah, hafalan yang kuat dan pemahaman yang luas, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia,” tuturnya.
Menurut Muliardi, nilai-nilai Al-Qur’an harus mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, MTQ tidak berhenti pada panggung perlombaan, tetapi memberikan dampak nyata terhadap kehidupan peserta dan masyarakat.
“Karena itu, tujuan akhir dari MTQ adalah perubahan diri dan perubahan masyarakat,” pungkasnya.
Muliardi berharap seluruh Kafilah Riau dapat menjaga nama baik daerah selama mengikuti seluruh rangkaian MTQ Nasional XXXI di Semarang. Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan, ibadah, kekompakan, serta tetap menjunjung tinggi adab dalam setiap kesempatan.(*)